Selasa, 17 Februari 2009

Kalvinisme - Mengenai Arminianisme

Salah satu senjata dari pengikut Kalvinisme, adalah menuduh semua orang yang tidak setuju dengan Kalvinis sebagai penganut Arminianisme. Suatu intimidasi terselubung yang akhirnya mengakibatkan dari pada dikatakan Arminian lebih baik saya mengaku sebagai Kalvinis.

Salah satu hal yang biasanya dilakukan adalah dengan cara menjelek-jelekan Arminianisme. Yang lebih menyedihkan hal ini dilakukan walaupun banyak dari antara mereka yang tidak tahu apa pengajaran Arminianisme (Jacobus Arminius) sebenarnya ataupun membaca hasil tulisan Armenius.

Beberapa kutipan di bawah menjelaskan kebencian kaum Kalvinis yang sangat irasional terhadap sistem Arminian. Dimana kita akan menemukan kebencian mereka yang tidak rasional terhadap sistem Arminian:

* “Arminianisme adalah inti dari kepausan.” (MacLean) Suatu propaganda untuk menyatakan bahwa Arminianisme adalah sama dengan Roma Katolik
* Arminianisme adalah “monster terbesar dan terakhir dari manusia dosa itu; zat inti anti kekristenan.” (Leighton)
* “Saya rasa mungkin saja ada beberapa penganut Arminian yang diselamatkan. “(Palmer).

http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/kalvinisme-mengenai-arminianisme.html

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

1. Tidak benar bahwa hanya ada dua pilihan: Kalvinisme dan Arminianisme.
2. Para penganut Kalvinis sendiri sering berbeda tentang poin-poin Kalvinisme. Di antara mereka ada yang setuju dengan 5 point TULIP, tetapi ada juga yang hanya setuju dengan beberapa point saja.
3. Sistem Kalvinis adalah sistem yang sangat sistematika dan mengandalkan logika, namun hanya didasarkan atas ayat-ayat tertentu saja dari Alkitab.
4. Tetapi karena tidak berdasarkan keseluruhan Alkitab di dalam penalarannya, maka jelas ada banyak hal yang tidak konsisten di dalam sistem Kalvinisme.
5. Kebenaran yang sejati, haruslah sistematika dan masuk akal, tetapi logika yang digunakan haruslah didasarkan pada seluruh Firman Tuhan.
6. Selain itu, kalau kita terus mengajar kelemahan-kelemahan Kalvinisme, mereka sering berkelit, dengan berkata bahwa itu bukanlah Kalvinis, tetapi Hyper-Kalvinis. Suatu tempat persembunyian mereka bila kehilangan posisi dalam berargumen. Padahal itu adalah konsekuensi logis dari TULIP.
7. Hiper-Kalvinisme sulit didefinisikan (macam-macam definisi oleh orang yang berdebat), dan sebenarnya hanyalah menerapkan prinsip-prinsip Kalvinisme secara konsisten.

http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan.html

Tidak ada komentar: