Senin, 07 September 2009

Berita Mingguan 22 Agustus 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PEMBACA BERITA OLAHRAGA BBC MENOLAK UNTUK BEKERJA PADA HARI MINGGU

Dan Walker dari Football Focus-nya BBC, telah menolak untuk bermain olahraga pada hari Minggu sejak dia masih anak-anak. Dia pertama kali berhadapan dengan isu ini pada usia 12 tahun ketika dia diminta untuk bermain bagi berbagai tim karena tinggi tubuhnya yang lebih dari biasa. Ia mengatakan, “Masalahnya adalah semua permainan mereka adalah pada hari Minggu. Saya belum lama menjadi orang Kristen dan waktu itu adalah pertama kalinya saya diperhadapkan dengan isu bagaimana saya akan menghabiskan hari-hari Minggu saya” (”Christian BBC footie Hoset Who Refuses to Work on a Sunday,” The Sun, 11 Agus. 2009). Dia bahkan tidak menonton sepakbola pada hari Minggu, sambil berkata, “Saya menghabiskan hari Minggu di gereja dan dengan keluarga saya.” Dia telah terus diperhadapkan dengan isu ini dan dia diberitahu tidak akan dapat maju dalam dunia berita olahraga. Saya tidak tahu Walker berjemaat di mana, tetapi dia patut untuk dipuji karena berdiri teguh pada keyakinannya di zaman ini, mengingat bahwa sepakbola profesional (atau olahraga lain) adalah salah satu ilah dunia ini. Ada banyak sekali orang Kristen, bahkan fundamentalis, yang mengabaikan berjemaat demi olahraga. Di salah satu konferensi Alkitab yang baru-baru ini saya lakukan, banyak orang-orang muda dan dewasa yang tidak datang ke kebaktian karena menghadiri suatu pertandingan softball. Ini adalah prioritas yang sama dengan yang dimiliki orang-orang tidak selamat. Kalau hal seperti ini belum bisa disebut kekristenan yang “suam-suam kuku,” saya tidak tahu lagi bagaimana yang namanya “suam-suam kuku.” Dan Yesus mengatakan bahwa Ia membenci kekristenan yang demikian (Wah. 3:15-16).

COPELAND DAN TEMAN-TEMANNYA MASIH MENGKHOTBAHKAN INJIL KEMAKMURAN

Kenneth Copeland dan teman-temannya dari Word-Faith masih mengkhotbahkan injil kemakmuran tanpa malu-malu. Konvensi Orang-Orang Percay ayang baru-baru ini dilaksanakan di Fort Worth, Texas, menyuguhkan khotbah lima hari oleh Kenneth dan Gloria Copeland, Creflo Dollar, Jesse Duplantis, dan Jerry Savelle. 9000 orang yang hadir mendengarkan ajakan yang tak henti-hentinya untuk menanamkan persembahan “benih iman” agar mendapatkan berkat Allah. Nyonya Copeland berkata, “Allah tahu di mana uang tersebut berada, dan Dia tahu bagaimana caranya agar uang itu sampai ke kamu” (”Believers Invest in the Gospel of Getting Rich,” New York Times, 16 Agus. 2009). Yang anda perlu lakukan agar uang itu mulai bergulir kepada anda adalah menerapkan iman kepada Allah dan memberikan secara berlimpah kepada pelayanan Pentecostal Word Faith agar orang-orang pelayanan itu dapat hidup mewah. Savelle menasihatkan, “Kapan saja sebuah pikiran cemas tentang uang muncul dalam pikiranmu, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menabur di tanah yang baik [memberikan uang ke pelayanan mereka]. Stop kecemasan, mulai menabur. Inilah paket stimulus Allah bagimu.” Edwige Ndoudi, salah satu orang yang hadir, menjelaskan, “Jika Allah melakukan itu bagi mereka, Ia akan melakukannya bagi kita.” Pelayanan Copeland menerima sekitar $100 juta dalam setahun.


BINTANG HARRY POTTER MENCACI MAKI ORANG TUA YANG MENENTANG EDUKASI SEKS HOMOSEKSUAL

Berikut ini disadur dari “Harry Potter Star Blasts Parents,” LifeSiteNews, 13 Agus. 2009: “Bintang Harry Potter yang berumur 20 tahun, Daniel Radcliffe, dalam suatu wawancara dengan sebuah majalah homoseksual, telah menyatakan amarah dan intoleransi terhadap para orang tua yangmenentang pendidikan tentang aktivitas seks homoseksual di ruang kelas. ‘Lalu ada segala macam hal ini yang terjadi saat ini, yang penuh kebencian, tentang orang-orang yang menentang pendidikan seks gay di sekolah-sekolah. Hello!?! Sebenarnya, bagi satu atau dua anak yang gay di kelas itu, hal ini ****** (kata kotor makian) penting! Hal ini membuat saya marah,’ ia berkata dalam sebuah wawancara dengan Attitude. Majalah tersebut mengutip Radcliffe melanjutkan caciannya terhadap orang tua yang pro-keluarga dengan berkata, ‘ Saya membenci homofobia. Hal itu menjijikkan dan hewani dan bodoh dan sungguh bebal orang-orang yang tidak dapat memasukkan hal ini ke kepala mereka, dan mereka hanyalah ketakutan.’”

Editor: Hal ini menunjukkan kebobrokan zaman sekarang ini. Homoseksualitas sudah menjadi suatu masalah yang besar di negara-negara barat, dan tidak lama lagi situasi di sana akan seperti Sodom dan Gomora. Orang Kristen di Barat akan menghadapi penganiayaan dari sumber-sumber sekuler seperti kelompok homoseksual, atheis, dan lainnya, sementara orang-orang Kristen di Timur akan dianiaya oleh ekstrimis agama-agama mayoritas (Islam, Hindu, Budha) atau pemerintah komunis. Selain itu, sungguh mengherankan bahwa banyak sekali orang Kristen yang tidak peduli apa-apa mengenai hal ini karena kerohanian mereka sedemikian dangkal. Berapa banyak orang Kristen yang berduyun-duyun menonton Radcliffe dalam Harry Potter, tanpa peduli bahwa film itu sangat bertentangan dengan Firman Tuhan, dan bahwa para tokoh pemain yang mereka puja ternyata memiliki pandangan yang sangat anti-kekristenan? Tapi saya rasa mereka tetap tidak akan peduli sekalipun berita ini mereka baca.


DOKTRIN PERTOBATAN PAULUS

Dalam Kisah Para Rasul 26:13-20, Rasul Paulus menceritakan kembali pelayanan yang Kristus telah berikan padanya melalui penyingkapan. Ia telah diutus kepada orang-orang non-Yahudi “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah,” dengan cara menghimbau mereka “bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kis. 26:18, 20). Perhatikan tiga pelajaran dari ini. Pertama, pertobatan ada pada inti pelayanan Paulus. Tujuannya bukanlah untuk membuat orang sekedar “percaya” Kristus dalam pengertian yang dangkal, bukan hanya untuk membuat mereka mengucapkan “doa orang berdosa,” tetapi agar mereka mengalami suatu perubahan yang radikal oleh kuasa Allah. Kedua, kita melihat bahwa pertobatan haruslah berasal dari iman (Kis. 26:18). Pertobatan sendiri tidak dapat menyelamatkan; ia harus ditemani oleh iman. Dalam Kis. 20:21, Paulus menggambarkan keselamatan sebagai “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” Ketiga, pertobatan menghasilkan perubahan hidup (Kis. 26:20). Paulus mengkhotbahkan hal yang sama dengan Yohanes Pembaptis dalam hal pertobatan ini (Mat. 3:8). Ada pengkhotabh- pengkhotbah hari ini yang menyebut doktrin pertobatan sebagai pengajaran keselamatan melalui usaha atau keselamatan ketuhanan, tetapi sebenarnya tidak demikian. Bagaimana mungkin salah jika kita mengikuti doktrin pertobatannya Paulus? Mereka yang tidak suka doktrin ini perlu untuk memeriksa iman mereka sendiri dan menukarkan tradisi “doa cepat” mereka yang dibuat oleh manusia dengan Firman Allah yang murni. Pertobatan yang Alkitabiah bukanlah usaha. Ia bukanlah perubahan hidup; ia adalah perubahan pikiran yang dramatis terhadap Allah yang menghasilkan suatu perubahan hidup. Charles Spurgeon dengan bijak berkomentar, “Apakah menurutmu Injil ditinggikan, atau Allah dipermuliakan dengan cara pergi kepada orang-orang dunia dan memberitahu mereka bahwa mereka dapat diselamatkan saat ini juga hanya dengan sekedar menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, sementara mereka masih terikat kepada berhala-berhala mereka dan hati mereka masih mengasihi dosa? Jika saya melakukan hal demikian, saya memberitahu mereka suatu kebohongan, menyelewengkan Injil, menghina Kristus, dan menjadikan kasih karunia Allah suatu kesempatan berdosa.”

Tidak ada komentar: