Kamis, 25 Desember 2008

MENNO SIMONS

Lima tahun setelah pulang ke desa kelahirannya, Menno Simons yang memegang posisi imam meninggalkan gereja Katolik dan bergabung dengan Anabaptist. Ia meninggalkan posisinya sebagai seorang yang dihormati, kehidupannya yang nyaman, dan menjalani kehidupan sebagai seorang buronan. Dalam suratnya kepada Gellius Faber, Menno menuliskan pengalamannya: “Maka saya, tanpa keragu-raguan, meninggalkan seluruh reputasi duniawi, nama dan popularitas, kelakuan yang tidak kristiani, misa, baptisan bayi, dan hidup yang mudah. Saya dengan sukarela menghadapi kemiskinan dan hidup susah di bawah salib Kristus yang berat. Dalam kelemahan, saya takut akan Tuhan. Saya mencari orang-orang saleh dan walaupun mereka sedikit jumlahnya, saya menemukan sebagian yang bertekun dan mempertahankan kebenaran.” Sejak saat itu, Menno tidak pernah berpaling ke belakang.

Bukanlah suatu kebetulan jika Anabaptis di Belanda dikenal sebagai Mennonites. Tidak ada nama yang lebih diagungkan di kalangan Anabaptist abad 16 daripada Menno Simons. Pelayanan Menno bermula dari gereja Roma, di mana ia ditahbiskan sebagai imam di Utrecht pada tahun 1524, ketika ia berusia 28 tahun. Menno yang adalah seorang petani memiliki pendidikan yang sangat terbatas dan Alkitab adalah buku yang asing baginya hingga 2-3 tahun berikutnya. Akhirnya dengan berani ia mencari jawaban untuk pertanyaannya atas doktrin transubstansiasi. Inilah permulaan dari perjalanan Menno yang mengakibatkannya keluar dari Roma Katolik dan mengikuti Anabaptis.

Walaupun pengetahuan Menno akan firman Tuhan sangat terbatas, ia dengan tekun meneliti Perjanjian Baru. Penelitian Menno belum jauh ketika ia sadar bahwa ia telah tertipu, dan hati nuraninya merasa terganggu akan masalah ekaristi.

KEKEJAMAN MENGAGETKANNYA
Menno menerapkan Firman Tuhan yang telah ia pelajari dalam pelayanannya sehingga ia mendapat reputasi yang lumayan sebagai seorang pengkhotbah (evangelis). Menno yang belum benar-benar menyadari implikasi dari pendirian Protestan pun menerima Alkitab sebagai doktrin yang berkuasa. Namun, ia terkejut dalam penelitiannya tentang baptisan pada tahun 1531. Menno meneliti Alkitab dengan tekun dan tidak menemukan laporan apapun tentang baptisan bayi.

Saat itu, ada peristiwa pemenggalan Sicke Snijder di Leeuwarden dengan alasan ia dibaptis ulang. Peristiwa ini menyebabkan Menno segera mendiskusikan hal ini dengan pastornya di kota Pingjum dan ia diberitahu bahwa anak-anak perlu dibaptis untuk dibersihkan dari dosa mereka yang original. Ketika ia membandingkan ide ini dengan Alkitab, ia mengambil kesimpulan bahwa baptisan bayi adalah suatu kesalahan besar. Akhirnya Menno merasa terganggu sehingga ia tidak sanggup melayani di kampung asalnya selama lebih dari satu tahun. Penderitaan yang dirasakan Menno lebih tak tertahankan lagi ketika 300-an pengikut Anabaptis yang mengalami penganiayaan dihukum mati oleh gereja Katolik, dan salah satu dari mereka adalah saudaranya sendiri. Sampai pada April 1535, Menno mempertimbangkan secara mendalam dan demi melepaskan kesengsaraan yang dialaminya, ia memilih untuk bertobat.

MENNO BERTOBAT
Setelat Menno bertobat, ia mulai lagi berkhotbah di depan umum. Dari mimbar, ia memberitakan cara pertobatan yang benar, menunjukkan kepada orang-orang jalan yang alkitabiah, menegur segala dosa, kejahatan dan penyembahan berhala, juga menunjukkan cara penyembahan yang benar, baptisan yang alkitabiah dan perjamuan Tuhan yang benar. Akhirnya, sebagai orang yang lahir baru dalam Yesus Kristus, Menno sadar akan ketidakpantasan seorang Anabaptis untuk berdiri di mimbar Roma Katolik, maka ia meninggalkan segala reputasi duniawi; nama dan ketenaran, kekejian yang tidak pantas sebagai orang Kristen, misa, baptisan bayi, dan kemiskinan rohani di bawah salib Kristus.

MENNO MENINGGALKAN KATOLIK
Menno menunggu selama 9 bulan sebelum ia mengidentifikasi dirinya dengan saudara-saudara seiman karena ia menghitung harga yang harus ia tanggung sebelum memikul salib Kristus. Setelah itu, ia mencari Anabaptis di daerahnya dan mulai menasehati mereka akan kesalahan-kesalahan gereja Roma Katolik, namun tidak banyak yang dapat ia menangkan. Kerinduan Menno akan kehidupan yang tenang dan damai untuk merenungkan lebih dalam lagi hubungan yang baru yang ia jalin ini mendorongnya untuk pindah ke kota Friesland, sebelah timur Belanda. Di tempat ini, Menno ditemui oleh suatu delegasi yang terdiri dari 7 atau 8 orang yang berasal dari Anabaptis yang alkitabiah. Mereka dengan penuh doa memohon kepada Menno untuk prihatin terhadap penderitaan dan keperluan jiwa-jiwa yang tertindas, juga mempergunakan bakat yang ia dapatkan dari Tuhan. Undangan dari saudara-saudara ini membuat hatinya merasa terganggu karena ia khawatir akan dirinya yang bersifat malu, kejahatan dan kekejaman dunia, kelicikan manusia, dan salib Kristus yang berat. Namun ia tidak mundur.

PENGANIAYAAN MENNO DIMULAI
Tidak diketahui kapan Menno dibaptis dan bergabung dengan perkumpulan Anabaptis. Pada 24 Oktober 1536, Herman dan Gerrit Jans ditahan atas tuduhan memberikan tumpangan kepada Menno Simons, yang dilaporkan sebagai kaum imam di Witmarsum. Sampai Oktober 1536, kepergian Menno dari gereja Roma Katolik dan pertaliannya dengan Anabaptis sudah diketahui pihak pemerintah. Mungkin ia dibaptis tidak lama sesudah meninggalkan Witmarsum pada awal 1536.

Lebih kurang setahun kemudian, ia ditahbiskan di Groningen, dengan tumpangan tangan oleh Obbe Philips. Menno kemudian memulai pelayanan yang aktif di kalangan Anabaptis yang alkitabiah dan tidak berkompromi. Pada awal 4-5 tahun pelayanannya, Menno bekerja dan tinggal di Groningen dan sebelah timur Friesland. Ia menikah dengan seorang dari Gertrude, mungkin pada tahun 1536.

Penganiayaan adalah suatu realita yang tidak dapat Menno elakkan. Menno menggambarkan kontras antara kehidupan seorang imam negara yang diberi gaji tinggi dengan kehidupan pengkhotbah Anabaptis: “Saya, beserta istri dan anak-anak telah menahan kegelisahan, penin dasan, penderitaan, kesengsaraan dan penganiayaan... Ya, ketika pengkhotbah-pengkhotbah tidur dengan tenang, kami biasanya harus bersembunyi di berbagai pojok... Kami harus berjaga-jaga ketika seekor anjing menggonggong karena takut akan polisi penahan yang mungkin telah tiba... Secara singkat, ketika mereka dengan agungnya diberi hadiah penghasilan yang besar dan waktu yang tenang, imbalan dan posisi kami adalah api, pedang dan kematian.” Gambaran Menno tentang kehidupan seorang Anabaptis yang selalu diusik ini tidaklah berlebihan, ada banyak saksi yang juga dapat memberikan kesaksian yang sama.

Pada 21 Januari 1539, suatu dekrit yang memberi perintah bagi semua Anabaptis untuk keluar dipublikasikan di provinsi Groningen. Menno sempat melarikan diri ke provinsi Friesland, di mana ia melanjutkan pelayanannya. Dalam kunjungan Menno ke Friesland sebelumnya, ia sempat tinggal di rumah Tjard Reynders, seorang yang saleh dan takut akan Tuhan.

PERBURUAN MENNO SEMAKIN INTENSIF
Tak lama sesudah itu, pada 8 Januari 1539, tuan rumahnya, Reynders, ditahan, dihancurkan pada sebuah roda dan dihukum mati. Pada tahun 1541, rencana-rencana juga dibuat oleh konselor-konselor Leeuwarden untuk menangkap Menno.

Selama Menno masih bebas, rencana pemberantasan Anabaptis lain tidak bias dilaksanakan. Pengampunan ditawarkan bagi Anabaptis yang sedang berada di dalam pengurungan, jikalau mengantarkan Menno ke tangan mereka, namun tidak ada Yudas yang datang.

Charles V, kaisar dari kerajaan Roma juga mempublikasikan sebuah dekrit, menawarkan 100 emas mata uang Belanda untuk kepala Menno. Semua orang diperintahkan supaya tidak memberikan makanan atau tempat tinggal kepada Menno, dan kepada pengikutnya untuk ditahan dengan segera. Pengampunan penuh atas pelanggaran apapun dijanjikan kepada siapapun yang membawa Menno ke tangan pemerintah.

Pada dua tahun berikutnya, Menno bekerja sekitar Amsterdam dengan sejumlah kesuksesan. Yang lebih mengherankan lagi, ia sempat menulis 3 buku pada awal pelayanannya di sebelah utara Holland yaitu: Baptisan Orang Kristen (1539), Fondasi Doktrin Kristen (1540), dan Iman Orang Kristen Yang Benar (1541).

MENNO MELARIKAN DIRI KE JERMAN
Pelayanan Menno di Amsterdam merupakan suatu selingan yang singkat sebelum ia memulai pelayanan di bagian utara Jerman pada tahun 1543. Di tempat inilah ia mencurahkan sisa hidupnya selama 18 tahun. Setelah pindah ke Jerman, Menno menaruh perhatiannya kepada masalah internal Anabaptis di area tersebut. Pada saat itu, ia dikenal sebagai pemimpin terkemuka gerakan itu. Posisi kepemimpin- annya berdiri bahkan lebih kokoh setelah kemurtadan Obbe Philips pada tahun 1540, dan dengan dipublikasikannya “Fondasi Doktrin Kristen” yang dicetak pada tahun yang sama.

Melihat pengaruh Menno di wilayah German utara dan Anabaptis Belanda, tidaklah mengherankan ketika ditemukan bahwa Anabaptis yang alkitabiah dikenal sebagai “Mennonites” atau “Menists”.

Selama kepemimpinan Menno, ada kumpulan-kumpulan yang ingin menjatuhkan Mennonites, yaitu pengikut-pengikut dari Jan van Batenburg dan David Joris. Batenburg menyokong doktrin-doktrin Katolik yang cukup berbahaya, sedangkan Joris, seorang yang dahulunya Anabaptis, mengklaim bahwa selain Alkitab, tulisan-tulisannya juga adalah karya yang diilhami. Menno memimpin Mennonites lepas dari kawanan-kawanan yang berkhianat ini dengan bantuan Dirk Philips, seorang penatua.

Setelah itu, muncul sebuah isu yang meragukan keilahian Kristus oleh Adam Pastor, yang juga seorang Anabaptis pada tahun 1542. Pastor mengajarkan bahwa Kristus tidak ada sebelum inkarnasi dalam wujud manusia dan Ia dipandang sebagai Tuhan hanya dalam pengertian bahwa Tuhan tinggal didalamnya. Dua pertemuan diadakan pada tahun 1547 di Belanda dan bagian utara German oleh penatua-penatua demi menyelesaikan persoalan ini, dengan harapan Pastor dapat diselamatkan dari ajaran sesat ini, namun mereka putus asa pada pertemuan kedua.

Menno tidak dapat menghilangkan pengalaman yang tidak menyenangkan ini dari pikirannya karena Pastor juga seperti dirinya, yaitu berlatar belakang seorang imam dan dalam hal lainnya, ia jelas adalah Anabaptis yang benar, menjunjung tinggi Firman Tuhan dalam hal iman dan penerapannya. Rasionalisme telah menyebabkan Pastor meragukan keilahian Kristus, walau ia mempertahankan Kristus sebagai satu-satunya mediator antara Allah dan manusia. Menno merasakan bahwa hal ini merupakan suatu ancaman yang genting, maka ia menulis sebuah buku kecil berjudul “Pengakuan terhadap Allah Tritunggal” untuk menetralkan pengaruh Pastor. Menno, seperti Anabaptis lainnya percaya sepenuhnya kepada tritunggal, sehingga ia menganggap serangan terhadap keilahian Kristus adalah suatu usaha untuk meretakkan fondasi iman kekeristenan.

Akan tetapi, pandangan Menno terhadap inkarnasi merupakan sumber kontroversi di kalangan Anabaptis. Ia percaya bahwa sifat jasmani Kristus adalah ciptaan baru oleh Roh Kudus di dalam tubuh Maria. Posisi Menno berbeda dengan pandangan bersejarah, karena Menno menyangkal bahwa Kristus menerima tubuh jasmaninya dari Maria. Argumennya berarah kepada Allah sebagai sumber kehidupan dan bukan manusia, maka Kristus menerima kehidupan, baik yang bersifat manusia atau ketuhanan, semuanya dari Tuhan. Lawan-lawan Menno tidak pernah berhenti menuduhnya sesat pada poin yang satu ini. Menno dipaksa untuk mendiskusikan doktrin inkarnasi ini dan diberi waktu yang tidak sebanding untuk mempertahankan pandangannya. Namun, Menno tidak pernah menyangkal kemanusiaan Kristus, ia juga tidak mencoba memisahkan kemanusiaan dan keilahian Kristus. Ia tahu bahwa inkarnasi adalah suatu proses yang melibatkan tingkat misteri tertentu yang tidak dapat tuntas dengan analisis yang rasional. Ia ingin menyingkirkan kemungkinan Kristus mewarisi sifat dosa, tanpa mengilahikan Maria.

Isu ini memunculkan perdebatan di Wismar pada musim dingin 1554. Perselisihan ini memberi sinyal kepada pihak pemerintah akan kekuatan dan pengaruh Mennonites yang bertambah semakin kuat. Sebelum musim panas 1554, Menno terpaksa pindah ke Hamburg di Oldesloe, setelah itu ke Wustenfelde.

Walaupun Menno menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dalam keadaan yang lumayan aman, tahun-tahun tersebut jauh dari ketentraman. Posisinya yang keras bahwa anggota gereja yang didisiplin harus dikucilkan, menyebabkan perpecahan. Setelah adanya goyangan dalam isu ini, Menno akhirnya keluar mengambil posisi yang lebih ringan. Dalam pertemuan di Strasbourg pada tahun 1557, Anabaptis Jerman dan Swiss keberatan dengan instruksi bahwa seorang suami atau istri juga harus mengucilkan pasangannya yang kena disiplin, dan mereka membuat petisi kepada Mennonites untuk mempertimbangkan lagi posisi mereka. Kritik akan posisinya yang keras ini menyebabkan Menno berdiri dan mempertahankannya. Tiga tahun sebelum kematiannya, Menno dalam karyanya “Instruksi Pengucilan” mengekspresikan kekhawatirannya: pertama, bahwa orang-orang telah keliru memahaminya; dan kedua, kalau larangan tersebut tidak diaplikasikan dengan tepat.

Perpecahan dan kebencian menyangkut larangan tersebut terus mengganggu Menno sampai pada hari kematiannya. Pada usianya yang ke-66, ia meletakkan Alkitab dan pulpennya. Setelah menderita penyakit, ia berubah kritis tepat pada hari peringatan ke-25 tahun penolakannya akan ajaran Katolik. Menno meninggal pada hari berikutnya, 31 Januari 1561 di rumahnya sendiri, dan ia dikuburkan di tamannya.

Kontribusi Menno yang terbesar kepada gerakan Anabaptis adalah karakter yang rendah hati dan meniadakan diri sendiri sampai pada akhirnya.

Disadur oleh: Daisy Anwar, B. Mus. (Buletin PEDANG ROH, Okt-Des 2008)
Terambil dari buku: The Anabaptist Story, karangan: William R. Estep.

ANDA MENDEKAT KE UJUNG MANA?

Jika kita percaya pada ayat-ayat Alkitab, maka kita pasti percaya bahwa langit dan bumi beserta seluruh kehidupan di dalamnya akan menuju ke satu titik akhir, yaitu kesudahan segala sesuatu. Rasul Petrus berkata, "kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa" (1 PETRUS 4:7)

Penciptaan Dua Makhluk Berakal Budi
Sejak Allah menciptakan dua makhluk, yaitu malaikat dan manusia, yang diberi akal budi dan kehendak bebas, maka faktor pikiran dan perbuatan kedua makhluk tersebut ikut menentukan akhir segala sesuatu. Karena Allah sendiri yang memberikan akal budi dan kehendak bebas, maka selagi mereka eksis sebagai malaikat dan manusia kehendak bebas itu tetap melekat pada mereka. Hasilnya, karena dalam diri mereka ada, maka makhluk tersebut bisa menentang pencipta mereka.

Mereka memiliki akal budi dan kehendak bebas, dan itu menjadikan mereka makhluk pribadi sebagaimana Allah adalah pribadi. Ingat, seorang anak yang dilahirkan, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, ia adalah pribadi. Setelah memiliki kemampuan bertindak, ia bisa menyenangkan hati orang tuanya, dan juga dapat sangat menyusahkan hati orang tuanya. Mengapa Allah mau menciptakan makhluk yang bisa menentangnya? Pertanyaannya hampir sama, mengapa orang melahirkan anak yang nanti besar bisa sangat menyusahkannya? Apa nikmatnya bagi seseorang untuk dihormati dan dipuji oleh sebuah mesin (robot)? Namun tentu ada kenikmatan bagi seseorang jika dihormati dan dikasihi oleh pribadi. Demikianlah Allah, Ia merindukan hormat, kasih, dan intinya segala sikap positif yang tidak diprogramkanNya, melainkan yang timbul dari ciptaan itu sendiri. Itulah alasan Allah menciptakan makhluk berakal budi dan berkehendak bebas. Malaikat dan manusia bisa memuji dan mengasihi Allah, namun juga bisa menentang Allah.

Lucifer memimpin sepertiga malaikat menentang Allah. Kejahatan itu timbul dari hati mereka karena mereka berakal budi dan berkehendak bebas. Mereka tidak dihasut oleh siapa-siapa. Kepada mereka Allah tetapkan akan dihukum dengan hukuman di Neraka. Dan sebutan terhadap mereka di kemudian hari adalah "iblis" untuk membedakan mereka dari malaikat lain yang tidak membangkang. Mereka tahu bahwa selain mereka ada makhluk lain yang juga berakal budi dan berkehendak bebas Tidak heran kalau kemudian mereka berusaha memojokkan Allah dengan menunjukkan bahwa semua makhluk berakal budi dan berkendak bebas akan mengikuti mereka untuk menentang Allah. Mereka akan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Allah kepada manusia untuk melihat manusia akan lebih percaya pada Allah atau mereka.

Mengapa Allah mengijinkan mereka mencobai manusia? Karena manusia diberi akal budi dan kehendak bebas, tentu baik kalau ada alternatif untuk melihat keputusan pemilihan dari akal budi dan kehendak bebas yang diberikan kepada mereka. Akhirnya manusia lebih percaya kepada iblis daripada Allah. Mereka bersikap sangat jahat kepada Allah yang sangat mengasihi mereka.

Upah dosa ialah maut (Rom.6:23). Tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah dosa selain dijatuhi hukuman. Selanjutnya Allah berjanji kepada manusia untuk mengirim Juruselamat (Kej.3:15). Tentu jika manusia ingin diselamatkan dari penghukuman ia harus percaya pada janji Allah. Sebelumnya manusia telah salah, lebih percaya pada iblis daripada Allah. Juruselamat akan datang, dan akan menggantikan manusia dihukumkan. Adam harus bertobat dan percaya bahwa Juruselamat AKAN menggantikannya dihukumkan.

Allah perintahkan manusia melaksanakan ibadah simbolik, menyembelih domba di atas mezbah, agar keturunan mereka tahu bahwa Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukum. Jalan keselamatan bagi mereka yang hidup sebelum penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN dihukumkan menggantikan mereka. Jalan keselamatan bagi yang hidup sesudah penyaliban Yesus ialah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang SUDAH dihukumkan menggantikan mereka. Seseorang harus menyatakan diri berdosa dan menyesali dosanya serta percaya bahwa Juruselamat akan/sudah dihukumkan menggantikannya, dan mengaminkan dirinya akan hidup bagi Sang Juruselamat.

Dari Adam hingga manusia yang terakhir, bagi yang bertobat dan mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan baginya dan yang sadar bahwa dirinya hidup bagi Sang Juruselamat, akan berakhir bersama Allah di Sorga. Sedangkan bagi yang tidak bertobat dan tidak mengaminkan Sang Juruselamat dihukumkan bagi dirinya akan berakhir bersama iblis di Neraka.

Kesimpulan dari semua itu ialah, terdapat dua akhir (ujung), bersama Allah atau bersama iblis. Anda pergi ke ujung yang mana?

IBLIS BERAKSI MENARIK MANUSIA KE PIHAKNYA
Program Allah menyelamatkan manusia melalui Juruselamat yang dijanjikan pertama dijalankan melalui ayah. Seorang ayah harus menyampaikan janji Allah kepada anak-anaknya, dan berusaha agar anak-anaknya percaya pada janji Allah.

Tetapi iblis merusak program ini melalui merusak ayah sehingga sampai pada zaman Nuh, hanya tinggal seorang ayah yang masih mengerti tentang ibadah simbolik. Hal pertama yang Nuh lakukan setelah keluar dari bahtera ialah membangun sebuah mezbah dan mempersembahkan seekor anak domba.

Kemudian setelah zaman menara Babel, manusia terserak sesuai dengan kelompok bahasa mereka. Allah berencana membangun sebuah bangsa untuk menggantikan posisi ayah sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). Abraham terpilih, dan melaluinya muncul bangsa Yahudi yang diperbudak empat ratus tahun di Mesir. Cara Tuhan membawa mereka keluar sungguh luar biasa, pada tulah ke sepuluh mereka harus menyembelih seekor anak domba dan memoleskan darahnya di pintu mereka membentuk salib. Dan ketika tiba di gunung Sinai mereka diresmikan sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK).

Mereka bertanggung jawab agar orang-orang di zaman PL percaya pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat, dan bersama-sama menantikan Sang Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Iblis berkali-kali menggagalkan fungsi bangsa Yahudi dengan menghasut mereka sehingga mereka terlibat penyembahan berhala, serta berbagai perbuatan amoral.

Tugas bangsa Yahudi selesai ketika Juruselamat yang dijanjikan tiba (Luk.16:16, Mat.11:13). Ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berseru, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia," (Yoh.1:29) maka genaplah tujuan seluruh rangkaian ibadah simbolik PL, dan selesailah tugas dan tanggung jawab bangsa Yahudi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran. Orang-orang PL akan masuk Sorga kalau mereka bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN menggantikan mereka dihukumkan, sedangkan orang PB percaya kepada Juruselamat yang TELAH dihukumkan menggantikan mereka.

GEREJA SEBAGAI TIANG PENOPANG dan DASAR KEBENARAN
Tuhan mendirikan jemaat yang disebut juga tubuhNya sebagai institusi untuk memelihara dan menyebarkan Injil ke seluruh muka bumi. Sebagaimana iblis telah merusak ayah pada zaman dari Adam hingga Sinai, dan mengganggu bangsa Yahudi pada saat mereka berfungsi sebagai TPDK, maka iblis juga tidak akan melepaskan pandangannya dari jemaat yang kini berfungsi sebagai TPDK (I Tim.3:15).

Iblis berhasil menyimpangkan sebagian gereja tidak lama setelah kepulangan para Rasul. Ia kemudian memakai Konstantin sebagai alat untuk mengawinkan gereja dengan negara (313 AD). Akhirnya terbentuklah Gereja Roma Raya (Universal/Katolik/Am). Banyak orang tidak tahu bahwa kata katolik itu sama artinya dengan am atau universal. Silakan periksa di berbagai kamus. Kemudian Gereja Roma yang Am itu bergerak menjadi gereja yang memonopoli penafsiran Alkitab. Siapapun yang menafsirkan Alkitab berbeda dari yang ditafsirkan oleh Gereja Roma yang Am, akan ditangkap dan dibakar, atau dipenggal atau berbagai siksaan yang lain, bahkan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh orang-orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus. Sekelompok orang Kristen yang tidak rela tunduk di gereja yang mereka nilai sesat, memisahkan diri dan membaptis ulang setiap orang dari gereja yang Am yang mau bergabung dengan mereka. Karena kata preposisi bahasa Yunani "ulang" itu ana, akhirnya mereka disebut kelompok Anabaptis, artinya kelompok pembaptis ulang.

Gereja Roma yang Am (Katolik/Universal) melancarkan penganiayaan yang dahsyat terhadap kaum Anabaptis dan setiap orang yang mencoba menafsirkan Alkitab berbeda dari mereka. Dr. Alberto R. Rivera, mantan imam Jesuit yang bertobat mengungkapkan bahwa dalam masa Inquisisi Gereja Roma yang Am membunuh sekitar 60 juta orang. Kalau ditambah dengan jumlah Anabaptis yang terbunuh lebih dari seribu tahun, jumlahnya pasti sangat mengerikan. Siapapun yang membaca riwayat hidup John Wyclife dengan serius, pasti akan berakhir dengan air mata yang berlinang. Wyclife hanya ingin memahami Alkitab dengan baik dan mau menjadi orang Kristen yang baik. Namun ia beserta pengikutnya dianiaya di luar batas. Sepeninggalnya Wyclife, semua pengikutnya ditangkap dan dibakar. Wyclife yang sudah meninggal digali kuburnya dan tulangnya juga dibakar.

Mereka mengajarkan keselamatan melalui acara misa, dan mencampurkan konsep dewa-dewi Yunani ke dalam gereja menjadi santo dan santa. Sebutan Bunda Allah bagi Maria sesungguhnya adalah penghujatan karena Allah tidak mempunyai ibu. Tidak pernah satu kali pun Yesus Kristus menyebut Maria bunda. Yang terjadi dalam Injil Yohanes 2:4, 19:26 sesungguhnya adalah kesalahan penerjemahan LAI. Kata bahasa Yunani yang dipakai adalah gunai = perempuan. Silakan cocokkan dengan Alkitab bahasa Inggris King James Version. Mereka juga mengajarkan keselamatan melalui baptisan dan sakramen ekaristi. Setelah lebih dari seribu tahun Gereja Roma yang Am menganiaya setiap orang yang berusaha mempelajari Alkitab, akhirnya seorang pemberani bernama Martin Luther tersentak oleh kesalahan yang sudah teramat menyolok. Demi mengumpulkan dana pembangunan gedung gereja di kota Roma, paus mereka mengeluarkan perintah kepada para imam untuk memberikan surat yang menyatakan bahwa dosa mereka akan didoakan dan diampuni jika mereka memberikan sumbangan dalam jumlah tertentu. Inilah yang dikenal dengan surat pengampunan dosa. Orang-orang yang telah dibodohi beratus bahkan beribu tahun tidak sanggup menyadari bahwa itu adalah penipuan rohani demi materi seperti yang juga dilakukan oleh banyak "pendeta" hari ini.

Kesuksesan Martin Luther tidak berarti ia lebih hebat dari John Wyclife. Perbedaannya adalah di zaman Wyclife belum ada alat cetak, Alkitab belum dalam bentuk cetakan dan beredar di masyarakat seperti pada zaman Luther (1517). Ide Luther segera beredar di masyarakat sehingga membuat Gereja Roma yang Am tidak bisa bertindak brutal terhadapnya. Lagi pula teman-teman Luther menculik dan menyembunyikannya di sebuah puri untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman dan langsung dicetak. Sungguh Luther adalah seorang yang sangat hebat, cuma sayang sekali dia tidak sanggup melihat kesalahan sistem Gereja Roma yang Am (GRA). Ia tidak dapat melihat bahwa GRA bukanlah Kristen murni melainkan gabungan beberapa agama. Ia melihat 95 kesalahan GRA (katolik) sebagai kesalahan pemimpin-pemimpin mereka saja. Inilah yang menyebabkan gereja Lutheran masih mengadopsi sistem gereja yang Am.

GERAKAN ORDO DE JESUIT
Tidak lama setelah Martin Luther menggetarkan GRA, pada tahun 1536 John Calvin menerbitkan buku The Institution of Christian Religion untuk menghambat kemajuan pemberitaan Injil. Ia mengajarkan konsep predestination yang intinya nasib semua orang bahkan segala tindakan manusia telah Allah tetapkan dalam sebuah dekrit dalam kekekalan. Anak Sekolah Dasar saja pasti bisa menyimpulkan bahwa menurut Calvin jumlah orang yang akan masuk Sorga sudah ditentukan sejak kekekalan sehingga tidak dibutuhkan semangat maupun ketekunan untuk memberitakan Injil, karena sekalipun anda rajin tidak akan menambah dan anda malas juga tidak akan mengurangi jumlahnya.

Tidak cukup dengan itu tahun 1548 Don Inigo (Ignasius) dari Loyola, seorang tentara Spanyol yang haus kemenangan, menghadap paus mereka untuk mendirikan sebuah ordo yang disebut The Jesuit Society atau Ordo Jesuit. Ia bersumpah untuk membawa kembali "pembangkang-pembangkang" yang telah meninggalkan GRA, berapapun biayanya dan apapun caranya. Baik Michael de Semlyen mapun Dr. Alberto Rivera menyatakan bahwa salah satu proyek Ordo Jesuit adalah Gerakan Ekumene. Mereka bekerja siang malam menggunakan seribu satu cara untuk membawa semua gereja masuk kembali ke dalam genggaman GRA. Satu persatu pemimpin denominasi digiring untuk pergi ke Roma mencium tangan paus GRA.

Siapa bisa menyangka orang seperti Billy Graham bisa digiring ke Roma untuk mencium tangan Yohanes Paulus? Dalam buku The Tragedy of Compromised, Ernest D. Pickering mencatat dengan rapi pergerakan Billy Graham dari seorang Kristen Fundamentalis yang bergeser ke Injili dan menjadi Liberal hingga akhirnya menjadi seorang Pluralis yang percaya bahwa ada kebenaran dalam iman agama lain. Semua itu berawal dari penerimaan Doctor Honoriscausa yang diberikan oleh universitas Katolik.

Ketika penulis membaca di Internet bahwa pemimpin Menonite pergi ke Roma untuk mencium tangan paus GRA, penulis tertegun merenungkan penderitaan Menno Simons (pendiri Menonite) yang disiksa GRA ketika beliau bergabung dengan kaum Anabaptis beberapa abad lalu. Mengapa para pengikutnya mengkhianatinya dan pergi mencium "tangan jabatan" yang telah menyiksanya?

Tidak salah kalau Michael de Semlyen memberi judul bukunya All Roads Lead to Rome yang isinya memaparkan bahwa semua jalan akan memimpin ke Roma. Semua denominasi kekristenan akan digiring kembali ke bawah genggaman Gereja Roma yang Am. Dave Hunt menulis dalam bukunya A Woman Rides the Beast menggambarkan bahwa GRA adalah beast yang dimaksudkan dalam Wahyu 17: 1-5. Dan banyak orang tidak tahu bahwa Europe Union telah menetapkan lambing mereka yaitu seorang perempuan yang menunggang binatang. Patung perempuan menunggang binatang yang terbuat dari lempengan perunggu dipajang di depan kantor EU di Brussell.

Itu semua belum cukup mengagetkan. Koran Suara Pembaruan tanggal 23 Agustus 2008, pada halaman 28 memuat berita Katolik - Protestan Tanpa Tembok Pemisah sungguh membuat penulis shock. Sebabnya ialah Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) memprakarsai diskusi yang mengambil thema "Bagaimana Menjembatani Umat Katolik dan Protestan," dengan pembicara dari Katolik Romo Yohanes Indrakusuma dan dari Prostestan Pdt. Samuel Budiprasetia.

Bagaimanakah cara menjembatani antara penyembah berhala dengan orang Kristen lahir baru? Bagaimanakah cara menjembatani antara kelenteng dengan gereja? Jawabannya hanya satu, bertobat dan percaya pada Yesus Kristus dengan doktrin yang alkitabiah! Apakah yang rasul Petrus lakukan terhadap orang Yahudi, dan yang Paulus lakukan terhadap orang Athena? Berkhotbah dengan keras agar mereka bertobat dari kesalahan mereka yang akan membinasakan mereka!

