Jumat, 27 Februari 2009

BAHAYA CALVINISME–TULIP: Total Depravity (Kehancuran Total)

Setiap orang Kristen yang percaya dan setia kepada Alkitab mengaminkan bahwa manusia telah rusak bahkan hancur total secara rohani, secara moral, secara kejiwaan bahkan jasmaninya pun semakin hancur sehingga manusia semakin pendek umur. Tetapi kesalahan Calvinis yang terbesar ialah menafsirkan lebih lanjut bahwa Total Depravity itu sama dengan Total Inability. Padahal ini adalah dua hal yang berbeda sama sekali. Manusia telah berdosa sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mencari Allah, serta tidak memiliki kemampuan untuk menghampiri Allah. Namun sama sekali tidak langsung berarti bahwa kematian rohani manusia itu sama seperti kematian jasmani dimana digotong untuk dikubur dan diapakan pun tidak bisa bereaksi lagi. Karena di dalam Alkitab banyak sekali ayat yang menunjukkan bahwa manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa masih bisa melakukan hal-hal yang positif maupun negative, bahkan masih bisa merespon terhadap Injil.

Calvinis tidak memiliki ayat yang secara teknis membuktikan kesimpulan mereka. Mereka hanya memelintir ayat-ayat Alkitab, contohnya;

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yoh 3:3).

Betul sekali bahwa untuk melihat kerajaan Allah seseorang harus dilahirkan kembali terlebih dahulu. Cara seseorang dilahirkan kembali ialah melalui bertobat dan percaya.

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. (Yoh 8:43).

Dalam bahasa asli maupun bahasa Inggris kata menangkap di situ adalah mendengar sehingga sering kali dipakai oleh Calvinis untuk mendukung kesimpulan total depravity mereka bahwa manusia tidak bisa mendengar. Padahal kita sering juga berkata kepada anak yang bandel, “kamu tidak mendengar omongan orang tua.” Tuhan Yesus tidak memaksudkan bahwa kondisi kerohanian mereka seperti mayat yang tidak bisa mendengar dan memberi tanggapan. Kalau itu yang dimaksud maka pribadi yang mengajak manusia berbicara serta berpikir adalah orang bodoh yang berbicara kepada mayat.

yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yoh 14:17).

Para Calvinis berargumentasi bahwa “dunia tidak dapat menerima Dia” menunjukkan total depravity yang kemudian mereka simpulkan bahwa itu sama dengan total inability. Padahal memang benar bahwa dunia tidak bisa menerima Roh Kudus, melainkan harus memberi respon terhadap berita Injil terlebih dahulu. Barang siapa yang menerima Yesus Kristus, maka Roh Kudus akan secara otomatis akan diterima bahwa Dia akan tinggal di dalam mereka.

Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. (Roma 8:7-8)

Ayat ini kadang juga dipakai oleh Calvinis untuk menunjuk kepada Total Depravity. Kita setuju sekali bahwa manusia kedagingan tidak mungkin berkenan kepada Allah. Ia harus merespon Injil terlebih dahulu. Ayat tersebut di atas dipakai Calvinis untuk mendukung argumentasi ketidakmampuan manusia melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah. Padahal untuk diselamatkan memang Allah tidak membutuhkan kemampuan manusia.

Ayat-ayat berikut ini lagi-lagi dipakai untuk mendukung kesimpulan mereka tentang Total Inability.

Yohanes 6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”(Yohanes 12:39-40)

Betul sekali tidak ada seorang pun dapat datang kepada Yesus kalau tidak ditarik oleh Bapa. Cara Bapa menarik manusia ialah dengan berita Injil. Manusia yang tertarik ialah yang memberi respon positif kepada berita Injil. Dan betul sekali bahwa “tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Injil adalah karunia yang diberikan Allah kepada manusia bahkan dalam Yohanes 3:16 telah jelas dikatakan bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah kasih karunia Allah kepada manusia. Kalau Bapa tidak memberikan Yesus maka tidak ada satu manusia pun yang dapat datang kepadaNya.

Injil Yohanes 12:39-40 adalah nubuatan nabi Yesaya tentang sejumlah orang yang hidup pada zaman kehadiran Mesias secara jasmani yang tegar tengkuk. Ayat ini tidak berbicara tentang manusia segala zaman. Pernyataan “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka” itu seperti kasus mengeraskan hati Firaun. Setelah Firaun mengeraskan hatinya berkali-kali, kemudian Allah mengeraskan hatinya untuk menunjukkan kuasanya kepada dunia.

Selain ayat-ayat tersebut di atas, berikut adalah ayat-ayat favorit Calvinis untuk membela doktrin Total Depravity yang mereka agungkan.

Roma 3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah

I Kor 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Tidak ada seorang pun berakal budi, tentu yang dimaksudkan adalah secara rohani dan teologi bukan akal budi untuk menciptakan pesawat ulang-alik. Dan tidak seorang pun yang mencari Allah tentu maksudnya dengan jalan yang benar atau cara yang sesuai dengan ketetapan Allah bukan seperti yang dilakukan oleh Sidharta Gautama. Dan manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Allah itu sangat benar. Bahkan dalam II Kor 3:14 dikatakan, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” Untuk memasuki ruang harta rohani ilahi, untuk memahami perkara rohani, atau untuk menerima segala sesuatu yang rohani dari Allah, pintunya adalah Kristus. Jadi Injil harus diberitakan terlebih dahulu. Jika seseorang memberi tanggapan positif terhadap Injil maka kasih karunia Allah akan dilimpahkan kepadanya. Selanjutnya ia akan mulai memahami perkara rohani.

Di dalam Alkitab terdapat banyak sekali ayat yang mengindikasikan bahwa manusia memiliki ability, bukan untuk menyelamatkan diri, melainkan untuk memberi tanggapan terhadap tawaran keselamatan dari Allah. Contohnya:

Yes 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat

Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup

Zefanya 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Mustahil kondisi manusia seperti yang digambarkan oleh Calvinis yang tidak bisa menanggapi Injil yang ditawarkan Allah itu bisa benar. John Calvin dengan filsafatnya telah membesar-besarkan kejatuhan manusia ke dalam dosa hingga mengabaikan semua ayat yang menunjukkan kondisi manusia yang masih bisa memilih menerima atau menolak anugerah Allah. Dan masih ada banyak ayat lain lagi yang menunjukkan himbauan Allah agar manusia percaya kepada Injil, percaya kepada Yesus Kristus.

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Argumentasi konyol dari kalangan Calvinis bisaanya ialah Allah sendiri yang membuat orang yang dipilihnya untuk datang kepadaNya. Sambil mengutip ayat “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” (Yoh 6:37). Tetapi sesungguhnya ayat ini tidak menyatakan bahwa yang tidak diberikan Bapa tidak bisa datang. Dan kalau penafsiran Calvinis yang dipaksakan itu benar, maka jika manusia tidak datang, tentu tidak bisa disalahkan.

Kita dapat pastikan penafsiran Calvinis salah karena ada banyak ayat Alkitab yang menyerukan agar manusia bertobat.

Markus 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Kis 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Bahkan bukan sekedar menghimbau manusia untuk bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, melainkan perintah.

I Yohanes 3:23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Penafsiran Calvinis bahwa kematian rohani manusia sama seperti kematian jasmani itu sama sekali tidak benar. Berdasarkan ayat Alkitab tentang trikotomi, yaitu manusia yang memiliki roh, jiwa dan tubuh (Ibr 4:12), maka kematian manusia secara rohani tidak menyebabkannya tidak bisa berpikir dan memiliki kehendak bebas. Betul sekali kalau dikatakan bahwa hati nurani manusia telah rusak karena salah satu komponen pembentuk hati nuraninya rusak. Itulah sebabnya, setelah dilahirkan kembali hati nurani manusia bisa menjadi faktor pengingat moral yang efektif.

Sesungguhnya setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah yang maha tahu berkomentar bahwa manusia memiliki kemampuan yang hebat, bahkan menjadi salah satu dari Allah, tentu dalam pengertian mengetahui yang baik dan yang jahat.

Kejadian 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

Total Depravity calvinisme yang menyimpulkan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk merespon Injil atau seruan untuk bertobat adalah hasil penafsiran yang sangat keliru. Dan ini sangat bahaya bagi kekristenan karena sekalipun disangkal namun secara akal sehat dapat dipahami bahwa itu akan menghentikan antusiasme orang Kristen untuk memberitakan Injil, menyerukan pertobatan, mendesak orang untuk mengambil keputusan menerima Kristus. Keadaan Eropa adalah akibat teologi Calvinistik, yang hanya tinggal tunggu waktu akan ditelan oleh Islam. (Doktrin Keselamatan Alkitabiah, Suhento Liauw, D.R.E., Th.D, halaman 166-172)

(bersambung ke Unconditional Election (Pemilihan Tanpa Kondisi) )

Tidak ada komentar: