Senin, 30 November 2009

Apa yang perlu Anda ketahui mengenai Gereja Fundamental Baptist Independent?

Disusun oleh Gembala GBII Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Independent -

Dalam pemerintahan dan disiplinnya,
setiap jemaat Perjanjian Baru adalah terpisah
dan independent dari jemaat-jemaat lain.
Tidak ada denominasi atau organisasi
atau lembaga lain yang dapat mengontrol
jemaat setempat selain jemaat setempat itu sendiri.

Gereja Baptist Independent tidak akan menjadi bagian dalam suatu organisasi nasional manapun yang akan mengontrol keberadaan jemaat setempat. Jadi nama “Independent” digunakan maksudnya adalah bahwa gereja tersebut..
1. Mengikuti pola dan contoh gereja-gereja Perjanjian Baru
2. Hanya tunduk kepada otoritas Firman Allah.
3. Bebas dari intervensi luar.

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Kristus adalah kepala jemaat (Efesus 5:23) dan Gembala Agung (1 Petrus 5:4). Pendeta setempat adalah gembala atau pemimpin jemaat (Ibrani 13:7, Kis 20:28, Ef. 4:11). Gereja Baptist Independent memiliki bentuk pemerintahan di mana tiap-tiap anggota memiliki hak pilih dan setiap urusan jemaat diatur oleh jemaat setempat dengan mengikuti bimbingan Firman Allah.

Fundamental -

Dalam pengajaran dan kepercayaannya
Setiap jemaat Perjanjian Baru adalah
Bible believing, teaching and obeying church

Rangkuman Buku Da Vinci’s Code

Oleh: dr. Steven E. Liauw, M.Div.

Buku The Da Vinci’s Code karangan Dan Brown telah menjadi best-seller di Amerika, dan bahkan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Apa yang membuat buku ini unik dibandingkan buku-buku best-seller lainnya adalah klaim-klaim yang terkandung di dalamnya, klaim-klaim bahwa ia menemukan fakta Yesus, gereja, dan Alkitab yang sesungguhnya. Dan Brown, walaupun mengaku sebagai orang percaya, justru dalam bukunya ini mengajarkan segala sesuatu yang bertentangan dengan sejarah dan kebenaran.

Pada sampul depan edisi terjemahan Indonesia, tercantum kata-kata “memukau nalar, mengguncang iman!” Penulis dan penerjemah buku ini justru merasa puas dan bangga bahwa karya mereka akan mengguncangkan iman banyak sekali orang Kristen awam yang mudah diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran. Oleh sebab itu, buku ini perlu untuk dicermati, bukan untuk dihayati, tetapi untuk dijawab dan dibuktikan kesalahannya. Review ini akan merangkum alur cerita dari buku The Da Vinci’s Code agar pembaca tidak perlu membaca buku ini bagi diri sendiri (dan memperkaya Dan Brown).

The Da Vinci’s Code adalah sebuah fiksi thriller dengan alur cerita yang memukau. Tetapi, walaupun menggunakan tokoh utama fiktif, tetapi Dan Brown mengklaim bahwa segala informasi sejarah yang terkandung dalam buku ini adalah akurat. Pada awal buku, pembaca langsung diperhadapkan dengan suatu adegan pembunuhan. Adalah Jacques Sauniere, seorang kurator terkenal yang dibunuh oleh seorang agen Opus Dei (salah satu organisasi Katolik) bernama Silas di dalam museum Louvre, Paris. Jacques Sauniere, walaupun terbunuh, adalah tokoh yang sentral dalam cerita ini, karena ia sebenarnya adalah mahaguru dari sebuah perkumpulan rahasia, yaitu Biarawan Sion.

Cerita berlanjut pada penyelidikan akan pembunuhan Sauniere. Adalah Kapten Fache, seorang kapten dari DCPJ (versi Perancis dari FBI) yang menangani kasus ini. Teka-teki dalam buku ini muncul karena Sauniere meninggalkan pesan berupa kode-kode yang mistik dan aneh sebelum dia meninggal, antara lain posisi tubuhnya yang telanjang bulat dan diatur serupa dengan gambar Virtruvian-man karya Da Vinci, gambar pentakel di pusarnya menggunakan darahnya sendiri, sebuah deret angka, dan dua kalimat anagram.

MEREKA MENYESATKAN DAN DISESATKAN

sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. II Tim 3:13

Rasul Paulus pada kalimat-kalimat sebelum yang kita kutip di atas, menyatakan bahwa perjuangannya dalam memberitakan kebenaran sungguh berat. Ia telah dianiaya di Antiokhia, Ikonium dan di Listra yang dirasakan juga oleh Timotius. Pada ayat ke-12 ia menyimpulkan bahwa orang yang benar-benar hidup beribadah akan menderita aniaya. Alasannya adalah karena orang jahat akan semakin jahat, dan mereka akan saling menyesatkan.

Penyesatan Merajarela

Berita yang paling baru, majalah Tempo, 3 Juli 2005 halaman 58, dengan judul Gereja Nyaris Bertauhid, mengisahkan Pendeta Robert P. Walean, Sr. yang mengajarkan “Islam Hanif” kepada jemaat Advent, sehingga menyebabkan prokontra di kalangan Jemaat bahkan pendeta Gereja Advent.

Dan Brown menulis novel yang berjudul The Da Vinci’s Code untuk menghujat Tuhan dengan cerita novel isapan jempol bahwa Yesus telah menghamili Maria Magdalena sebelum penyaliban, dan akhirnya Maria Magdalena melahirkan anak di Prancis Selatan.

Sementara itu Jurnal Theologi dan Gereja, Penuntun (Paidagogos), yang diterbitkan oleh GKI JAWA BARAT, pada Vol.5 No.19, 2003, pada makalah Kristen Fundamentalis dan Masa Depan Hubungan antar Agama, oleh Martin Hartono Sutedja, S.Th., bukan hanya menyerang kaum Kristen Fundamentalis, namun sesungguhnya menyerang Alkitab.

Sabtu, 28 November 2009

Berita Mingguan 28 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

INSTITUSI BAIT SUCI SEDANG MENCARI MESIAS
Institusi Bait Suci di Yerusalem telah menghabiskan $27 juta dolar untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Mereka telah membuat perabotan-perabotan, termasuk sangkakala-sangkaka la perak, kandil-kandil emas, harpa, dan pakaian untuk Imam Besar yang dijahit dari benang emas. Ketika ditanya kapan Mesias akan datang, Direktu Institusi Bait Suci, Yehuda Glick menjawab, "Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sedang hidup di zaman mujizat dan semua mujizat itu sudah diprediksikan di Buku tersebut akan terjadi pada awal akhir zaman. Bisa saja besok, bisa juga 100 tahun lagi, atau bahkan 400 tahun lagi" ("Jews Raise Millions to Be Ready for Coming of the Messiah," Sydney Morning Herald, 14 Nov. 2009). Institusi tersebut mempekerjakan dua arsitek untuk mendesain Bait Suci yang ketiga, "sebuah bangunan modern, dengan sistem parkir mobil dan elevator, tetapi akan mirip dengan Bait Suci Kedua." Banyak orang "Injili" yang menyumbang ke Institusi Bait Suci, tetapi sumbangan-sumbangan ini akan lebih banyak membantu Antikristus daripada bagi Kristus. Adalah Antikristus yang akan memakai bait yang dibangun oleh orang-orang Yahudi yang telah menolak Kristus. Kondisi Israel modern yang sekarang ini adalah penggenapan setengah dari nubuatan tentang tulang-tulang yang kering di Yehezkiel 37. Mereka telah kembali ke tanah mereka, tetapi tidak ada nafas kehidupan di dalam mereka (Yeh. 37:8). Mereka masih dalam pemberontakan terhadap Hukum Allah. Dalam Kesusahan Besar, orang Yahudi akan tertipu oleh janji Antikristus akan perdamaian dan akan membuat perjanjian dengannya. Bait suci akan dibangun kembali, tetapi akan menjadi baitnya Antikristus ketika ia mengumumkan dirinya sebagai Allah (Dan. 9:27; Mat. 24;15; 2 Tes. 2:3-4).

JESUS SEMINAR MENCARI NEW AGE
Berikut ini disadur dari Australian Independent Baptist Newsletter: "Kebanyakan pembaca surat ini sudah tahu bahwa organisasi Jesus Seminar adalah sesat, namun kadang-kadang menarik juga untuk melihat apa yang mereka sedang lakukan untuk memajukan kesesatan.

Sabtu, 21 November 2009

Nyatakan Apa Yang Salah

II Tim.4:1-5

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

SIKAP TERHADAP ALKITAB

Banyak orang memperlakukan firman Tuhan secara diskriminatif. Mereka sangat memperhatikan ayat-ayat Alkitab tertentu karena ayat-ayat tersebut sangat cocok dengan keadaan mereka, atau sangat sesuai dengan keinginan hati mereka, atau memihak mereka. Sikap demikian jelas bukan sikap mematuhi firman Tuhan melainkan memanfaatkan firman Tuhan untuk kepentingan diri sendiri.

Ada juga orang Kristen yang bersikap diskriminatif terhadap firman Tuhan karena beda yang mengucapkan atau yang menuliskannya. Perintah Tuhan Yesus yang ditulis oleh Rasul Matius disebut Amanat Agung (Mat.28:19-20) dan sangat diperhatikan sementara perintah Tuhan yang disampaikan melalui Rasul Paulus sebagaimana nats kita di atas dianggap remeh.

Sekolah Theologi Fuller: Kompromistis Menuju Kesesatan

Disadur oleh: Hasan Karman, S.H.,M.M. (Walikota Singkawang, Kal-Bar)

Latar Belakang

Sekolah Theologi Fuller (Fuller Theological Seminary), selanjutnya kita sebut Fuller, mempunyai pengaruh yang sangat besar. Ketika didirikan tahun 1947 mereka meyakini Alkitab adalah sempurna (infallibly), tiada salah (inerrantly), verbal, dan merupakan inspirasi penuh (plenary inspired), namun dalam waktu singkat semua itu sudah ditinggalkan. Fuller segera berkembang menjadi Injili Baru yang kompromistis, menerima doktrin yang netral, positivisme, dan mengagungkan intelektual.

Pimpinannya yang pertama, Harold John Ockenga, mengklaim sebagai penemu istilah “New Evangelicalism” (Injili Baru) dalam sebuah pertemuan seminari tersebut pada 1948. Ockenga menyatakan bahwa Injili Baru “berbeda dengan fundamentalisme yang menolak separatisme.” Sebenarnya, menolak “separatisme” sama artinya dengan menolak Alkitab!

Pimpinan Fuller yang sekarang, Richard Mouw mengatakan: “Sejak awal, sekolah menghindari separatisme dan dispensasionalisme yang menyertai fundamentalisme 1940-an, dan menerima sikap yang lebih damai” (Christianity Today, 6 Oktober 1997).

Menilai Dan Tidak Bisa Dinilai

Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. (I Kor.2:15)

Rasul Paulus mengajarkan suatu kebenaran yang sangat inti dan mutakhir pada jemaat P.B. yang adalah campuran antara Yahudi dengan Helenis. Penempatan Roh Allah ke dalam diri manusia pada zaman P.L. hanya terjadi pada para nabi saja. Faktor inilah yang menyebabkan para nabi memiliki kemampuan supranatural; menubuatkan hal-hal di depan bahkan melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia biasa. Rasul Paulus memberitahukan jemaat Korintus bahwa pada zaman P.B. Allah menempatkan RohNya ke dalam diri setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya (I Kor.3:16).

Ketika Roh Allah ditempatkan ke dalam diri manusia P.B. lahir baru, tidak berarti ia memiliki kemampuan nabi P.L., melainkan hanya menjadikannya milik Allah (Ef.1:13), serta memiliki kemampuan memahami hal-hal rohani. Rasul Paulus berkata, “tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Rasul Paulus mau mengatakan bahwa hanya orang rohani saja yang mengerti perkara rohani, sedangkan manusia duniawi hanya mengerti hal duniawi.

Sementara itu setelah manusia duniawi menjadi manusia rohani, ia masih tetap memiliki kemampuan duniawinya seperti membaca, berhitung, mengamati perkara politik, ekonomi, hukum, sosial dan lain sebagainya.

Manusia rohani yang masih tinggal di dunia tetap menghidupi kehidupannya sebagaimana manusia duniawi seperti bersaing dalam perdagangan, bersaing dalam kanca politik dan lain sebagainya. Manusia rohani tetap melakukan kegiatan belajar dalam berbagai bidang, mengolah otak yang diberikan Tuhan. Intinya, setelah seorang duniawi menjadi seorang rohani, kemampuan duniawinya tidak berkurang sedikit pun. Yang berubah pada manusia rohani sesungguhnya adalah pandangan hidupnya serta penambahan kemampuan menilai perkata-perkara rohani.

Iblis Ikutan Beritakan Injil

Yang benar saja, masakan iblis mau memberitakan Injil? Sangat mungkin sebagian orang Kristen akan bereaksi demikian. Tetapi jika anda membaca Kis.16:17, dimana seorang perempuan yang kerasukan iblis mengikuti rasul Paulus dan Silas sambil berseru, "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."