Ingat, Ignatius Loyola, pendiri ordo de Jesuit, bersumpah akan membawa kembali mereka yang meninggalkan GRA, dan setelah sekian ratus tahun ia mulai menuai hasil. Mereka telah berhasil menyusupkan orang Dalam orang mereka ke berbagai denominasi Protestan. Pertama mereka merusak doktrin agar tidak ada lagi alasan untuk berjuang. Tanpa doktrin yang alkitabiah anggota jemaat tidak mungkin dilahirkan kembali di dalam Kristus, dan mustahil mereka dapat melihat kesalahan GRA. Tanpa ketajaman doktrin orang Kristen tidak sanggup melihat perbedaan GRA dengan gereja-gereja alkitabiah. Kedua mereka melemahkan semangat penginjilan dengan berbagai cara, termasuk menghembuskan doktrin yang mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan orang yang akan masuk Sorga dan Neraka.

ADA DUA UJUNG
Jelas sekali ada dua ujung antara Gereja Roma yang Am (GRA) dengan GBIA (Gereja Baptis Independen Alkitabiah) Graphe. GRA adalah gereja yang oleh Dave Hunt digambarkan sebagai penggenap nubuatan Wahyu 17:1-5, sedangkan GBIA Graphe adalah gereja yang berjuang mati-matian untuk kebenaran Alkitab. Ada orang yang merasa keki mengirim sms kepada penulis yang bunyinya, "bisakah anda buktikan kalau GRAPHE gereja yang paling benar?" Dan penulis menjawabnya, "silahkan anda cari sesuatu di Graphe yang tidak alkitabiah. Kalau gereja lain berani berkata demikian saya akan segera kasih tahu mereka kesalahan gereja mereka."

Kalau kita gambarkan keadaan kebenaran dokrinal dengan sebuah garis lurus, maka Gereja Roma yang Am (GRA) di ujung yang satu sedangkan GRAPHE ada di ujung yang lain. Ketika anda mendekat pada GRA maka anda akan semakin menjauh dari GRAPHE, dan demikian sebaliknya. Di saat kedatangan Tuhan semakin mendekat, pemilihan ke salah satu ujung akan semakin mendesak. Dengan rendah hati saya mengundang anda mendekat ke ujung di mana kami berdiri, yaitu kebenaran yang alkitabiah. Kalau anda dapatkan sesuatu yang tidak alkitabiah pada Graphe, tolong jangan sungkan beritahu kami. Perhatikan nasehat Salomo, "Belilah kebenaran, dan jangan menjualnya..." (Ams.23:23). Mumpung harganya masih murah.

Sumber: Jurnal Teologi GITS, PEDANG ROH edisi 57 Okt-Des 2008 halaman 1-3
AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Senin, 22 Desember 2008

ARGUMENTASI TENTANG PEMELIHARAAN KESELAMATAN YANG ALKITABIAH

Oleh: Suhento Liauw,D.R.E., Th.D (Gembala GBIA Graphe, Jak-Ut)

BAGIAN DUA

Lalu seseorang bertanya, “kalau begitu ada kemungkinan Pak Suhento akan menyangkal?” Jawabannya, setiap orang yang masih bebas berpikir dan bebas memutuskan sesuatu dengan pikirannya bisa saja menyangkal. Tetapi tiap-tiap orang bisa memastikan dirinya untuk tidak mau menyangkal. Saya hanya bisa memastikan diri saya untuk tidak menyangkal, tetapi tidak bisa memastikan orang lain tidak akan menyangkal, bahkan saya tidak bisa memastikan istri saya tidak akan menyangkal. Ia harus memastikan dirinya sendiri. Agar orang yang menjadi murid tidak menyangkal, Tuhan berkata bahwa orang yang akan menjadi muridnya harus memikul salibnya. Ada yang menafsir istilah memikul salibnya itu artinya menderita. Tetapi jelas sekali bahwa memikul salibnya itu bukan sekedar menderita, melainkan siap mati, karena setiap orang yang diberi salib untuk dipikul pastilah orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Jadi, seorang murid yang sudah siap mati untuk gurunya adalah seorang yang telah memastikan diri untuk tidak menyangkali Sang Guru. Tetapi seorang murid yang mencari kesenangan dan ketentraman apalagi yang tidak berani menderita, sangat mungkin akan menyangkal kalau penganiayaan datang menimpanya. Seorang murid Tuhan yang berusaha memastikan diri untuk tidak akan menyangkal adalah seorang yang memutuskan bahwa sekalipun semua uang yang ada di Bank Central di seluruh dunia diberikan kepadanya, itu tidak dapat menggodanya untuk menyangkali Juruselamatnya. Pastikan dirimu, dan kuatkan orang lain, jangan mencemooh mereka.

Dalam Lukas 8:13, dalam perumpamaan penabur, Tuhan mengatakan bahwa “yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka PERCAYA sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.” Kata Yunani di balik kata murtad ialah apistantai yang berarti mundur dari iman.Tuhan mengatakan bahwa orang itu telah percaya, sekali lagi TELAH PERCAYA (pisteuousi) walaupun sebentar. Kemudian orang itu mundur dari iman ketika menghadapi pencobaan. Mudah-mudahan tidak ada yang berkata begini, Ah…Tuhan, Engkau tidak tahu, sebenarnya orang itu belum percaya, engkau sembarangan ngomong, karena menurut dosen saya kalau seseorang murtad berarti memang sejak semula ia belum percaya. Dan lagi Tuhan, sekalipun engkau berkata bahwa mereka yang telah percaya bisa murtad, saya tetap lebih percaya kepada dosen saya, dan lagi saya sudah berhutang budi, dan juga telah terlanjur ada di dalam sinode itu dan menikmati semua fasilitas sinode itu dan lagi dalam satu sinode kami tidak boleh berbeda pendapat.

Ketika Paulus menulis I Tim.4:1 ia berkata, “tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran-setan-setan.” Kata Yunani di balik kata murtad di sini kalau diterjemahkan secara langsung apostesontai tines tes pisteos maka berarti BERPISAH DARI IMAN sebagaimana di dalam King James Version diterjemahkan depart from the faith. Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa orang tersebut sebelumnya telah memiliki iman (faith / pisteos) dan kemudian berpisah dari iman yang semula diyakininya.

Sesungguhnya tugas penggembalaan itu ialah mengajar jemaat agar mereka benar-benar berakar agar ketika pencobaan datang mereka tidak mundur dari iman dan juga menguatkan jemaat agar mereka tidak menyimpang dari iman yang bisa menyebabkan mereka tidak percaya lagi atau menyangkal Juruselamat mereka. Ingat, semua dosa kita telah ditanggung Tuhan. Tetapi penanggungan itu tidak bisa diperhitungkan kepada kita jika kita menyangkaliNya atau menyimpang dari iman yang benar kepadaNya.

Kelihatannya teman kita yang percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan murtad itu karena mereka mencampuradukan dosa perbuatan dengan dosa doktrinal. Sikap mereka itu muncul sebagai reaksi terhadap pandangan yang mengajarkan bahwa kalau seorang beriman jatuh ke dalam dosa maka orang itu akan terhilang dari hadapan Tuhan. Padahal seorang beriman menjadi murtad dan binasa itu jelas bukan karena jatuh ke dalam dosa melainkan karena disesatkan oleh pengajaran lain. Pandangan bahwa seorang beriman tidak akan murtad itu salah. Mereka percaya bahwa seseorang yang telah diselamatkan masih bisa jatuh ke dalam dosa. Sedangkan murtad (tidak percaya lagi atau menyangkal) itu adalah salah satu dosa. Kalau jatuh ke dalam dosa biasa, artinya yang selain menyangkali iman, dosa itu telah ditanggung Tuhan di kayu salib. Tetapi jelas sekali penyaliban Tuhan tidak mungkin menanggung jenis dosa doktrinal (tidak mempercayaiNya lagi atau penyangkalan terhadap Dia). Itulah sebabnya dalam keadaan apapun, atau jatuh ke dalam dosa yang bagaimanapun, seorang beriman harus tetap di dalam kasih karunia Tuhan, artinya tetap percaya kepadaNya. Jangan menyangkal Tuhan atau meninggalkan Tuhan, melainkan mengaku dosa itu kepada Tuhan karena Ia setia dan adil (I Yoh.1:8-9) dan Ia akan mengampuni.

Kematian Kristus itu menanggung dosa isi dunia (Ibr.2:9, I Yoh.2:2, Yoh.1:29), berarti telah menanggung semua dosa saya, baik yang dulu, yang sekarang, bahkan yang saya belum buat. Ketika saya percaya kepadaNya, maka saya DIPERHITUNGKAN telah dihukumkan di dalam Dia. Semua dosa saya telah diambil alih dan Ia memberikan kepada saya kebenaran dan kesucianNya. SEJAK SAYA DISELAMATKAN, TIDAK ADA DOSA YANG DAPAT MEMISAHKAN SAYA DARI KRISTUS KARENA SEMUA DOSA SAYA TELAH DITANGGUNGNYA. Saya tidak tahu bisa atau tidak seseorang menolak Roh Kudus, atau menyangkal Allah, yang jelas Alkitab saya mengatakan kepada diri saya bahwa saya harus teguh berpegang pada Injil, kalau tidak saya akan menjadi sia-sia dalam percaya (I Kor.15:2). Dan Alkitab saya dalam Rom.11:22 juga mengatakan bahwa saya harus TETAP DALAM KEMURAHANNYA dan jika tidak SAYA PUN AKAN DIPOTONGNYA. Dan dalam II Yoh.9, saya dinasehatkan untuk tetap tinggal di dalam ajaran Kristus, kalau saya keluar maka saya tidak memiliki Allah. Yoh.15:6 memberitahukan saya bahwa saya harus tinggal di dalam Kristus, kalau tidak saya akan dibuang ke luar dan dibakar. JADI, JIKA DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ALLAH, MAKA KITA MELIHAT PEMELIHARAAN ALLAH. SEBALIKNYA JIKA KITA MELIHAT DARI SUDUT PANDANG MANUSIA, MAKA KITA MELIHAT TANGGUNG JAWAB MANUSIA.

Ayat-ayat tersebut akan ditafsirkan lain kalau seseorang terlebih dulu memiliki sebuah obsesi yang diajarkan sejak anak-anak dan menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan obsesinya. Dulu saya pernah mempunyai konsep atau obsesi seperti Calvinis, mempercayai bahwa sekali seorang diselamatkan maka apapun yang terjadi ia pasti selamat. Setiap orang yang menyimpang dari iman saya katakan bahwa orang itu tadinya memang belum percaya. Tetapi kini saya mengerti dengan lebih baik bahwa di dalam rahasia penyelamatan Allah, Ia bertindak, namun Ia juga mau manusia turut bertanggung jawab untuk bertobat dan percaya dan kemudian bertekun di dalam iman.

Ketika seseorang mau memasuki sebuah ruangan “keselamatan”, sebelum membuka pintu, ia dihadapkan dengan tulisan di pintu bagian luar “bertobatlah dan percayalah.” Sesudah ia bertobat dan percaya maka ia masuk ke dalam ruangan keselamatan, tetapi ia belum masuk ke dalam ruangan kekekalan. Di sebelah luar pintu ruangan kekekalan ia dihadapkan dengan tulisan “bertekun di dalam iman” atau “setia sampai mati” atau “tetap di dalam ajaran Kristus.” Setelah dia bertekun hingga akhir, maka ia masuk ke dalam kekekalan. Kemudian ia menoleh untuk melihat masa lalu dan ia pasti mendapatkan bahwa Allah yang memeliharanya dan memegangnya dan memberinya kekuatan untuk bertekun di dalam iman sampai akhir sama seperti ketika ia melewati pintu ruangan keselamatan ia menoleh dan melihat bahwa ia telah dipilih Allah sebelum dunia dijadikan.

Kita harus mengambil keputusan untuk bertobat dan percaya, itu benar, dan kita telah dipilih sebelum dunia dijadikan juga benar karena kedua-duanya ada ayat pendukungnya. Hal yang bersamaan dengan itu ialah kita harus bertekun dan setia dan tetap tinggal di dalam ajaran Tuhan, itu benar (Kis.14:22, Kol.1:23), dan kita dipegang, dipelihara, juga benar karena kedua-duanya juga ada ayat pendukungnya. Inilah yang disebut oleh Paulus rahasia iman atau misteri iman (I Kor.4:1, Ef.3:4, 6:19, Kol.1:26, I Tim 3:9, 16). Masalah bertobat dan dipilih, bertekun dan dipegang adalah masalah satu koin dengan kedua sisinya atau satu daun pintu dengan kedua belah pihaknya. JIKA DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ALLAH, MAKA ALLAHLAH YANG MELAKUKAN SEGALANYA, DAN KALAU DILIHAT DARI SUDUT PANDANG MANUSIA, MAKA MANUSIA BERTANGGUNG JAWAB ATAS SIKAP DAN PERBUATANNYA. Kalau kita tidak berhati-hati, maka kita akan jatuh ke jurang Calvin atau ke jurang Arminius.

Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu saya dapatkan suatu prinsip yang bekerja, yaitu otoritas Allah berjalan seiring dengan tanggung jawab manusia. Contoh yang paling awal, Allah yang mengijinkan kejatuhan Adam dan Hawa atau kesalahan Adam dan Hawa sendiri ketika mereka makan buah terlarang, mengingat ucapan Tuhan bahwa seekor burung pipit pun tidak akan jatuh tanpa seijin Bapa? Jawabnya, Allah memang mengijinkan kejatuhan manusia, dan manusia juga bertanggung jawab atas kejatuhannya. Kalau kita ditanya lagi, “Yudas ditetapkan untuk menjual gurunya atau ia sendiri yang berinisiatif untuk menjual gurunya?” Jawabnya adalah, kalau dilihat dari sudut pandang Allah maka Yudas dipilih untuk menggenapkan nubuatan Zak 11:12. Tuhan tahu persis keadaan Yudas dan Tuhan tetap memilihnya (Yoh.13:11), bahkan Tuhan memberinya roti sambil berkata, “apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi di satu pihak kita juga melihat bahwa Yudas dituntut bertanggung jawab atas tindakannya sehingga Tuhan berkata bahwa lebih baik kalau ia tidak dilahirkan (Mat.26:24). Jadi kalau dilihat dari sudut pandang Allah yang maha kuasa, yang berotoritas absolut, maka Yudas seperti terperangkap dalam sebuah nubuatan yang baginya tidak ada pilihan. Tetapi jika dilihat dari sudut pandang manusia yang diberi akal budi dan kebebasan untuk berpikir serta memutuskan, maka Yudas telah berpikir dan telah memutuskan sebagaimana layaknya seorang manusia yang berakal sehat dan bebas dan ia harus menanggung resiko dari keputusannya dan perbuatannya.

Prinsip tanggung jawab manusia dan otoritas Allah yang berjalan seiring ternyata bukan hanya teori belaka, bahkan kita temukan terapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sebuah pesawat menabrak gunung di dekat bandara Medan dan menurut kabar burung bahwa itu akibat kesalahan manusia (human error) yang memberi pengarahan dari bawah, seorang ibu bertanya kepada saya, “pak pendeta, kalau menurut pak pendeta, itu kehendak Tuhan atau kesalahan manusia dalam peristiwa kejatuhan pesawat itu?” Saya menjawab, “itu tergantung kita melihat dari mana. Kalau kita melihat dari sudut pandang Allah yang maha tahu dan maha kuasa, jika Tuhan tidak mengijinkan, maka pesawat itu tidak akan jatuh. Tetapi kalau kita lihat dari sudut pandang manusia, maka itu adalah akibat kesalahan orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan itu, dan mereka harus bertanggung jawab.” Jika ada seseorang mati ditembak oleh seorang penjahat, kita tahu bahwa kematian orang tersebut adalah akibat perbuatan penjahat yang pantas dihukum, dan penjahat itu harus dicari dan dihukum. Tetapi kita juga tahu bahwa tanpa diijinkan Allah yang maha kuasa maka tidak ada satu peluru pun akan menyentuh tubuh orang tersebut.

Jika seseorang percaya bahwa keselamatan (salvation) diperoleh bukan karena pemilihan saja, melainkan juga oleh pertobatan dan iman orang yang bersangkutan, artinya ada unsur tanggung jawab manusia yang berjalan seiring dengan otoritas Allah, maka ia seharusnya juga percaya bahwa pemeliharaan keselamatan yang telah diperoleh itu juga oleh unsur tanggung jawab manusia dan otoritas Allah. Doktrin Keselamatannya akan bersifat kontradiktif jika ia menolak pemilihan mutlak (unconditional election) gaya Calvinis sementara itu menerima pemeliharaan (perseverance) mutlak yang bersifat Calvinis.

Namun argumentasi apapun dari pihak arminianis ia tetap harus mempertimbangkan dan menanggapi ayat-ayat berikut; Yoh.6:37, 44, 10:27-28, I Yoh.2:19 dll.. Demikian juga dengan calvinis, ia tidak boleh ngotot dengan ayat-ayat tersebut di atas melainkan juga harus mempertimbangkan dan berusaha memberi jawab atas ayat-ayat berikut dengan akal sehat dan kontekstual, yaitu; Mat.10:33, Rom.11:22, I Kor.15:2, II Tim.2:12, Ibr.6:3-8, I Yoh.5:16, Yak.5:19-20 dll.. Setelah pandangan arminius dan pandangan calvinis diselidiki dengan seksama, maka pasti akan sampai kepada kesimpulan bahwa arminianis melihat dari sudut pandang manusia dan calvinis melihat dari sudut pandang Allah.

Akhirnya, yang menjadi tanggung jawab manusia ialah bertobat dan percaya, memegang teguh kebenaran, setia sampai mati, tetap di dalam anugerah Tuhan dan lain sebagainya. Sedangkan dari pihak Allah kita diberitahukan bahwa Ia memilih kita sejak dunia belum dijadikan oleh kemahatahuanNya (foreknowledge) dan Ia juga memberi kekuatan pada kita dalam menjalani kehidupan kekristenan kita. Bahkan ia memegang kita sehingga tidak ada yang dapat merampas kita dari tanganNya. Kedua pandangan tersebut benar, tetapi tentu lebih benar lagi kalau kita bisa melihat kebenaran secara menyeluruh bahwa ada misteri kedaulatan Allah yang berjalan seiring dengan tanggung jawab manusia.

Sebagai seorang yang cinta kebenaran, anna-baptis sejati, yaitu yang berjuang demi kebenaran sekalipun perlu mengorbankan kepala, kalau ada argumentasi yang lebih alkitabiah, saya siap mengikuti argumentasi yang lebih alkitabiah itu. Saya selalu memegang prinsip bahwa kebenaran dicapai melalui argumentasi dari otak yang dingin bukan dari hati yang panas. Kiranya kemuliaan hanya untuk Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus semua dosaku.

INJIL DI DISCOUNT?

Untuk menarik pembeli, para pengecer biasanya memasang beraneka ragam iklan baik di media cetak maupun di media TV. Tujuan pemasangan iklan ialah agar pembeli datang dan membeli sehingga penjual mendapat keuntungan. Kalau ternyata tidak ada keuntungan maka pasti akan dipikirkan cara lain.

Cara lain yang lazim selain sekedar iklan ialah mengumunkan discount besar-besaran. Dengan program discount biasanya pembeli bisa membludak hingga penjual kewalahan untuk melayani.

Lalu, bagaimana kalau Injil didiscount biar orang yang datang mendengarkannya juga ramai membludak?
Ada banyak kesamaan antara menawarkan (bukan menjual) sesuatu dengan memberitakan Injil. Tetapi jelas ada banyak perbedaan yang sangat prinsipil dalam menjual sesuatu dengan memberitakan Injil. Banyak orang Kristen yang bergelut di dunia bisnis tidak mencoba merenungkan persamaan dan perbedaannya sehingga sebagian dengan tanpa pertimbangan menerapkan sistem berbisnis dalam pemberitaan Injil. Padahal jelas persamaannya lebih sedikit daripada perbedaannya.

Selanjutnya marilah kita membahas persamaan dan perbedaan antara berbisnis dengan memberitakan Injil.

1.Menawarkan Bukan Memaksa

Persamaan antara penjual dengan pemberita Injil ialah kedua-duanya adalah sebuah pekerjaan yang bersifat menawarkan sesuatu. Penjual yang baik sebagaimana pemberita Injil berusaha hanya sampai pada batas menawarkan bukan memaksa orang membeli atau menerima tawarannya.

Kekristenan yang alkitabiah tidak memaksa orang menerima Injil, bahkan tidak setuju dengan Kristen keturunan. Semua orang yang mau menjadi Kristen harus melalui keputusan kesadarannya. Anak orang Kristen diajar pada waktu kecil dan setelah ia akil balik, ia tetap harus ditawarkan Injil untuk diputuskannya sendiri.

2.Menawarkan Sesuatu Yang Dibutuhkan

Walau sesederhana apapun barang yang diperdagangkan, penjualnya melakukan itu karena ia yakin barangnya dibutuhkan atau berguna. Lebih lagi Injil yang disampaikan oleh seorang pemberita Injil. Ia harus yakin bahwa Injil yang diberitakannya itu sangat dibutuhkan pendengarnya.

Selanjutnya tentu ada perbedaan yang sangat besar antara berbisnis dengan memberitakan Injil.

1.Satu Mencari Keuntungan & Satu Memberi Dengan Cuma-cuma

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua bisnis bermotivasi mencari keuntungan. Sekalipun sudah dijual dengan harga obral, toh masih dipikirkan segi untung-ruginya. Setidaknya pemilik akan memakai falsafah lebih baik rugi sedikit daripada harus rugi banyak. Tetapi pemberitaan Injil bukan dimotivasi oleh keuntungan materi. Yang dipikirkan oleh pemberita Injil ialah jiwa yang bisa diselamatkannya.

Untuk itu tidak boleh melihat faktor untung-rugi secara materi didalam pemberitaan Injil ke sebuah daerah, atau memulai sebuah jemaat di suatu lokasi. Usaha pemberitaan Injil itu pasti rugi secara materi bahkan bisa kehilangan nyawa. Oleh sebab itu sikap alkitabiah di dalam mendirikan jemaat itu bukan berlomba mendirikan jemaat yang lebih besar, dan dana gereja mana yang lebih banyak dan lain sebagainya yang materialistis.

2.Satu Bersifat Materi & Satu Rohani

Pusat orientasi bisnis ialah meraup keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Sedangkan pusat orientasi penginjilan ialah menyelamatkan orang dari Neraka sebanyak-banyaknya.

Di mata seorang pelaku bisnis hanya ada uang, dan mengukur segala sesuatu dengan jumlah materi. Menempatkan posisi kehormatan seseorang dari level kekayaannya. Sering kita mendengar orang berkata, Aorang-orang di situ bukan level dia,@ maksudnya tingkat kekayaan mereka jauh berbeda.

Sementara itu di mata seorang pemberita Injil itu hanya ada jiwa yang akan terhilang dan yang telah diselamatkan. Dan nilai jiwa itu jauh sekali di atas materi. Seorang pemberita Injil memang masih memerlukan materi tetapi bukan seorang yang terpengaruh oleh materi apalagi tergantung pada materi.

* Kesimpulan kita ialah bahwa ada perbedaan yang besar antara berbisnis dengan memberitakan Injil. Oleh sebab itu tidak dapat dibenarkan untuk menerapkan metode, falsafah berbisnis ke dalam tindakan pemberitaan Injil.

Kalau untuk menghabiskan stock pebisnis mengobral dagangannya dengan discount besar-besaran, Injil tidak boleh diperlakukan demikian. Nilai Injil atau substansi Injil itu tidak boleh dikurangi sedikitpun.

Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat, tidak bisa didiscount menjadi salah satu. Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang melaluinya kita bisa diselamatkan. Dari Adam hingga manusia terakhir kalau mau masuk Sorga ia harus percaya kepada Yesus. Mengapa?

Yesus menanggung dosa isi dunia (Yoh.1:29, I Yoh.2:2, Ibr.2:9), itu jangan didiscount menjadi hanya menanggung dosa orang pilihan saja. Karena dosa seisi dunia telah ditanggung, maka siapapun yang percaya kepada Yesus, semua dosanya akan diperhitungkan Allah telah tertanggung (I Tim.4:10, Rom.8:1). Yang tidak percaya itu diperhitungkan sebagai yang tidak menerima tawaran anugerah dari Allah. Pokoknya Injil tidak boleh didiscount seperti pakaian dll.

Juga tidak boleh ditambah harganya dengan perbuatan baik, baptisan, kerajinan ibadah dan lain sebagainya. Tindakan itu sama dengan perbuatan korupsi karena harganya dari Tuhan sudah ditetapkan. Perbuatan baik, baptisan, kerajinan beribadah itu dilakukan sesudah seseorang diselamatkan bukan untuk diselamatkan.

Kalau barang dagangan di Supermarket didiscount itu akan menguntungkan pembeli. Tetapi kalau Injil didiscount, maka penerimanya akan masuk ke Neraka.

Oleh sebab itu pembaca, tolong periksa Injil yang telah anda terima, apakah harga sesuai dengan ketetapan Tuhan. Saya sangat kuatir, jangan-jangan didiscount atau dinaikkan harganya oleh Asalesmen@ gadungan yang tidak terdaftar di buku induk Tuhan.***
(www.graphe-ministry.org)

IBLIS AKTIF MEMBERITAKAN INJIL

Pada saat Paulus menulis bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus (I Kor.12:3), itu benar. Pada saat itu nama Yesus bukanlah nama yang bisa mendatangkan keuntungan materi, melainkan malapetaka bagi yang menyebutnya. Terlebih lagi ketika pemerintah melancarkan penganiayaan yang intensif terhadap pengikut Yesus.

Dan Tuhan Yesus pernah berkata, Abarangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita@ (Mrk.9:40). Ungkapan ini biasanya ditafsirkan sebagai patokan untuk menilai siapa musuh dan siapa teman. Seolah-olah setiap orang yang tidak melawan kekristenan secara aktif adalah teman kita.

Namun bagaimanakah jika kita pertimbangkan juga ayat-ayat seperti, “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang (Mat.24:4-5). Ternyata menurut ayat ini, si penyesat itu bukan hanya berani menyebut Yesus itu Tuhan bahkan ia berani berkata bahwa ia sendiri adalah Yesus Tuhan itu.

Dengan adanya ayat-ayat tersebut di atas, orang Kristen harus berhikmat dalam menafsirkannya. Pertama, pada I Kor.12:3 tidak dikatakan bahwa hal itu akan berlaku sepanjang masa. Kita bisa mengatakan demikian karena pada Injil Matius 24:4-5, Tuhan mengatakan bahwa pada akhir zaman penyesat akan memakai namaNya. Ia bukan hanya berani menyebut-nyebut Yesus itu Tuhan seperti dalam Mat.7:21, bahkan hingga menyebut dirinya Mesias dan Tuhan. Untuk situasi normal dan situasi pada umumnya Mrk.9:40-lah yang masuk akal. Sedangkan Mat.24:5 itu situasi khusus misalnya oleh penyusup atau seorang agen rahasia musuh.

Bahkan bisa jadi juga justru setelah iblis membaca tulisan Paulus tersebut ia langsung mendapat ilham untuk menipu orang Kristen lugu dengan menyebut-nyebut Yesus adalah Tuhan agar orang Kristen bisa menerimanya sehingga penyusupan berlangsung dengan mulus.

Ketika saya mengatakan bahwa sekarang ada banyak Anabi@ palsu yang memakai nama Yesus mengusir iblis, seseorang langsung protes, Abagaimana mungkin, karena Tuhan Yesus berkata bahwa kalau iblis mengusir iblis maka kerajaannya akan hancur.@ Saya menjawabnya, Abetul, jika pengusirannya adalah sungguhan. Tetapi bagaimana kalau mereka bersandiwara agar anda percaya bahwa yang mengusir itu dari Tuhan padahal itu tetap dari iblis juga?@

Banyak orang Kristen bersikap terlalu lugu. Mereka tidak mempertimbangkan sama sekali aspek penyusupan, padahal Tuhan sudah wanti-wanti bahwa akan ada banyak serigala yang berbulu domba. Orang Kristen harus waspada, kalau ada pemimpin agama lain menjadi Kristen, jangan gembira dulu, sebab bisa jadi itu adalah sebuah penyusupan.

Kenalkah anda seorang agen rahasia terhebat di dunia? Namanya Cohen, orang Yahudi yang diselundupkan sebagai agen rahasia ke Syria. (Silakan baca buku Mossad: Agen rahasia Israel). Dari semua orang di Syria, Cohen adalah orang yang paling berkobar-kobar mau menghancurkan Israel. Sampai-sampai presiden Syria (Hafez Al Assad) hampir mengangkatnya menjadi Menhan. Hal demikian bisa terjadi tentu karena kecerobohan orang-orang Syria dan kehebatan Cohen dalam berpura-pura.

Dalam sejarah kekristenan, telah berkali-kali terbukti bahwa kekristenan justru makin kuat ketika digempur dari luar. Gempuran dari luar tidak akan efektif jika tidak diikuti pelemahan dari dalam. Pelemahan bisa terjadi kalau pihak musuh berhasil melakukan penyusupan.

Pada saat perang teluk sedang berlangsung, pasti tidak ada rakyat Amerika yang akan berkata Aterkutuklah George Bush!@ secara normatif ini benar karena George Bush adalah presiden mereka. Tetapi tentu tidak termasuk orang-orang yang sedang dipersiapkan untuk menjadi agen rahasia ke Irak. Calon agen rahasia atau mereka yang sedang menjalankan tugas penyusupan akan bertindak sangat militan dalam mengutuki George Bush demi mendapatkan simpati serta kepercayaan dari pihak musuh.

Kesimpulan sementara kita ialah orang Kristen jangan terlalu lugu atau tak berhikmat sehingga masuk perangkap iblis melalui ayat-ayat Alkitab yang bersifat normatif. Ingat, iblis pernah beradu argumentasi dengan Tuhan Yesus memakai ayat-ayat Alkitab. Memang benar ada ayat Alkitab yang mengatakan demikian namun perhatikan juga ayat Alkitab lain yang menjelaskan batasannya.

Menurunkan Standar&Melecehkan Pendidikan

Alkitab mencatat berkali-kali aktivitas iblis dalam ikut memberitakan Injil. Dalam Kis.8:19, iblis pernah menawarkan uang kepada Petrus agar ia bisa diberi wewenang menumpangkan tangan atas orang dan lain sebagainya. Iblis melalui Simon ingin menyusup masuk ke dalam pelayanan Filipus yang telah menghasilkan banyak petobat. Iblis tahu bahwa jika saja ia bisa menyusup ke dalam pelayanan Filipus, maka pelayanan Filipus bisa dihambat dari dalam.

Rasul Petrus dengan tegas menolak menurunkan standar tuntutan seorang pelayan Tuhan. Ketika standar untuk menjadi seorang pelayan Firman betul-betul ditegakkan, maka bukan tidak mungkin, tetapi pasti akan jauh lebih sulit bagi iblis untuk menyusupkan agennya. Itulah sebabnya langkah pertama yang diusahakan iblis ialah menghasut agar standar syarat bagi penyampai firman diturunkan.

Belum lama ini saya dikagetkan oleh selembar brosur dengan nama pembicara seorang pengusaha yang didepan namanya ada huruf AEv@. Mungkin ia memang pintar, punya banyak gelar, tetapi menjabat sebuah jabatan gereja yang berfungsi sebagai penyampai firman itu seharusnya tidak seenaknya.

Karena ia adalah seorang pengusaha kaya maka secepatnya ia direkrut agar bisa tetap bergabung. Kelihatannya ada unsur menjadikan jabatan gereja sebagai alat untuk menarik orang atau memancing orang. Sebenarnya kalau pengusaha tersebut berhikmat, ia segera harus tahu bahwa mereka memancingnya dengan jabatan dan justru itulah ia seharusnya segera meninggalkan kelompok itu karena di situ banyak dipratekkan taktik akal bulus atau tipu muslihat.

Namun juga bisa saja sebaliknya, dimana iblis memang sedang dalam program menyelundupkan orang-orangnya yang tidak mengerti doktrin ke dalam gereja. Dengan orang demikian ia akan merubah gereja menjadi semacam perusahaan sehingga semua tata-cara baik cara menyelenggarakan gereja maupun cara memberitakan Injil akan diubah menurut sistem manajemen perusahaan.

Belakangan ini kita sering mendengar lelucon disekitar gelar pendidikan theologi. S.Th dipelesetkan dengan sudah tinggi hati. M.Th. diplesetkan dengan makin tinggi hati dan lain sebagainya. Ada pengkhotbah yang berkata bahwa ia tidak perlu sekolah theologi atau ia tidak perlu gelar sekolah theologi dengan maksud supaya dianggap rohani.

Sesungguhnya terlepas dari orang memakainya sebagai suatu faktor kesombongan, pendidikan theologi itu sangat perlu. Siapa bilang bahwa Petrus tidak sekolah theologi? Mereka sekolah theologi selama kurang lebih tiga setengah tahun, siang malam dengan seorang MAHA GURU. Tiga setengah tahun siang malam itu setingkat dengan strata tiga atau doktor.

Rasul Paulus menyadari bahwa murid-muridnya tidak cukup dengan hanya bisa berteriak-teriak Ahalelluyah@ sehingga ia mengajar mereka di ruang kuliah Tiranus dua tahun (mungkin siang malam) yang berarti setingkat sarjana.

Ketika penyampai firman berlomba untuk menjadi siapa yang lebih bodoh, atau siapa yang lebih tidak berpendidikan, maka celakalah kekristenan. Anda bisa bayangkan bagaimana jemaat mendengarkan pengkhotbah yang bahasa Indonesianya berlepotan. Sementara ia menafsirkan Alkitab, kita harus berusaha keras untuk menafsirkan maksud ucapannya yang tidak tersusun dengan baik. Atau pengkhotbah yang tidak tahu Kanada itu terletak di benua Amerika atau Eropa.

Tidak dapat disangkal bahwa semakin terpelajar seorang penyampai firman, maka akan semakin sistematis dan gampang dimengerti firman yang disampaikannya. Belum lagi isi firman yang diuraikannya yang tentu adalah hasil penggaliannya. Tentu di sekolah theologi yang baik seseorang akan dilengkapi dengan metode penafsiran Alkitab yang bagus. Dengan metode penafsiran yang bagus dan ditambah lagi dengan penguasaan bahasa asli Alkitab serta berbagai bahasa pengantar, maka akan membedakan antara penyampai firman yang emosional dengan yang terpelajar.

Yang saya maksudkan dengan terpelajar itu tentu bukan di depan dan belakang namanya penuh dengan huruf-huruf singkatan, karena sekarang sudah bukan rahasia lagi kalau ada doktor lima ribu dollar dan lain sebagainya. Jika seorang penyampai firman belajar dengan tekun dan kemudian pihak sekolah memberinya sebuah ijazah atau titel, itu adalah hal yang pantas. Saya pernah mendengar seorang penyampai firman berkata bahwa ia tidak perlu titel. Tetapi anehnya ia mau menerima ijazah SMUnya. Kalau ia tidak membutuhkan bukti jenjang pendidikan, ya jangan terima ijazah SMU juga. Tetapi sesungguhnya sikap itu adalah karena ia merasa telah terlalu tua (terlalu sombong?) untuk duduk di bangku sekolah, sementara itu ia kesal dengan orang-orang muda yang rajin belajar.

Jika seorang penyampai firman sangat mementingkan titel hingga kurang percaya diri tanpa titel dan berusaha membeli atau mencari titel gampangan, maka sikap demikian sesungguhnya sama sekali tidak terpuji. Tetapi jika seseorang telah berusaha keras dan akhirnya mencapai suatu tingkat pendidikan tertentu, maka dengan sikap yang fair kita harus memberi rasa salut, bukannya iri. Inilah sikap orang Kristen yang alkitabiah.

Sikap meremehkan pendidikan theologi yang diperlihatkan oleh sebagian penyampai firman tanpa ia sadari adalah sikap memberi peluang pada iblis untuk ikut menyampaikan Injil. Saya tidak mengatakan bahwa dengan menghargai pendidikan theologi maka pasti akan menutup peluang kepada iblis untuk memberitakan Injil, karena iblis memang sangat ingin memberitakan Injil (tentu Injil yang salah). Tetapi mengikuti pendidikan theologi dengan tidak mengikuti pendidikan theologi, masih lebih baik mengikuti pendidikan theologi karena bagaimanapun ia telah diajar. Setidaknya ia telah melalui sebuah saringan.

Jika anda terpanggil untuk menjadi penyampai firman, ketahuilah bahwa integritas firman Allah yang anda sampaikan itu terpengaruh oleh integritas penyampainya. Dan seberapa hormatnya anda terhadap Tuhan yang anda sampaikan firmanNya itu, tercermin dari seberapa seriusnya anda mempersiapkan diri untuk tugas itu. Jika anda membeli titel, atau cari yang gampangan, itu artinya anda menganggap Tuhan itu seperti pemerintah atau perusahaan yang dilayani oleh orang-orang yang membeli titel agar jenjang gajinya dinaikkan.

Baik penyampai firman maupun anggota jemaat sama-sama harus menunjukkan sikap yang benar agar keadaan kekristenan semakin kondusif. Jemaat harus menghargai penyampai firman yang belajar dengan tekun dan memperoleh jenjang pendidikan dengan benar, bukannya membanggakan penyampai firman yang kaya, mantan dukun, mantan pemimpin agama lain, dan lain sebagainya yang tidak ada hubungannya dengan kemampuannya dalam menyampaikan kebenaran firman Tuhan.

Sementara itu tanpa disadari para pembeli titel, tindakan mereka itu justru bisa mempermalukan mereka sendiri. Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang penyampai firman yang bertitel doktor. Namun dalam perbincangan itu saya sempat kaget karena yang bersangkutan tidak mengerti istilah MSS dan juga tidak mengerti istilah LXX, Johannen Coma, yang sepatutnya sudah pasti harus dimengerti oleh orang yang menyandang titel doktor. Hal konyol demikian bisa terjadi karena mereka memakai cara Simon si tukang sihir yang mencoba membeli hak dan jabatan kerasulan dengan Petrus.

Bahaya Pujian Dan Sanjungan

Di dalam Kis.16:16-18, tercatat iblis memberitakan Injil melalui seorang perempuan,
"Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.” Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu.@

Seandainya Paulus dan Silas adalah pengkhotbah yang haus akan sanjungan dan pujian, maka pasti mereka akan membiarkan hamba perempuan itu berkoar-koar sepuasnya. Sebelumnya kita telah membahas terjadinya keikutsertaan iblis dalam pemberitaan Injil melalui penurunan standar pendidikan atau meremehkan sebuah proses belajar. Tentu ada orang yang bisa belajar sendiri dan bisa mencapai pengetahuan yang tidak kalah dari yang mengikuti pendidikan formal. Tetapi autodidact tentu harus dibuktikan melalui hasil atau buahnya setelah melalui waktu yang lama, sementara yang mengikuti pendidikan formal dibuktikan melalui ujian dari para pengajar.

Segala macam cara untuk menghalangi Paulus dan Silas memberitakan Injil telah iblis tempuh. Pembaca perlu waspada, tidak ada satu cara pun yang akan iblis abaikan untuk menghalangi pemberitaan Injil bahkan cara memberitakan Injil itu sendiri. Ia ingin agar diikutsertakan ke dalam team Paulus dan Silas. Ia menyanjung-nyanjung mereka.

Kalau dilihat dari ucapan-ucapan perempuan itu, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang salah. Sepertinya iblis memberitakan Injil yang benar, yaitu Injil keselamatan. Tetapi mengapakah Paulus membungkamnya dengan mengusirnya?

Jawabannya, pertama, Paulus tahu bahwa iblis tidak mungkin bisa memberitakan Injil dengan tulus. Sekalipun di bagian awal pemberitaan iblis terdengar seolah-olah bagus tetapi nanti pada ujungnya pasti Injil akan diselewengkannya.

Kedua, Paulus tidak menghalalkan segala cara untuk penginjilan. Orang yang belum lahir baru tidak mungkin bisa memberitakan Injil, apalagi iblis. Tujuan tidak boleh menghalalkan cara. Misalnya sekali Alkitab berkata bahwa wanita tidak boleh mengajar laki-laki itu pasti ada alasan dari Tuhan (I Tim.2:11-13, dan I Kor.14:34). Masalahnya bukan seberapa pintar ia berbicara, tetapi harus ada keteraturan antar laki-laki sebagai kepala rumah tangga dengan laki-laki yang mengajar di jemaat. Allah tidak memakai falsafah tidak ada rotan akar pun jadi. Allah mementingkan prinsip kebenaran bukan pragmatisme untuk mencari duit.

Ketika Paulus mengusir iblis yang memakai hamba perempuan itu, akhirnya ia dijebloskan ke dalam penjara. Iblis ngamuk karena tawarannya untuk membantu memberitakan Injil ditolak Paulus. Seolah-olah iblis berkata, Akalau tidak mau dengan cara halus, rasakan cara yang kasar.@ Tetapi tentu Paulus dan Silas memilih tinggal di dalam penjara daripada memberitakan Injil bersama iblis. Paulus dan Silas bernyanyi sebagai tanda bahagia karena Tuhan telah menolong mereka dari memberitakan Injil bersama iblis.

Penyimpangan Hakekat Injil

Bukan hanya penurunan standar dan efek pujian serta sanjungan yang perlu diwaspadai dalam rangka mencegah iblis memberitakan Injil, tetapi isi Injil yang semakin berubah sehingga menjadi Injil yang tidak lagi membawa berkat melainkan membawa kutuk itulah yang paling perlu diperhatikan. Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus memakai kata-kata yang sangat keras.

“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus” (Gal.1:6-7).

Rupanya jemaat Galatia sempat percaya kepada Injil lain, yang sebenarnya menurut Paulus itu bukan Injil. Injil apakah itu yang dikutuk oleh Paulus dengan kata yang sangat keras yaitu anathema?

Pada pasal-pasal berikut bisa kita amati dengan lebih jelas Injil yang dikutuk oleh Paulus itu. Ternyata kalau kita lihat pada 5:3-4, telah datang pengajar Yahudi dari Yerusalem yang mengajarkan bahwa tidak cukup dengan pertobatan dan iman, melainkan perlu ditambah dengan mentaati hukum Taurat antara lain disunat.

Injil yang murni ialah diselamatkan oleh iman (Ef.2:8-9), tanpa perlu ditambah dengan usaha manusia dalam bentuk apapun termasuk baptisan. Baptisan diperlukan pada saat mau menjadi murid (menjadi anggota gereja), bukan persyaratan masuk Sorga. Untuk memahami Injil yang murni saya mempersilakan anda membaca buku saya yang berjudul Domba Korban dan Kapan Saja Saya Mati, Saya Pasti Masuk Sorga. Di kedua buku tersebut telah saya uraikan panjang lebar tentang Injil yang benar.

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa Allah memerintahkan mereka membunuh seekor domba sebagai akibat dosa. Maksud Allah ialah Adam yang berdosa, namun domba itu yang dimatikan. Dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman. Tentu bukan domba itu yang menanggung dosa Adam melainkan hanya sekedar gambaran saja. Yesus Kristus adalah domba korban yang dimaksud Allah. Kematian Kristus di kayu salib menanggung dosa semua manusia itu digambarkan dengan domba yang dikorbankan. Dosa seisi dunia telah ditanggungkan ke atas diri Yesus.

Pada saat seseorang percaya kepada Yesus, maka semua dosanya (dulu, sekarang, dan yang akan datang) diperhitungkan telah tertanggung ke atas diri Yesus, maka sejak saat itu ia tidak berdosa lagi dan tidak akan dihukumkan lagi (Rom.8:1). Hanya dengan iman kepada Yesus saja, tidak perlu ditambah dengan apapun.

Dan juga tidak boleh dikurangi dengan tidak memberitahukan pendengar bahwa semua dosa (dulu, sekarang, dan yang akan datang), telah ditanggung Yesus Kristus. Orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus selanjutnya hanya perlu bersyukur karena semua dosanya telah ditanggung Tuhan Yesus. Saya tahu bahwa pasti ada banyak pertanyaan di kepala anda ketika membaca artikel ini. Oleh sebab itu bacalah buku yang saya sebut sebelumnya untuk mendapatkan semua jawaban yang anda butuhkan.

Kalau anda telah mengerti tentang Injil yang benar, maka anda akan sanggup melihat dan mengidentifikasi Injil yang diberitakan oleh iblis. Anda akan mendapatkan bahwa banyak Injil yang sesungguhnya bukan Injil melainkan kutukan. Mengapa demikian? Jawabannya ialah karena sesungguhnya sejak zaman Rasul-rasul, iblis telah berulang kali mencoba memberitakan Injil. Ia pernah ditolak oleh Petrus, dan juga pernah ditolak oleh Paulus.

Apakah iblis putus asa setelah ditolak baik oleh Petrus maupun Paulus? Tidak mungkin! Jelas ia lebih tekun dari penyampai firman manapun. Ia berusaha masuk ke dalam gereja, masuk ke dalam kelompok gereja-gereja. Tujuannya jelas, ia ingin ikut memberitakan Injil. Dulu ia pernah memakai taktik menentang Injil, dan itu memang tetap dilakukannya melalui sebagian anak buahnya. Tetapi sebagian anak buahnya lagi diselundupkannya ke tengah-tengah orang Kristen dengan berpakaikan bulu domba. Ia tentu cukup cerdik untuk menyadari bahwa dengan masuk ke dalam dan turut memberitakan Injil, ia akan lebih berpeluang menyimpangkan Injil itu daripada memeranginya dari luar.

Akhirnya wahai sobat, yang bahaya itu bukan yang menentang Injil dari luar, melainkan yang memberitakan Injil yang salah dari dalam. Kalau anda tidak berhati-hati, maka neraka menantikan anda. Sekali lagi, neraka menantikan anda. Dan yang lebih penting dari itu lagi ialah pastikan diri anda telah lahir baru agar jangan sampai malah anda sendiri yang menjadi kaki-tangan iblis yang diselundupkan ke dalam gereja untuk memberitakan Injil yang salah. Anda perlu membaca dua buku yang saya sebutkan. ***

TUHAN YESUS KRISTUS adalah TUAN dan RAJA SEGALA BANGSA

Nabi Mikha, lebih kurang 400-500 tahun sebelum Yesus lahir, TELAH menubuatkan tentang kedatangan YESUS, Raja dan Juruselamat ke dunia dalam kitabnya:
Mikha 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (yang tepat EVERLASTING=KEKEKALAN).
Dan digenapi oleh Kelahiran Yesus Kristus, dalam Matius pasal 2:

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."


Lukas 19
19:38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"

Lukas 23
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."

23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"

23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".

23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

23:51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.


Yohanes 1
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yohanes 12
12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
12:15 "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."


Yohanes 18
18:33 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?"

18:36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

18:37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"


Yohanes 19
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.

19:12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."

19:14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"

19:15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"

19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."

19:21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."



Yesus adalah Raja namun belum memerintah Israel dan seluruh dunia, ini akan digenapi dalam Kedatangan kedua, dalam Kisah Para Rasul pasal 1:6 Para Rasul murid2 Yesus bertanya kepada Yesus sebelum Yesus terangkat ke surga,

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Kolose 1

1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 1:16 karena di dalam Dialah (YESUS KRISTUS, SANG FIRMAN ALLAH dalam Yohanes 1:1) telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

I Timotius 1
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

I Timotius 6
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

II Timotius 4
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:


II Timotius 4
4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Ibrani 1
1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.


II Petrus 1
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.


II Petrus 1
1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.


Wahyu 1
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya --


Wahyu 11
11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."


Wahyu 11
11:17 sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja


Wahyu 15
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!


Wahyu 17
17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba --(ingat Yohanes 1:29, Yohanes berkata LIHATLAH, ANAK DOMBA ALLAH YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA, yaitu YESUS KRISTUS)-- akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Wahyu pasal 19

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."
19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
19:13 Dan Ia (YESUS) memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." Wahyu 20
20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Yesus akan datang kembali untuk yang kedua kalinya pada akhir zaman, JANJINYA “YA dan AMIN”:
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

48 NUBUAT LUAR BIASA TENTANG MESIAS

1. KETURUNAN SANG WANITA
Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Digenapi dalam:

Galatia 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

2. KETURUNAN ABRAHAM

Kejadian 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Digenapi dalam:

Matius 1:1-2 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

3. KETURUNAN ISHAK

Kejadian 17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Digenapi dalam:

Lukas 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
3:24 anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,
3:25 anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai,
3:26 anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda,
3:27 anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri,
3:28 anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er,
3:29 anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi,
3:30 anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim,
3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,
3:32 anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason,
3:33 anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,
3:34 anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor,
3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon,
3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,
3:37 anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan,
3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

4. KETURUNAN YAKUB
Bilangan 24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

Digenapi dalam:

Matius 1:1-2 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

5. DARI SUKU YEHUDA
Kejadian 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Digenapi dalam:

Matius 2:1-2, 4-6 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

6. PEWARIS TAKHTA DAUD
YESAYA 9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Digenapi dalam:

Lukas 1:32-33 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

7. LAHIR DI BETLEHEM
Mikha 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Kejadian 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Digenapi dalam:

Matius 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Lukas 2:4-7 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud --supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.


8. MASA KELAHIRAN MESIAS
Daniel 9:25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.

Digenapi dalam:

Matius 2:1-2 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

9. DILAHIRKAN OLEH SEORANG PERAWAN
Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Digenapi dalam:

Lukas 1:26-31 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.


10. PEMBUNUHAN ANAK-ANAK
Yeremia 31:15 Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Digenapi dalam:

Matius 2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
2:17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."


11. DIPANGGIL DARI MESIR
Hosea 11:1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Digenapi dalam:

Matius 2:14-15 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

12. SEORANG UTUSAN AKAN MENDAHULUI
Maleakhi 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Yesaya 40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Digenapi dalam:

Matius 3:1-3
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

Lukas 7:24 Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

13. DINYATAKAN SEBAGAI PUTRA ALLAH
Mazmur 2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Digenapi dalam:

Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

14. DI GALILEA
Yesaya 9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Digenapi dalam:

Matius 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

15. MESIAS
Daniel 8:15 Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;

Digenapi dalam:

Kisah Para Rasul 3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
3:22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.

16. MEMBERITAKAN KABAR BAIK
Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Digenapi dalam:

Lukas 4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

17. DITOLAK DAN DISAKITI OLEH RAKYATNYA SENDIRI
Yesaya 53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Digenapi dalam:

Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

18. IMAM SEPERTI MELKISEDEK
Mazmur 110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."

Digenapi dalam:

Ibrani 5:5-6 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."

19. KEDATANGANNYA DISAMBUT
Zakharia 9:9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Digenapi dalam:

Markus 11:7-11 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!" Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

20. DIKHIANATI OLEH SEORANG SAHABATNYA
Mazmur 41:10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Digenapi dalam:

Lukas 22:47-48 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?"

21. DIJUAL SEHARGA 30 KEPING PERAK
Zakharia 11:12 Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.

Digenapi dalam:

Matius 26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

22. DIFITNAH
Mazmur 35:11 Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut dari padaku.

Digenapi dalam:

Markus 14:57-58 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia."

23. DIAM DALAM TUDUHAN
Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Digenapi dalam:

Markus 15:4-5 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!" Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.

24. DILUDAHI DAN DIPUKUL
Yesaya 50:6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Digenapi dalam:

Matius 26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,

25. DIBENCI TANPA ALASAN
Mazmur 35:19 Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab, atau mengedip-ngedipkan mata orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.

Digenapi dalam:

Yohanes 15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.

26. PENGORBANAN TOTAL
Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Digenapi dalam:

Roma 5:6-8 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati --.Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

27. DISALIBKAN BERSAMA ORANG BERDOSA
Yesaya 53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Digenapi dalam:

Markus 15:27 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.
15:28 Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka."

28. TANGAN DAN KAKI YANG DITIKAM
Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Zakharia 53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Digenapi dalam:

Yohanes 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

29. DIHINA DAN DIRENDAHKAN
Mazmur 22:8 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
22:9 "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"

Digenapi dalam:

Lukas 23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."

30. DIBERI ANGGUR ASAM BERCAMPUR EMPEDU
Mazmur 69:22 Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

Digenapi dalam:

Matius 27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.

31. MENDOAKAN MUSUH
Mazmur 109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka.

Lukas 23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

32. JUBAHNYA DIUNDI
Mazmur 22:18-19 Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.

Digenapi dalam:

Matius 27:35-36 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.

33. TAK ADA TULANG YANG DIPATAHKAN
Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.

Digenapi dalam:

Yohanes 19:32-35 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."

34. LAMBUNGNYA DITIKAM
Zakharia 12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Digenapi dalam:

Yohanes 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

35. PENGUBURANNYA DALAM KUBURAN SEORANG KAYA
Yesaya 53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Digenapi dalam:

Matius 27:57-60 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

36. DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN
Mazmur 16:10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Digenapi dalam:

Markus 16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."

37. NAIK KE SURGA
Mazmur 68:19 Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.

Digenapi dalam:

Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

38. IA AKAN MEMASUKI YERUSALEM DENGAN MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI

Zakharia 9:9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.
Digenapi dalam:

Lukas 19:35-37 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya. Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan. Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.

39. IA AKAN DILUKAI OLEH MUSUH-MUSUHNYA

Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Digenapi dalam:

Matius 27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

40. UANG PENGKHIANATAN ATAS DIRINYA AKAN DIBUANG DI BAIT ALLAH DAN KEMUDIAN DISERAHKAN UNTUK MEMBELI TANAH TUKANG PERIUKZakharia 11:13 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada penuang logam!" -- nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.
Digenapi dalam:

Matius 27:5-7 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah." Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.

41. TUBUHNYA TIDAK AKAN MENGALAMI KEBINASAAN
Mazmur 16:10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Digenapi dalam:

Kisah Para Rasul 2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

42. KEGELAPAN MELIPUTI BUMI
Amos 8:9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.
Digenapi dalam:

Matius 27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga

43. KRISTUS SEPERTI NABI MUSA
Ulangan 18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
Ulangan 18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
Digenapi dalam:

Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Yohanes 5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
Kisah Para Rasul 3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 3:22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 3:23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.
Kisah Para Rasul 7:37 Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu.

44. DIURAPI DAN KEKAL
Mazmur 102:25-27
Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.

Mikha 5:1-2
Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel.
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Digenapi dalam
Ibrani 1:8-12
Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan."
Wahyu 5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

45. DIURAPI OLEH ROH ALLAH
Yesaya 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Mazmur 45:7-8 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

Digenapi dalam:
Matius 3: 16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,