Rabu, 08 Juli 2015

Berkunjung ke ISRAEL

Suhento ke IsraelAda banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah Pak Suhento pernah ke Yerusalem?” Dan saya selalu menjawab mereka, belum pernah. Orang-orang yang bertanya agak heran pada sikap saya yang kurang antusias ke Yerusalem. Pada akhir bulan Juli, saat lebaran, saya diajak oleh Diaken saya, Bapak Irwan, berkunjung ke Mesir, Israel dan Yordania. Itu adalah sebuah kesempatan yang baik sekali bagi saya untuk melihat sendiri segala sesuatu yang terjadi di Timur-tengah. Dalam kunjungan tersebut saya mendapatkan banyak masukan, dan juga banyak kejutan. Saya sangat terkejut ketika menyaksikan kesesatan-kesesatan yang terjadi di Timur-tengah dan kebodohan Kristen pengunjung dari berbagai denominasi yang memberi diri mereka untuk disesatkan.
Konsep Tanah Suci
Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menyelamatkan manusia. Sang Juruselamat akan datang dan dihukumkan untuk menanggung dosa seisi dunia. Manusia yang mau diselamatkan harus bertobat dan percaya pada Allah bahwa Juruselamat menyelamatkannya. Supaya keturunan berikutnya tetap tahu akan janji itu dan akan bertobat serta akan percaya, maka Allah menyuruh manusia melakukan ibadah simbolik sederhana, yaitu membangun mezbah dan menyembeli seekor binatang di atasnya. Ini adalah ibadah simbolik ritualistik lahiriah.

Minggu, 05 Juli 2015

Presiden Obama Merayakan Hari Internasional Melawan Homofobia

Pada hari yang disebut-sebut sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia, 17 Mei, Presiden Obama mengeluarkan suatu pernyataan bahwa, “Kami memakai kesempatan ini untuk kembali mengukuhkan bahwa hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (orang ganti kelamin) adalah hak-hak asasi manusia, untuk merayakan kehormatan setiap individu, dan untuk menggarisbawahi bahwa semua orang berhak untuk hidup bebas dari rasa takut, kekerasan, dan diskriminasi, tidak peduli siapa mereka atau siapa yang mereka cintai.” Obama telah menjadi presiden74158 AS yang paling pro-
homoseksual dalam sejarah, dan telah membangun fondasi untuk penganiayaan besar-besaran terhadap siapapun yang tidak menerima “hak-hak homoseksual,” karena ketika kaum homoseksual mendapatkan hak untuk hidup semau mereka, maka orang-orang Kristen yang percaya Alkitab kehilangan hak untuk menentang homoseksualitas sebagai dosa. Ini adalah tanda zaman yang penting, karena nubuat Alkitab menyamakan akhir zaman dengan masa Lot (Luk. 17:28-30).
Hari Internasional Melawan Homofobia bermula pada tahun 2005, dan salah satu organisasi pendirinya adalah World Congress of LGBT [Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual] Jews. Pada tahun 2009, “transfobia” ditambahkan, dan pada tahun 2015 “bifobia” ditambahkan, sehingga saat ini namanya adalah Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Bifobia. Ini menggambarkan bahwa tidak akan berakhir kekejian moral yang akan ikut masuk bersamaan dijadikan satu dengan dengan hak homoseksual. Departemen AS mengeluarkan suatu pernyataan “mengukuhkan kembali komitmen kami akan kesamaan dan kehormatan semua orang, tidak peduli orientasi seksual mereka atau identitas gender mereka. Diskriminasi melawan orang-orang LGBTI harus berakhir – dan harus berakhir sekarang.” Kedutaan AS di Sarajevo diterangi dengan warna-warni pelangi untuk merayakan peristiwa ini. Hari ini juga secara resmin diakui oleh Parlemen Uni Eropa. (Berita Mingguan GITS 23 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Jumat, 03 Juli 2015

Katakanlah kepada Kami Hal-Hal yang Manis

“Yang mengatakan kepada para tukang tilik: “Jangan menilik,” dan kepada para pelihat: “Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel” (Yesaya 30:10-11). Pada zaman Yesaya, Israel menolak Firman Allah dan mencoba untuk mengkorupkan para nabi. Umat itu mengaku mencintai Allah dan mereka ikut serta dalam berbagai ritual Bait Suci, tetapi mereka membenci hukum-hukum Allah yang kudus. Mereka ingin hidup semau mereka. Mereka ingin mendengar khotbah, tetapi bukan khotbah yang benar. Mereka tidak ingin mendengar teguran atas dosa ataupun doktrin yang benar. Mereka mau mendengar “hal-hal yang manis” yang menghibur mereka tidak peduli bagaimana cara mereka hidup, dan yang tidak akan mengganggu rencana-rencana mereka. Mereka menginginkan allah, tetapi bukan “Yang Mahakudus Allah Israel.” Mereka lebih suka mendengar hal-hal yang “semu” daripada kebenaran. Israel terus berada dalam kondisi seperti ini hingga hari ini. Mereka telah menolak Nabi dan Pengkhotbah terbesar, yaitu Yesus, Mesias mereka sendiri. Perikop Yesaya pasal 30 ini juga adalah gambaran yang sangat cocok akan kondisi kekristenan yang sesat yang dinubuatkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 4:3-4. Mereka mengaku mencintai Kristus dan Alkitab, tetapi pada kenyataannya mereka mencintai hawa nafsu mereka sendiri. Mereka berbondong-bondong untuk mendengar para guru yang mengecilkan pertobatan dan perubahan dan kehidupan yang kudus, yang mengkhotbahkan hal-hal yang manis dan menciptakan dongeng-dongeng seperti bahasa komat-kamit, membunuh dalam roh, kebangkitan rohani tertawa, filosofi tidak boleh menghakimi, gerakan self-esteem, gerakan pengakuan positif, penyembahan Maria, doa kontemplatif, penyembahan rock & roll, evolusi theistik, ekumenisme, paham bahwa sebagian doktrin tidak penting, dan universalisme. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Timotius 4:3-4).(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu, 21 Desember 2014

MISI LUAR NEGERI ATAU EVANGELISME GLOBAL

BAB 17 MISI LUAR NEGERI ATAU EVANGELISME GLOBAL

OLEH ROBERT SPEER
Sekretaris Board of Foreign Missions of the Presbytarian Church, U.S.A, New York City

Argumentasi mengenai misi2 luar negeri pada umumnya tak perlu ataupun sia-sia.  Tak diperlukan dalam hal orang yang percaya; sia-sia dengan  orang yang tidak percaya. Namun tidak  seluruhnya demikian; karena seringkali yang percaya dan yang tidak percaya mendapatkan opini mereka dari tangan kedua, dan suatu studi tangan kesatu yang jujur mengenai fakta-fakta dan prinsip2 kegiatan misionari menjadikan golongan yang satu percaya dengan keyakinan yang lebih dalam dan harapan yang lebih teguh, dan menggoyahkan skeptisisme dan penentangan golongan yang lain yang tidak mengetahui baik tujuan maupun motif2 yang mengilhami gerakan tersebut.

Namun, oleh karena misi2 luar negeri  adalah gerakan  religius, dengan sendirinya argumentasi dasarnya adalah argumentasi religius, dan hanya dapat meyakinkan dalam perbandingan dengan pendirian-pendirian yang mendukung penerimaan sisanya. Sisanya pertama-tama ada di tangan Tuhan. Apabila orang percaya kepada Tuhan, mereka harus percaya pada misi-misi luar negeri. Adalah di dalam diri dan karakter Allah sendiri dapat ditemukan dasar yang paling dalam dari gerakan misionari. Kita tidak dapat berpikir tentang Allah melainkan dalam hubungan dengan syarat2 yang mengharuskan adanya ide misionari.

Rabu, 12 Februari 2014

Berita Bulan JANUARI 2014

PROSTITUSI DAN PEDOFILIA OK
(Berita Mingguan GITS 4 Januari 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam serangan akhir zaman yang tidak henti-hentinya, kesesatan dan pemberontakan terhadap hukum-hukum Allah yang kudus, sebagaimana dinubuatkan dalam Mazmur 2, pengadilan-pengadilan di Kanada dan Italia kini mendukung prostitusi dan pedofilia. Di Kanada, Mahkamah Agung mereka mencabut hukum anti-prostitusi di negara tersebut. Keputusan yang bulat tersebut mengatakan bahwa hukum yang sebelumnya “melanggar jaminan terhadap kehidupan, kebebasan, dan keamanan pribadi” (“Canada’s Anti-Prostitution Laws,” Huffington Post, 20 Des. 2013). Dalam sebuah konferensi pers, seorang “pekerja seksual” di Vancouver, meresponi keputusan tersebut dengan berkata, “Saya syok dan senang bahwa hukum seks kita tidak lagi akan merugikan kami.” Sementara di Italia, pengadilan tertinggi di negara tersebut membalikkan keputusan bersalah yang dikenakan kepada seorang berusia 60 tahun karena berhubungan seksual dengan seorang perempuan 11 tahun. Orang tersebut adalah seorang pekerja sosial, yang berhubungan dengan seorang anak perempuan “dari sebuah keluarga miskin yang telah mengenal dan mempercayainya.” Pada tahun 2011, dia diputuskan bersalah dan dihukum lima tahun penjara, tetapi kini dia akan diadili kembali setelah Mahkamah Agung Italia memutuskan bahwa vonis sebelumnya tidak mempertimbangkan “persetujuan [sang anak perempuan], adanya hubungan cinta, tidak adanya kekerasan fisik, dan perasaan cinta sang anak perempuan” (“Court Overturns Pedophile Conviction,” 7 News, Australia, 31 Des. 2013).

Sabtu, 08 Februari 2014

Berita Bulan DESEMBER 2013

KAUM EKUMENIS MENGKLAIM BAHWA MUSIK ROCK MEMBUAT “MENYEMBAH TUHAN MENJADI OTENTIK”(Berita Mingguan GITS 7 Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Kebingungan rohani gerakan ekumenisme menjadi jelas dari sebuah pernyataan dari Mighty Men Conference yang baru-baru ini dilaksanakan di Nashville. Event ini mengundang pemenang American Idol, Scotty McCreery, rocker country Charlie Daniels, dan “sensasi drum” Stikyard.* Konferensi tersebut dimulai oleh penginjil Pantekosta Angus Buchan pada tahun 2004 di Afrika Selatan. Di Amerika, konferensi ini diorganisir oleh gembala Pantekosta G. Allen Jackson dari World Outreach Church di Murfreesboro, Tennessee. Konferensi-konferensi ini mirip dengan yang dilakukan oleh Promise Keeper, dengan fitur pesan-pesan yang khusus bagi laki-laki dicampur dengan dosis ekumenisme yang tinggi, dan dipenuhi oleh kekacauan kharismatik, dan diminyaki oleh musik penyembahan kontemporer. Jackson berkata, “Musik adalah suatu dinamika besar dengan cara membuat menyembah Tuhan menjadi otentik. Para artis musik, yang memiliki hati dan inspirasi mereka sendiri, bersatu langsung dengan musik tersebut, adalah aset lain dari … event ini” (“Mighty Men Conference USA's first time in Nashville,” PRNewswire, 17 Nov. 2013). Mengatakan bahwa penyembahan yang otentik diciptakan melalui peminjaman musik party dunia yang sensual adalah kegilaan rohani dan kesesatan dari Alkitab. Allah mengajarkan kita esensi dari penyembahan sejati melalui gambaran Kemah Suci Perjanjian Lama, dan kemah itu sama sekali tidak bercampur dengan elemen duniawi. Semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan Firman Allah tanpa terkontaminasi pemikiran manusia dan pragmatisme. Semuanya kudus. Minyak dan kemenyan kudus yang dipakai tidak seperti apapun yang lain di dunia ini. Ketulusan penyembah tidak membuat penyembahan yang tidak alkitabiah dapat diterima oleh Tuhan. Ini nyata ketika Allah membunuh Nadab dan Abihu karena mereka mempersembahkan api yang asing (Im. 10:1-3) dan Uza hanya karena ia mau menopang tabut perjanjian dengan tangannya (2 Samuel 6:6-7).

Selasa, 04 Februari 2014

Berita Bulan NOVEMBER 2013

LABA-LABA SEBESAR RUMAH?
(Berita Mingguan GITS 30 November 2013, sumber: www.creationmoments.com, artikel 17 Oktober 2011)
Kumbang paling besar yang diketahui di dunia, secara pantas diberi nama kumbang goliat. Kumbang Afrika ini bisa tumbuh sebesar tikus. Dinosaurus bukanlah binatang terbesar yang pernah hidup. Paus biru adalah binatang yang memegang kehormatan itu. Mamalia terkecil di dunia lebih kecil dari banyak serangga. Satu spesies kelelawar yang baru saja ditemukan di Thailand memiliki berat hanya 0,06 ons. Bahwa ada binatang yang kecil se-ekstrim itu membuat kita bertanya-tanya apakah serangga-serangga raksasa yang kita lihat di film-film benar-benar dapat terjadi. Dapatkah seekor laba-laba tumbuh menjadi sebesar rumah? Untung saja tidak ada laba-laba atau serangga mana pun yang lain yang bisa tumbuh sebesar rumah. Kita bisa pasti akan hal itu karena cara serangga bernafas. Serangga bernafas melalui tuba-tuba kecil di sepanjang tubuh mereka. Tuba-tuba ini menyediakan oksigen langsung ke jaringan. Jika seekor serangga tumbuh terlalu besar, tuba-tuba ini tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan tubuh mereka. Masalahnya, semakin besar suatu organisme, semakin jaringan internalnya memerlukan oksigen. Anda dan saya memiliki paru-paru yang menyediakan luas permukaan setara dengan lapangan tenis. Seekor serangga yang tumbuh menjadi sebesar manusia, juga memerlukan tubuh dengan luas permukaan setara lapangan tenis, dan ini tidak mungkin. Walaupun banyak makhluk yang berbeda memiliki organ tubuh yang berbeda-beda, setiap makhluk memiliki organ yang tepat untuk keperluannnya. Ini adalah tanda dari hikmat sang Pencipta. Fakta ini juga memberitahu kita bahwa makhluk-makhluk hidup tidak berhubungan satu sama lain lewat evolusi. 

Sabtu, 01 Februari 2014

Berita Bulan OKTOBER 2013

ALASAN ALKITABIAH UNTUK TIDAK MEROKOK
(Berita Mingguan GITS 12 Oktober 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari The Fundamentalist Digest: Pertama, rokok tidak bisa dipakai untuk memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Kedua, rokok menghasilkan penyakit jantung dan kanker mulut, dan banyak penyakit lainnya (1 Kor. 3:17). Ketiga, merokok adalah kebiasaan yang menghabiskan uang. Kristus memerintahkan agar roti yang tersisa sekalipun dikkumpulkan agar tidak terbuang (Yohanes 6:12). Keempat, merokok seringkali mempersulit dan membahayakan orang lain. Seharusnya tidak ada orang yang boleh dipaksa untuk mencium bau rokok yang memusingkan dan sangat tidak nyaman (Galatia 5:14). Kelima, merokok adalah teladan yang buruk bagi generasi muda (Matius 5:16; Markus 9:42). Keenam, kebiasaan ini kotor (2 Korintus 7:1). Ketujuh, kebiasaan ini buruk, karena akan memperhamba seseorang (Roma 6:12; 1 Kor. 6:12). Kedelapan, rokok menimbulkan keinginan-keinginan yang tidak wajar, dan menuntun kepada kejahatan-kejahatan lain (Roma 6:16; 8:13). “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Kor. 10:31).

Sabtu, 30 November 2013

GEREJA YANG EKSIS KARENA DIPICU WAHYU LIAR

Munculnya Gereja Mormon
Joseph Smith, Jr., pada tahun 1820-an, berkata bahwa dirinya mendapat penglihatan, dan dalam penglihatan itu seorang malaikat, namanya Maroni, memimpinnya kepada lempengan emas yang terkubur yang mengisahkan tentang orang Kristen Amerika di masa lampau sebelum Colombus menemukan benua Amerika. Kemudian pada tahun 1830 dia mempublikasikan yang disebutnya terjemahan dari lempengan emas ke dalam bahasa Inggris, yang kemudian disebut kitab Mormon. Anggota jemaatnya kemudian disebut Latter Day Saints (orang kudus akhir zaman), atau Mormon.

Tahun 1831, Smith dan pengikutnya pindah ke bagian Barat untuk membangun yang katanya communalistic American Zion. Mereka kemudian berkumpul di Kirtland, Ohio, dan membangun outpost di Independence, Missouri, dengan maksud menjadi pusat Zion. Sepanjang tahun 1830-an, Smith mengirim banyak missionari, mempublikasi wahyu-wahyu, dan mendirikan gedung yang megah. Kemudian seturut dengan bangkrutnya bank yang disponsori gereja Mormon dan pertempuran kecil dengan orang Missouri yang marah, mimpi Smith tentang Zion di Missouri dan Ohio gagal total.

Sabtu, 23 November 2013

Iman Pemberian Allah atau Respon Manusia?

Orang Kristen yang percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan, bahwa “keselamatan” adalah “oleh iman kepada Kristus Yesus” (2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan, tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.

Dalam artikel pendek ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.

Kalvinisme mengusung konsep bahwa keselamatan seseorang sebenarnya ditentukan oleh Allah dalam kekekalan melalui dekrit rahasia. Penentuan Allah atas keselamatan seseorang ini bersifat tidak bersyarat (unconditional election). Jadi, dalam Kalvinisme, seseorang yang dipilih untuk diselamatkan, akan dilahirbarukan (tanpa dapat ditolak, irresistible grace), dan kemudian pasti akan menjadi percaya, atau dengan kata lain dibuat menjadi percaya. Dengan demikian, posisi Kalvinis secara alami adalah bahwa iman, atau percayanya seseorang, itu sebenarnya tergantung kepada Allah. Kalau Allah memilih seseorang, maka Allah akan melahirbarukannya, dan ia akan percaya. Percaya atau iman adalah salah satu dari mata rantai tindakan Allah pada diri orang pilihan. Oleh karena itu, Kalvinis mengatakan bahwa iman adalah karunia atau pemberian Allah.

Kamis, 14 November 2013

Persatuan Orang Kristen Yang Sesuai Alkitab

Setiap orang yang cinta Tuhan dan cinta kebenaran pasti bersukacita ketika melihat orang-orang percaya bersatu padu, saling mengasihi, saling membantu, dan saling memperhatikan.Tuhan Yesus mendoakan persatuan murid-muridNya pada saat-saat akhir pelayananNya, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh 17:20-23).

Kepada orang Korintus Rasul Paulus berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (I Kor. 1:10).  Orang yang telah mengaminkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, atau telah dilahirkan kembali, HARUS menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal untuk dididik menjadi murid (Mat.28:19-20). Dan kumpulan murid Tuhan di setiap lokasi disebutNya sebagai tubuhNya. Sesungguhnya kumpulan murid Tuhan di sebuah lokasi adalah representasi Tuhan di lokasi itu, atau mewakili kehadiran Tuhan di lokasi itu. Tuhan berkata bahwa jika ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Ia hadir di situ. Nah, dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus Kristus, itulah jemaat lokal, itulah tubuh Yesus Kristus (Ef.1:23, Kol.1:24).