Dari kalimat yang diucapkan iblis ini, sepertinya idenya bagus sekali. Ia seolah-olah bertindak sebagai promotor Paulus dan Silas selama beberapa hari, memperkenalkan mereka sebagai hamba Allah yang mahatinggi dan bahwa mereka memberitakan jalan keselamatan.

Kalau dinilai dari segi isi kata-kata yang diserukan, siapakah yang berani mengatakan bahwa itu negatif. Seandainya bukan diserukan oleh seorang perempuan petenung, melainkan oleh seorang Pendeta, Majelis, atau song leader,siapakahyang berani berkata bahwa itu bersumber dari iblis.

Tetapi karena Rasul Paulus dan Silas adalah hamba Allah yang penuh dengan Roh Kudus, tentu tahu bahwa itu berasal dari iblis walau dikamuflasekan dengan cara apapun. Tentu cara mereka mengenal bahwa itu bersumber dari iblis sangat penting bagi kita, terutama kita yang hidup di tengah-tengah zaman okultis ini. Bahkan di televisi penuh dengan acara tangkap hantu, usir hantu dan lain sebagainya.

Penulis mendengar ada banyak mantan dukun yang bersaksi di gereja bahkan mendemonstrasikan kemampuan mereka melihat iblis dan berbagai aktivitas okultis. Karena tidak dapat membendung tekad Paulus dalam memberitakan Injil dan membangun jemaat di mana-mana, iblis menyusup agar diikutkan ke dalam team P.I. Rasul Paulus dan Silas sebagai promotor atau pembawa acara.

Demo Tuhan Dengan Doa

Supaya tuntutan mereka didengarkan, para mahasiswa dari berbagai universitas mengumpulkan teman mereka sebanyak mungkin menuju gedung DPR. Mereka membawa berbagai spanduk, bahkan pengeras suara untuk memastikan keinginan hati mereka terdengar.

Rakyat Ukraina beramai-ramai turun ke jalan memprotes hasil pemilu yang mereka nilai curang. Hasilnya luar biasa yaitu pemilu ulang sehingga jago mereka keluar sebagai pemenang. Lawannya tidak berani berbuat banyak, mau tidak mau harus menyerahkan kekuasaan kepada yang paling banyak pendukungnya.

Setelah pembunuhan Hariri (mantan PM Libanon), rakyat Libanon turun ke jalan menuntut Perdana Menteri mundur dan pasukan Syria ditarik dari Libanon. Mereka berhasil karena jumlah rakyat yang turun ke jalan sangat signifikan.

Bahkan kita semua tentu masih ingat bahwa Suharto diturunkan oleh demo mahasiswa besar-besaran di gedung DPR. Seorang yang telah berkuasa lebih tiga puluh tahun, yang ditakuti oleh para lawan politiknya, dan yang keinginan hatinya tidak boleh dibantah, akhirnya tunduk kepada permintaan para mahasiswa yang berdemo.

Pungut Konsep Duniawi

Mungkin karena hal-hal tersebut di atas, maka sejumlah “pendeta” mendapat ide untuk mengadakan National Prayers Conference atau acara doa dengan jumlah orang besar-besaran. Sudah berulang kali kita mendengar digelarnya acara rally doa dengan berbagai tema di Senayan, di Monas dan berbagai tempat.

Bagi seorang yang biasa berpikir kritis, tentu akan timbul pertanyaan, apakah dengan jumlah orang berdoa yang banyak maka Tuhan akhirnya seperti Suharto atau presiden Syria akan tunduk kepada permintaan mereka? Mereka membayangkan Tuhan seperti seorang penguasa otoriter yang angkuh, apalagi Tuhan dikatakan mahakuasa yang tentu lebih dari presiden manapun. Jadi agar Ia mau mendengar maka diperlukan pendoa yang sebanyak-banyaknya?

Menjejak Balik Benih GRAPHE Setelah Tertanam 10 Tahun

Setelah melayani Tuhan sekitar enam tahun di sebuah gereja di Jakarta, akhirnya pada tahun 1993 Dr. Suhento Liauw memutuskan untuk berhenti menghabiskan waktu hidupnya secara sia-sia. Beliau memutuskan keluar untuk membangun pelayanan yang benar-benar berdasarkan Alkitab. Ada teman yang menganjurkan untuk menyewa ruko dan langsung memulai jemaat baru. Sekalipun domba sepatutnya mengikuti gembala bukan tetap tinggal di kandang, Dr. Liauw memandang bahwa tindakan membawa sebagian jemaat keluar untuk memulai jemaat baru kurang etis.

Akhirnya Dr. Liauw memutuskan untuk melanjutkan studi ke USA,Tabernacle Baptist Theiological Seminary, agar memiliki pengetahuan yang cukup untuk pelayanan ke depan yang pada waktu itu belum ada kepastian kota bahkan negaranya. Setelah mendapatkan visa, Dr. Liauw sekeluarga berangkat pada tanggal 30 Juni 1993 menuju Singapore, California, Denver, Chicago, Northfolk, dan akhirnya tiba di Virginia Beach,dijemput oleh Misionari Tom Crawford untuk dibawa menginap di Greathope Baptist Church. Mereka sekeluarga sempat berbakti beberapa minggu di gereja tersebut bahkan setelah mendapatkan apartment di dekat Tabernacle Baptist Church.

Selain berbakti di Greathope Baptist Church Dr. Liauw sekeluarga juga kadang-kadang berbakti di Tabernacle Baptist Church. Menyaksikan kegairahan gereja-gereja tersebut dalam pengutusan misi ke negara lain, memberitakan Injil, dan membangun jemaat, timbul dalam diri Dr. Liauw untuk kembali Indonesia setelah menyelesaikan studi nanti.

Doa Bapa Kami

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.] (Mat.6:9-13)

“Doa Bapa Kami” adalah doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus untuk diajarkan kepada murid-muridNya. Di Indonesia, karena mengikuti tradisi Belanda dan Gereja Katolik, menyebutnya Doa Bapa Kami, sedangkan di Inggris dan Amerika menyebutnya Doa Tuhan (The Lord’s Prayer).

Untuk memahami Doa Bapa Kami, seseorang harus memahami beberapa hal. Pertama seseorang harus memahami bahwa kedatangan Tuhanyang pertama sesungguhnya adalah penggenapan janji Allah untuk mendirikan Kerajaan Daud yang tak berkesudahan yang kini kita menyebutnya Kerajaan Seribu Tahun (Kis.1:6-7). Seluruh pemberitaan dan pengajaran bagian awal pelayanan Tuhan difokuskan untuk tujuan tersebut. Kata Tuhan, jika bangsa Yahudi menerima Yohanes maka ia adalah Elia (Mat.11:13-14) yang berarti juga pasti akan menerima Yesus sebagai Mesias. Kata “jika” (ei) pada ayat 14 memiliki arti yang sangat penting. Kata ini mengandung unsur “kemungkinan”. Ayat ini bisa dimengerti hanya jika seseorang memahami hakekat “kehendak bebas” (free will) yang Allah berikan kepada manusia.

Tanpa memahami bahwa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia sejak penciptaannya, tidak mungkin dapat mengerti kata if atau ei pada Matius 11:14. Kedua, Ternyata bangsa Yahudi tidak menerima Elia sehingga ia menjadi Yohanes Pembaptis. Penolakan terhadap Elia sama artinya dengan penolakan terhadap Sang Mesias yang diperkenalkannya. Dengan demikian maka Kerjaan Seribu Tahun atau Kerajaan Daud yang dijanjikan ditunda sehubungandengan penolakan bangsa Yahudi terhadap raja mereka.

Demo Tuhan dengan Doa Puasa

Ibadah Puasa

Pada zaman P.L., atau lebih spesifik lagi sejak Taurat diturunkan hingga Yohanes Pembaptis tampil (Luk16:16, Mat.11:14), Allah memerintahkan bangsa Israel mendirikan ibadah simbolik untuk mengingatkan segala bangsa tentang janji Allah untuk mengirim Juruselamat.

Pada zaman ibadah simbolik, manusia beribadah dengan simbol. Domba yang disembelih menyimbolkan Sang Juruselamat, dan penyembelihannya menyimbolkan penghukuman atas dosa. Rituil ibadah dalam Bait Allah seluruhnya bersifat simbolik, atau bersifat bayangan (Ibr.10;1, Kol.2:16-17).

Pada zaman tersebut ibadah dilakukan secara lahiriah. Manusia diperintahkan menyembah secara lahiriah, dan segala sesuatu yang bersifat lahiriah seperti berdoa sambil sujud, berpuasa, semua dihitung sebagai ibadah. Intinya, segala sesuatu yang terjadi di dalam hati harus diekspresikan ke dalam bentuk luar yang terlihat oleh mata manusia.

Tujuan perintah ini ialah untuk mengingatkan manusia akan rahasia illahi yang masih tersembunyi pada saat itu (Kol.1:26). Rahasia Disingkapkan Akhirnya, setelah tiba waktu yang ditetapkan Allah (Gal.4:4) maka Allah menyingkapkan rahasia yang tersembunyi berabad-abad (Kol.2:26), yaitu kedatangan hakekat yang telah disimbolkan (disembunyikan) berabad-abad, yaitu Anak Allah menjadi manusia, menanggung dosa seisi dunia. Sejak pengumuman tentang kedatanganNya yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, maka genaplah tujuan seluruh ibadah simbolik lahiriah dalam P.L.. Itulah sebabnya Kristus berkata kepada wanita Samaria,“tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian” (Yoh.4:23).

Dukun Mau Beli Gelar Rasul

Kis.8:9-23

Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia Seorang yang sangat penting. Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya...Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."

Siapapun yang membaca perikop Alkitab terkutip di atas, pasti merasa geli dengan sikap Simon si tukang sihir atau nama bekennya sekarang Simon illusionis. Menurut catatan Alkitab, ia telah lama berlagak sebagai orang hebat dan telah memukau banyak orang di kota Samaria.

Setan Mengusir Setan

KIS.19:13-20

Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu,mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."

Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa

Asal Usul Iblis & Setan

Ketika Tuhan Yesus hadir di dunia sekitar dua ribuan tahun lalu, salah satu hal yang sering dilakukanNya ialah mengusir roh-roh jahat. Ia adalah Tuhan pencipta langit dan bumi dengan seluruh isinya. Bahkan roh-roh jahatpun ciptaanNya,karena roh jahat tadinya adalah malaikat ciptaanNya. Tetapi karena mereka mengikuti Lucifer, malaikat terang itu, membangkang akhirnya kepada mereka diberi sebutan baru yaitu roh-roh jahat, iblis, dan setan.

MENJAGA STT GRAPHE BUKAN DARI SERANGAN LUAR, MELAINKAN PENYUSUP DARI DALAM

Belajar dari sejarah sekolah theologi lain, yang pada awal didirikan memiliki tujuan yang sangat agung, dan juga pengajaran doktrin yang sangat fundamental konservatif, namun hanya dalam tempo yang sangat singkat berubah menjadi sekolah theologi liberal atau kharismatikal, maka segenap keluarga besar STT GRAPHE beserta seluruh pendukungnya harus sungguh-sungguh waspada. Sekali STT GRAPHE jatuh ke pimpinan yang tidak cinta kebenaran, maka pupuslah harapan kita akan sebuah institusi efektif yang memproduksi pelayanan Tuhan yang menyenangkan hati Tuhan.

Sering kali pada awalnya seseorang terlihat sepertinya sangat mencintai kebenaran, misalnya berseru-seru dimimbar, bahkan mungkin hingga pernah mengajarkan kebenaran, namun kemudian kita mendengar bahwa ia telah membuang doktrin alkitabiah yang pernah dipegang dan ajarkannya, dengan mengkompromikan kebenaran untuk mencapai kesuksesan materi dan duniawi.

Dari pengalaman yang masih sangat sedikit namun sudah cukup untuk menyadarkan pimpinan STT GRAPHE bahwa sebelum ada pembuktian melalui cobaan dan himpitan dalam suatu jangka waktu, janganlah terlalu cepat menyimpulkan bahwa seseorang benar-benar cinta kebenaran.

Selamat Jalan Drs. Agus B. Lay

Jumat, 8 Oktober 2004, penulis dikejutkan oleh berita tentang dipanggilnya Bapak Agus Lay oleh Bapa di Sorga untuk menerima hadiah yang telah disiapkanNya baginya.

Penulis sangat menghargai pelayanan dan segala jerih lelah beliau dalam memberitakan Injil. Sangat sedikit pelayan Tuhan di Indonesia yang sedemikian serius dalam melayani Tuhan hingga akhir hayat seperti Bapak Agus Lay.

Sebagaimana biasa, acara diisi oleh berbagai kata sambutan. Di antara berbagai kata sambutan yang disampaikan, yang paling menarik hati penulis ialah yang disampaikan oleh Bapak Stephen Tong. Mungkin karena penulis sedang dalam suasana menulis Pedang Roh dengan judul utama Nyatakan Apa Yang Salah, sehingga kata sambutan Bapak Stephen Tong sangat mengena di hati penulis.

Dr. Stephen Tong dengan lantang mengritik berbagai pihak dalam kata sambutannya antara lain orang-orang kaya yang tidak sungguh-sungguh mempersembahkan materi mereka untuk pelayanan. Orang seperti Drs. Agus Lay telah mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan sementara itu orang-orang kaya mempersembahkan hanya sebagian kecil dari berkat materi yang mereka terima, yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan yang mereka pakai untuk menyenangkan keluarga mereka.

Kemudian beliau juga mengecam gereja-gereja yang tidak berfungsi dengan baik. Hadirnya LPMI (CampusCrusadefor Christ) yang notabene adalah parachurch adalah bukti kegagalan gereja demikian kata beliau. Tentu penulis sangat setuju dengan pernyataan beliau yang satu ini karena sesuai dengan konsep gereja lokal yang kita yakini.

ORANG KRISTEN MELAYAT

Peristiwa kematian adalah peristiwa yang besar dalam perjalanan hidup manusia. Biasanya manusia mengingat bahkan merayakan hari kelahiran, pernikahan, dan kematian seseorang. Famili dan Sahabat datang memberi salam atau belasungkawa ketika ada anggota keluarga yang mengalami tiga peristiwa tersebut.

Kelahiran dan pernikahan adalah dua peristiwa sukacita sedangkan kematian adalah peristiwa dukacita. Karena kita orang Kristen juga hidup bermasyarakat, maka kita juga tidak bisa menghindar dari ketiga peristiwa tersebut.

Baik kelahiran, pernikahan, dan apalagi kematian, biasanya sarat dengan nuansa adat-istiadat. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam adat-istiadat berbagai suku bangsa, telah terdapat campuran unsur tahyul, mistik, bahkan magic di dalamnya. Tentu kekristenantidak perlu menentang adat-istiadat yang tidakbertentangan dengan kebenaran Alkitab. Tetapi bagaimanakah orang Kristen harus bersikap ketika ia bertemu dengan adat-istiadat yang mengandung tahyul, mistik, dan magic?

Berita Mingguan 21 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

LEE STROBEL BERASOSIASI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERBAHAYA
Lee Strobel, penulis terkenal akan beberapa buku apologetika yang dipakai luas, termasuk The Case for Christ, adalah seorang "injili," dan asosiasinya dengan penyesat-penyesat memberikan peringatan yang nyaring. Pada bulan Januari 2010 ia dijadwalkan untuk berbicara di konferensi Break Forth di Kanada bersama dengan William Paul Young, penulis dari buku The Shack, dan Leonard Sweet, seorang perenung New Age. Lighthouse Trails mengobservasi, "[Walaupun banyak orang mengagumi karya Strobel di masa lampau,] sama sekali tidak mengherankan bahwa dia ikut serta dalam acara Break Forth. Dia mendukung pelayanan anaknya yang bersifat sangat emerging/kontemplatif, yaitu Metamorpha, dia tampil berkali-kali di Crystal Cathedral milik Robert Schuller selama tahun-tahun ini, dan dia terus memiliki koneksi dengan Gereja Saddleback dan Willow Creek, jadi membedakan antara yang benar dan salah bukanlah sesuatu yang menjadi perhatian utama Strobel" ("Why Are Joel Rosenberg and Frank Peretti Appearing With New Age/New Spirituality Sympathizers, " Lighthouse Trails, 9 Nov. 2009). Orang yang akan berbicara bersama dengan Strobel nanti, Paul Young, menggambarkan Allah sebagai seorang wanita dan mengklaim bahwa Dia tidak menghakimi dosa atau mengirim siapapun ke neraka. Leonard Sweet mempromosikan kerohanian New Age yang universal (semua orang selamat) yang dia sebut New Light dan "kesadaran Kristus." Dia menggambarkan konsep ini dengan kata-kata "persatuan antara manusia dengan Allah" yang adalah "hal utama dalam semua agama dunia" (Quantum Spirituality, hal. 235). Dia mengatakan bahwa hal yang sama dialami oleh Mohammad, Musa, dan Krishna. Dia mempromosikan Matthew Fox, M. Scott Peck, dan Ken Wilber, orang-orang New Age yang percaya keilahian manusia. Sweet mengatakan bahwa kemanusiaan perlu belajar kebenaran kata-kata Thomas Merton, seorang imam Katolik-Budha, "kita memang sudah satu" (Quantum Spirituality, hal. 13). Alkitab memperingatkan kita bahwa adalah tidak mungkin bergandengan tangan dengan orang-orang seperti ini dalam sebuah pelayanan tanpa mengambil bagian dalam kejahatan mereka (2 Yoh. 8-11).

ATURAN! HUKUM!
Ketika sebuah tim senam SMA baru-baru ini gagal mempertahankan gelar mereka di pertandingan karena pelatih mereka melanggar aturan, respons terhadap kejadian itu menceritakan banyak sekali hal. Respons berkisar dari "ya kami mengerti dan menerima aturan" hingga "kami spesial dan tidak perlu diikat oleh aturan konyol seperti itu."

Berita Mingguan 14 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PEMBUNUHAN MASSAL DI MARKAS MILITER AMERIKA ADALAH TINDAKAN TERORISME ISLAM
Walaupun sebagian pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh media mencoba untuk menyalahkan hal-hal lain, jelas bahwa pembunuhan massal yang dilakukan oleh Nidal Malik Hasan terhadap 13 orang, dan melukai 31 lainnya, di Markas Militer Fort Hood, Texas, adalah sebuah tindakan terorisme Islam. Hasan berteriak "Allahu Akbar" ("Allah Maha besar") sebelum meulai menembak, dan salah seorang tetangganya berkata bahwa Hasan memberikan kepadanya sebuah Quran jam 9 pagi hari itu sebelum ia berangkat ke markas dan ia berkata, "Saya akan melakukan pekerjaan baik bagi Allah" ("For Hood Gunman Had Told US Military Colleages That Infidels Should Have Throats Cut," Telegraph, London, 8 Nov. 2009). Hasan memberitahu beberapa orang temannya bahwa "orang-orang tidak percaya" (kafir) seharusnya dipotong lehernya dan bahwa mereka seharusnya dibakar. Sebelumnya, masih di musim panas yang baru lalu ini, ia menyoraki penembakan mati seorang perekrut Little Rock Army oleh seorang Muslim ("The Military's Blunders," New York Post, 7 Nov. 2009). Dalam sebuah ceramah di Walter Reed Army Medical Center (dia bekerja di situ sebelum dipindahkan ke Fort Hood pada bulan Juli tahun ini), Hasan mengeluarkan unek-uneknya bahwa "orang-orang yang tidak percaya harus dipenggal kepala dan dituangkan minyak mendidih ke kerongkongan mereka." Ketika ditugaskan di Walter Reed, Hasan menghadiri mesjid Dar al-Hijrah berbarengan dengan dua orang yang termasuk teroris peristiwa 11 September ("Fort Hood Shooting: Texas Army Killer Linked to September 11 Terrorists," The Telegraph, 7 Nov. 2009). Imam yang menjabat saat itu adalah Anwar al-Awlaki, yang sekarang tinggal di Yemen. Charles Allen, mantan pembantu-sekertaris bagian intelijen di Departemen Homeland Security, menggambarkan dia sebuah "seorang pendukung al-Qaeda yang menargetkan orang-orang Muslim USA dengan ceramah-ceramah online yang bersifat radikal mendukung serangan-serangan teroris." Val Finell, seorang dokter angkatan darat yang belajar bersama dengan Hasan, mengatakan bahwa dia dan teman-teman lain mempertanyakan kesetiaan Hasan terhadap Konstitusi USA dan komitmennya terhadap pertahanan Amerika ("Officials: U.S. Aware of Hasan Efforts to Contact al Qaeda," ABC News, 9 Nov. 2009). Dr. Finnel mengatakan bahwa kebanyakan perwira tidak mengajukan komplian karena "takut seolah-olah diskriminasi terhadap seorang tentara Muslim" ("Fort Hood Gunman Had Told US Military Colleagues," The Telegraph, 8 Nov.) Hal ini mengekspos kebodohan "sikap harus benar secara politis" yang telah melanda militer USA, yang kini lebih semangat untuk menyenangkan para feminis, aktivis lingkungan, orang-orang Muslim, dan para pengacara, daripada melakukan tugasnya untuk melindungi Amerika dari semua musuh. Namun demikian, akar permasalahannya bukanlah kelemahan pihak militer; akar permasalahannya adalah kesesatan dan sikap penakut dari para pengkhotbah bangsa tersebut (USA), yang menolak untuk memproklamirkan takut akan Allah dengan berani dan tanpa kompromi. Sebagai hasilnya, bangsa ini telah kehilangan hikmat dan kuasanya. Jadi, solusinya, dari pihak orang-orang percaya, adalah utuk tidak berfokus pada politik atau menenggelamkan diri ke dalam talkshow-talkshow konservatif di radio; solusinya adalah berfokus pada kesalehan, dalam kehidupan pribadi kita dan dalam gereja-gereja kita. "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Taw. 7:14).

PARA EKUMENIS MERAYAKAN ULANG TAHUN "PERSETUJUAN TENTANG PEMBENARAN"
Tanggal 31 Oktober yang lalu, berbagai gereja-gereja liberal yang ekumenis merayakan ulang tahun kesepuluh penandatanganan "Joint Declaration on the Doctrine of Justification" (Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran).

Kamis, 12 November 2009

95 DALIL ALKITABIAH


1

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).

2

Percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan Tuhan menciptakan dua makhluk yang berkepribadian, diberi kemampuan berpikir, serta kehendak bebas, menurut Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah yaitu Malaikat dan Manusia. Tuhan tidak ingin disembah oleh Robot melainkan oleh pribadi yang berkehendak bebas. Mereka bisa memilih menaati atau menentangNya. Jika dari hati mereka yang bebas timbul pilihan menaati Tuhan, itulah kenikmatan bagi Sang Pencipta.

3

Percaya bahwa Tuhan menempatkan Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik-Jahat di Taman Eden sebagai simbol alternatif bagi mereka. Jika mereka mau bersikap positif terhadap Tuhan, mereka bisa mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Kehidupan. Namun jika mereka memilih bersikap negatif terhadap Tuhan, mereka akan mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Pengetahuan Baik-Jahat. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan kepada para Malaikat dan Manusia adalah Ketetapan Tuhan dan tidak bisa diubah karena Tuhan tidak bisa menyangkal diriNya (II Tim 2:13). Sebagai pribadi, alias bukan robot, tentu memiliki resiko. Dan sekalipun ada resiko kita tetap lebih senang menjadi pribadi daripada diciptakan sebagai robot.

4

Percaya bahwa terjadi Kejatuhan Malaikat dan Manusia. Dalam hati 1/3 jumlah para Malaikat timbul niat jahat terhadap Tuhan, dan mereka ingin menghancurkan Tuhan. Tentu mereka akan dihukum dan sebelum penghukuman dijatuhkan, untuk membedakan mereka dari malaikat yang masih setia, para malaikat pemberontak diberi sebutan baru yaitu iblis. Mereka tahu ada makhluk lain yang berakal budi yaitu Manusia, yang bisa dihasut untuk memihak mereka. Hawa dihasut sehingga lebih percaya pada perkataan iblis daripada perkataan Tuhan, sehingga memakan buah Pengetahuan Baik-Jahat, sehingga timbul DOSA. Adam pun ikut berdosa dengan memakan buah tersebut. Inilah Momen Kejatuhan Manusia ke dalam DOSA. Mereka lebih percaya iblis daripada Tuhan.

5

Percaya bahwa 1/3 malaikat pemberontak bersama Lucifer, yang disebut iblis, TIDAK DIAMPUNI DOSAnya karena setiap Malaikat itu berdosa dari dirinya sendiri, berdosa di Tempat Yang Maha Kudus/Sorga/Tahta Hadirat Tuhan. Juga karena Para Malaikat diciptakan sekaligus (Tanpa REGENERASI) berbeda dengan Manusia yang diciptakan tidak sekaligus (bersamaan dalam satu waktu) alias manusia lewat REGENERASI (kelahiran).

6

Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa telah menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23).

7

Percaya bahwa Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.

8

Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)

9

Percaya bahwa Manusia berdosa tidak bisa masuk Surga, karena Surga adalah Tempat yang Maha Kudus. Manusia berdosa tidak bisa menghampiri Tuhan karena Tuhan adalah Pribadi yang Maha Kudus. Karena manusia lebih percaya perkataan iblis maka ia akan dihukumkan bersama-sama dengan iblis. Hukumannya ialah mati sebagaimana kata Tuhan bahwa jika mereka makan buah Pengetahuan Baik-Jahat, maka mereka akan mati.

10

Percaya bahwa jika Manusia ingin masuk Surga, maka DOSA manusia HARUS DISELESAIKAN.

11

Percaya bahwa HANYA ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan Penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus atau tidak dapat diselesaikan dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan atau usaha manusia. Jika manusia bisa menyelesaikan DOSA, maka itu berarti manusia akan masuk Surga oleh JASAnya. Usaha manusia tidak mungkin menyelesaikan DOSA manusia. Alkitab mengajarkan bahwa DOSA hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN. Roma 6:23 “Upah DOSA adalah MAUT.” Inilah INTI PERBEDAAN antara Kekristenan dengan semua agama di muka bumi. Hampir semua agama mengajarkan cara Penyelesaian Dosa yang intinya adalah usaha manusia. Namun Alkitab mengajarkan bahwa DOSA diselesaikan dengan penghukuman. Ini sesuai dengan sifat Tuhan yang MAHA ADIL dan MAHA KUDUS, yang harus menghukum DOSA.

12

Percaya bahwa Tuhan begitu Mengasihi Manusia karena Tuhan Maha KASIH, dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN, berarti manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya. Untuk itu Tuhan berjanji akan mengirim JURUSELAMAT, yang lahir dari seorang Dara/perawan yang akan sanggup menghancurkan kepala ular (penyataan simbolik: mengalahkan iblis)

13

Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT yang akan dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).

14

Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)

15

Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.

16

Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)

17

Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).

18

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup pada masa sebelum Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang AKAN DATANG (Percaya janji Tuhan mengirim JURUSELAMAT) yang disimbolkan dengan Korban Sembelihan Hewan di Mezbah.

19

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup setelah Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang SUDAH DATANG. Bertobat artinya mengakui diri berdosa dan telah menyesali dosa. Percaya bahwa diri anda yang seharusnya dihukumkan tetapi Sang Juruselamat TELAH dihukumkan menggantikan anda.

20

Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).

21

Percaya bahwa setiap orang yang tidak pernah dengar Injil tetap akan masuk Neraka.

22

Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).

23

Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).

24

Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).

25

Percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, atau Kebangkitan orang mati atau Kebangkitan Tubuh untuk menuju kepada Kehidupan Kekal atau Kematian Kekal.

26

Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA

27

Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)

28

Percaya bahwa Alkitab, dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.

29

Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).

30

Percaya dalam doktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).

31

Percaya bahwa Alkitab adalah Absolut Innerancy dan Biblical Infallibility yaitu 66 Kitab Kanon yg terdiri dari 39 Kitab PL dan 27 Kitab PB adalah Kitab-kitab yang diseleksi oleh Roh Kudus melalui jemaat mula-mula.

32

Percaya bahwa gereja apapun yang memiliki/Mengajarkan Otoritas di Luar Alkitab atau Extra biblical Authority adalah Menambahi Firman Tuhan.

33

Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.

34

Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)

35

Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).

36

Percaya bahwa hanya ada 2 Tujuan Besar Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia yaitu Pertama, Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan Kedua, setelah mereka diselamatkan, sambil menunggu kedatanganNya menjemput mereka, Ia mengharuskan mereka membentuk Jemaat/Gereja. Organisasi yang hanya menginjil namun tidak membentuk/mendirikan Jemaat, hanya melakukan separuh Perintah Tuhan. Dan orang Kristen yang Taat harus melakukan keseluruhan Perintah Tuhan.

37

Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15

38

Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).

39

Percaya bahwa Orang Kristen sebagai Warga Negara boleh berpolitik, tetapi Gereja/Jemaat Lokal tidak boleh berpolitik, misal: gereja mengadakan acara politik seperti Doa Politik, dll.

40

Percaya bahwa manusia atau Negara yang menghukum orang atas dasar kepercayaannya adalah sama dengan melarangnya memercayai sesuatu yang diyakininya dan hal ini jelas melanggar HAM.

41

Percaya bahwa gereja yang benar adalah gereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).

42

Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23). Percaya bahwa Doktrin Gereja Lokal adalah Alkitabiah, sedangkan Doktrin Gereja Universal tidak Alkitabiah.

43

Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).

44

Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).

45

Percaya bahwa Konsep Keluarga Alkitabiah adalah Suami mengasihi Istri dan Istri tunduk kepada Suami sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Jemaat Tunduk kepada Kristus.

46

Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)

47

Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).

48

Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.
Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)

49

Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.

50

Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan (Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).
Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.

51

Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)

52

Percaya bahwa Hukum Taurat sudah diGENAPkan bukan dibatalkan dan seluruh paket Ibadah Simbolik yang terkandung dalam hukum Taurat sudah selesai tugasnya.



Percaya bahwa Paket Ibadah Simbolik/Jasmaniah/Rituil (seperti nama Jehovah, aturan hari Sabat/Sabtu, makanan yang diHARAMkan, Penyakit Kusta yang menyimbolkan Kutukan, Ritual Ibadah di Bait Suci) semuanya telah selesai tugasnya, karena yang DISIMBOLKAN telah TIBA (Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus).

53

Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah Hakekat dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah (tidak ada keterikatan pada postur tubuh, waktu maupun tempat) dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).

54

Percaya bahwa Keimamatan Harun telah dihentikan dan kini setiap orang Percaya adalah IMAM, bahkan Imamat yang Rajani (1 Pet 2:9). Tidak boleh ada jabatan imam atau praktek keimamatan. Tidak boleh memberkati orang atau diberkati orang. Zaman Family Altar sudah selesai. Tidak boleh ada yang angkat tangan di akhir kebaktian untuk memberkati orang, karena itu adalah praktek keimamatan. Dan yang benar adalah Peneguhan Nikah bukan PEMBERKATAN Nikah. Gereja/Jemaat Lokal berfungsi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran menggantikan posisi bangsa Israel.

55

Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.

56

Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).

57

Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.

58

Percaya bahwa Satu-satunya Alasan Alkitabiah yang berkenan kepada Tuhan untuk Pindah Gereja adalah Karena Mendapatkan Gereja yang Lebih Benar atau Lebih Alkitabiah. Tuhan akan sangat bahagia karena muridNya ternyata sangat cinta kebenaran.

59

Percaya bahwa Tidak boleh ada Satu orang pun yang belum lahir baru menjadi anggota gereja/jemaat Tuhan. Orang-orang yang belum Lahir Baru harus diInjili dengan sungguh-sungguh dan jika mereka betul-betul Lahir Baru, mereka baru boleh menjadi anggota Jemaat, karena Jemaat/Gereja adalah kumpulan Orang Percaya.

60

Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, yang sopan, teratur, dan kudus (Ibr.12:14).

61

Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillennium/Premilenialisme). Di Akhir Masa Kerajaan 1000 Tahun penduduknya dan orang-orang yang tidak percaya akan diadili. Setiap orang percaya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, dan akan bersama Tuhan selamanya (Why 20, Rm 5:9, 1 Tes 1:10, 4:15-17, Yoh 14:1-3).

62


63


64

Percaya bahwa seorang Diaken harus Laki-laki atau Pria yang sudah menikah, Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik, memiliki Iman yang Benar dan Moral yang Baik…dst, perhatikan juga syarat bagi istri seorang Diaken. (1 Tim 3:8-12)

65

Percaya bahwa Gereja Lokal dimanapun juga harus menjaga dirinya dan setia kepada ajaran Alkitab, dan harus memisahkan diri dari orang-orang yang tidak seasas atau sedoktrin (prinsip SEPARASI yang Jelas), harus memisahkan diri dari keduniawian, tidak kompromi dengan dunia, pengajaran/doktrin yang salah (Rm 16:17, Tit 3:10, II Tes 3:6, Mzm 97:10, 119:63, I Tim 4:16) karena Kristus menuntut gereja yang murni, tidak bercacat cela menjelang Maranatha sehingga menjadi mempelai wanita yang layak bagiNya (1 Kor 1:8, Ef 1:4, 2 Tim 2:15).

66

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal: Bapa, Anak/Putra/Firman dan Roh Kudus. Ketiganya Esa. Sesuai dengan ajaran Alkitab (1 Yohanes 5:7-8, Mat 3:13-17; 28:19, Ul 6:4, 2 Kor 13:13)

67

Percaya Roh Kudus adalah oknum ketiga Tuhan Tritunggal, sama dan sederajat dalam sifat dan karakter dengan Bapa dan Anak/Putra. Roh Kudus diutus sebagai Penolong (Parakletos) disebut Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17,26 ; 16:13), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 6:8-11), menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran, Mendiami/tetap tinggal di setiap hati orang yang Lahir Baru (Ef 1:13-14). Roh Kudus akan menghasilkan buahNya di dalam semua orang yang Percaya, dan yang dipimpin olehNya (Gal 5:22,23; Kol 1:10,12)

68

Percaya bahwa hamba Tuhan yang melayani, berhak mendapatkan “upah” atau kehidupan dari pelayanannya. Dan Jemaat harus mendukung hamba Tuhan dengan persembahan dan persepuluhan. Agar dia tidak mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga fokus dalam melayani Tuhan dan Jemaat (1 Kor 9:13-15; Mal 3:6-10, Kis 6:4).

69

Percaya bahwa Sistem Penggajian Gembala yang Alkitabiah adalah Gembala hanya boleh mengambil sebelas persepuluhan yang masuk atau sistem 11/10.

70

Percaya bahwa Gereja harus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ini adalah tanggung jawab Gereja Lokal, dan juga tanggung jawab setiap orang percaya, untuk memberitakan Injil Keselamatan yang MURNI kepada semua orang, sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, tidak boleh kompromi dengan hal-hal duniawi di dalam memberitakan Injil. Percaya bahwa kuasa Roh Kudus akan memimpin dan menuntun kita untuk memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah (Mat 28:19-20).

71

Percaya bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya.
Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.

72

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).

73

Percaya bahwa Tuhan semua agama, TIDAK SAMA. Yesus semua agama TIDAK SAMA, sehingga setiap orang patut tahu Tuhan mana yg anda percayai dan Yesus mana yang anda Percayai.

74

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.

75

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).

76

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.

77

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).

78

Percaya bahwa Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll. Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi sesama. Mat 6:33, I Tim 6:10

79

Percaya bahwa TIDAK setiap/semua Doa PASTI dikabulkan Tuhan sama seperti kita percaya bahwa tidak semua (Penyakit) orang disembuhkan Tuhan.

80

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK.
Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**

81

Percaya bahwa Hal yang tidak direformasi oleh dan menjadi Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi), karena fokus mereka waktu itu pada Doktrin Keselamatan.

82


83

Percaya bahwa istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah “Pemberkatan Nikah” dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan Selam dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.

84


85

Percaya bahwa Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.

86


87

Percaya bahwa orang yang telah mati tidak perlu didoakan, kepercayaan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal (Doa untuk Arwah) adalah Tidak Alkitabiah. Doa yang benar untuk anggota keluarga almarhum yang masih Hidup.

88

Percaya bahwa orang Kristen yang mati harus dikuburkan atau dikembalikan ke tanah, dan bukan diKREMASI/dibakar. Firman Tuhan mengatakan demikian. (Pkh 12:7). Semua tokoh Alkitab dikuburkan dengan layak. Pembakaran identik dengan Penghukuman Tuhan atau tradisi Penyembahan Berhala dalam suku-suku bangsa.

89

Percaya bahwa Hukuman Mati adalah Alkitabiah yang dilakukan Pemerintah sebagai alat Tuhan.

90

Percaya bahwa Sikap menghakimi adalah Alkitabiah. Sifat penghakiman yang dilarang Tuhan adalah menghakimi dengan Kemunafikan, Menghakimi menurut ukuran manusia (Yoh 7:24, 8:15, Mat 7:1-5). Sifat penghakiman yang diperbolehkan adalah Penghakiman oleh Negara (Ul 16:18), Penghakiman oleh Jemaat Lokal/Gereja (Mat 18:15-17, I Kor 5:12, 6:2-3), Penghakiman terhadap Berbagai Pengajaran/Doktrin dengan Alkitab (Mat 24:4-5, II Tes 3:14, Gal 1:9, II Tim 4:2).

91

Percaya bahwa semua makanan adalah HALAL jika diterima dengan ucapan syukur dan doa. Tidak ada makanan yang haram lagi, karena paket ibadah Simbolik sudah berakhir (Mat 15:11, 19-20, I Tim 4:1-5, Mrk 7:19).

92

Percaya bahwa di Akhir Zaman ini, Iblis & Para Pengikutnya (Nabi Palsu, Guru Palsu, Mesias Palsu) semakin bekerja giat dan semakin aktif “Memberitakan Injil” Palsu untuk menyesatkan Sebanyak Mungkin Orang (Mat 24:4-5, I Kor 12:3, Gal 1:6-7).

93

Percaya bahwa AntiKristus akan mempersatukan politik, ekonomi, dan agama serta menguasainya (Wah.13:11-18). AntiKristus akan muncul dari Eropa Bersatu.

94

Percaya bahwa Iblis sedang giat bekerja untuk melakukan Penyatuan Gereja dan Penyatuan Agama menjadi One World Religion (Satu Agama Dunia) dibawah One World Government (Satu Pemerintah Dunia) yang akan dipimpin oleh AntiKristus.

95

Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu
-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),
-SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),
-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),
-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),
-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),
-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan), Rm 15:9, Mrk 14:26, Ef 5:19, Kol 3:16.
-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada
-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36, Mat 6:13


Keterangan:

** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.
But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)
Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.
------------------------------0000---------------------------------------------
Suatu Gereja bisa disebut Gereja yang Alkitabiah meski ada satu atau beberapa point berbeda, misal 68, karena tidak terlalu esensi.
Beberapa poin yang lain penulis masukkan untuk mencounter beberapa pengajaran gereja yang tidak Alkitabiah alias menyimpang.
File :: Dede Wijaya
AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

berbagai sumber:
Rahasia Ilahi dari Kekal Hingga Kekal, by Suhento Liauw, DRE, Th.D
buku Pdt.Daniel Arianto, M.Th, Sbg Hamba Tuhan saya sudah memberitahu Saudara.
www.wayoflife.org (Ribuan Artikel) dikelola DR. David Cloud