Sabtu, 21 November 2009

Berita Mingguan 21 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

LEE STROBEL BERASOSIASI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERBAHAYA
Lee Strobel, penulis terkenal akan beberapa buku apologetika yang dipakai luas, termasuk The Case for Christ, adalah seorang "injili," dan asosiasinya dengan penyesat-penyesat memberikan peringatan yang nyaring. Pada bulan Januari 2010 ia dijadwalkan untuk berbicara di konferensi Break Forth di Kanada bersama dengan William Paul Young, penulis dari buku The Shack, dan Leonard Sweet, seorang perenung New Age. Lighthouse Trails mengobservasi, "[Walaupun banyak orang mengagumi karya Strobel di masa lampau,] sama sekali tidak mengherankan bahwa dia ikut serta dalam acara Break Forth. Dia mendukung pelayanan anaknya yang bersifat sangat emerging/kontemplatif, yaitu Metamorpha, dia tampil berkali-kali di Crystal Cathedral milik Robert Schuller selama tahun-tahun ini, dan dia terus memiliki koneksi dengan Gereja Saddleback dan Willow Creek, jadi membedakan antara yang benar dan salah bukanlah sesuatu yang menjadi perhatian utama Strobel" ("Why Are Joel Rosenberg and Frank Peretti Appearing With New Age/New Spirituality Sympathizers, " Lighthouse Trails, 9 Nov. 2009). Orang yang akan berbicara bersama dengan Strobel nanti, Paul Young, menggambarkan Allah sebagai seorang wanita dan mengklaim bahwa Dia tidak menghakimi dosa atau mengirim siapapun ke neraka. Leonard Sweet mempromosikan kerohanian New Age yang universal (semua orang selamat) yang dia sebut New Light dan "kesadaran Kristus." Dia menggambarkan konsep ini dengan kata-kata "persatuan antara manusia dengan Allah" yang adalah "hal utama dalam semua agama dunia" (Quantum Spirituality, hal. 235). Dia mengatakan bahwa hal yang sama dialami oleh Mohammad, Musa, dan Krishna. Dia mempromosikan Matthew Fox, M. Scott Peck, dan Ken Wilber, orang-orang New Age yang percaya keilahian manusia. Sweet mengatakan bahwa kemanusiaan perlu belajar kebenaran kata-kata Thomas Merton, seorang imam Katolik-Budha, "kita memang sudah satu" (Quantum Spirituality, hal. 13). Alkitab memperingatkan kita bahwa adalah tidak mungkin bergandengan tangan dengan orang-orang seperti ini dalam sebuah pelayanan tanpa mengambil bagian dalam kejahatan mereka (2 Yoh. 8-11).

ATURAN! HUKUM!
Ketika sebuah tim senam SMA baru-baru ini gagal mempertahankan gelar mereka di pertandingan karena pelatih mereka melanggar aturan, respons terhadap kejadian itu menceritakan banyak sekali hal. Respons berkisar dari "ya kami mengerti dan menerima aturan" hingga "kami spesial dan tidak perlu diikat oleh aturan konyol seperti itu."

Pada akhir pekan tanggal 7-8 November, SMA Northwest dari kota Shawnee Mission, Kansas, mundur dari peringkat pertama menjadi peringkat ketiga setelah salah satu pelatih mereka secara tidak pantas mempertanyakan sebuah keputusan penilaian juri, dan protes yang tidak pantas itu mengakibatkan tim tersebut terkena penalti satu poin. Direktur bidang atletik sekolah tersebut, Richard Grinage, mengakui bahwa sang pelatih bertindak berlawanan dengan peraturan. Pelatih yang bersangkutan sendiri tidak menyesal, dan dia berkata, "Kami adalah tim yang paling kuat dan memiliki nilai tertinggi yaitu 103.9, dan gagl karena suatu peraturan yang tidak pernah dijalankan selama 30 tahun ini; kami akhirnya mendapat nilai 102.9 dan urutan tiga" ("Sometimes It's Better to Just Keep Your Mouth Shut," Homeschool.rivals. com, 11 Nov. 2009). Menjelaskan tentang tujuan dari peraturan tersebut, Becky Oakes dari Federasi Nasional Asosiasi Negara Bagian mengatakan bahwa "membiarkan seorang pelatih untuk selalu mempertanyakan seorang wasit bisa merusak alur acara bagi para atlit dan kompetisi ini." Ini adalah hal yang wajar. Pertandingan harus memiliki peraturan. Hidup harus memiliki hukum. Dan jika hukum dilanggar sementara tidak ada penalti, maka hukum telah dihancurkan dan anarki berjaya. Inilah mengapa sang Allah Pencipta yang mahakudus menghukum pelanggaran terhadap HukumNya, dan ini berarti bahwa kita semua pantas menerima hukumanNya yang adil, karena kita semua orang berdosa. Tetapi dalam kasihNya yang besar Ia telah menyediakan jalan keselamatan bagi mereka yang bersandar pada AnakNya Yesus Kristus di kayu salib. Kasih Allah yang tak dapat terselami ini tidak dapat dimengerti di luar dari kemahakudusanNya yang tidak dapat ditawar. Injil tidak dapat dimengerti lepas dari Hukum.

KEBAKTIAN UNTUK BINATANG PELIHARAAN
Sebagian gereja di AS kini menyediakan kebaktian untuk binatang, dan percaya bahwa mereka memiliki jiwa. Gereja Covenant Presbyterian di Los Angeles belakangan ini memulai kebaktian untuk anjing, yaitu kebaktian sekitar 30 menit yang diperlengkapi dengan tempat tidur anjing, pembagian makanan anjing, himne tentang anjing, dan doa untuk anjing (baik yang masih hidup maupun sudah mati). Gembala Sidang Tom Eggebeen berharap bahwa hal ini akan "menghangatkan kembali koneksi gereja tersebut dengan komunitas, menyediakan penghiburan bagi mereka yang tua, dan mungkin menarik penyembah-penyembah baru yang gila tentang teman berkaki empat mereka" ("Gone to the Dogs," AP, 8 Nov. 2009). Eggebeen mengatakan bahwa "ketika kita mencintai seekor anjing dan anjing mencintai kita, itu adalah bagian dari Allah." Laura Hobgood-Oster, profesor agama di Universitas Southwestern, menemukan 500 gereja yang memiliki berkat khusus untuk binatang dan ada sekitar enam yang menyediakan kebaktian untuk binatang peliharaan. Ada satu di pinggiran kota Boston yang bernama Woof `n Worship. Salah satu yang menghadiri kebaktian anjingnya Eggebeen mengatakan, "Saya tidak punya anak, jadi binatang peliharaan saya adalah anak-anak saya." Sebenarnya, walaupun binatang bisa menjadi suatu berkat, karena Allah menciptakan mereka bagi manusia, mereka bukanlah anak-anak dan mereka tidak punya jiwa yang kekal. Mereka tidak punya kesadaran akan Allah, dan ketika mereka mati, maka mereka mati.

BANYAK DI KALANGAN BAPTIS INDEPENDEN YANG BERKOMPROMI
Peringatan berikut ini diedit dari sebuah khotbah oleh Gembala Sidang Terry Coomer, pendiri dan direktur dari pelayanan For Love of the Family. "Sejujurnya, saya sangat kaget ketika saya berbicara dengan para pemimpin Kristen dan gembala-gembala. Baru-baru ini saya berbincang dengan seseorang tentang sebuah Sekolah Alkitab yang dia pimpin. Dia memberitahu saya bahwa dia mau mengubah banyak hal. Dia berbicara mengenai musik yang benar, standar pakaian yang benar, pendirian yang benar tentang Alkitab, semua hal-hal yang sangat terpuji. Namun demikian, para pemimpin dan guru-guru di Sekolah Alkitab ini dalam kehidupan pribadi mereka melakukan semua hal yang dia akui secara pribadi sebagai hal-hal yang salah. Saya mau bertanya kepada anda, bagaimana mungkin seseorang mempertahankan standar tentang pakaian kalau dia sendiri tidak memiliki standar itu? Bagaimana seseorang dapat berprinsip melawan musik Southern Gospel jika ia membiarkan musik itu di gerejanya dan mengizinkan orang-orang yang mempromosikan musik tersebut untuk berkhotbah? Bagaimana mungkin seseorang mengambil sikap mempertahankan Alkitab ketika ia percaya semua jenis teks itu baik? Jawabannya adalah dia tidak mungkin bisa, dan dia mengizinkan hal-hal ini dalam gerejanya karena hal-hal itu menarik bagi daging. Roma 6:12 mengatakan, "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. " Kebangkitan rohani tidak mungkin terjadi di suatu gereja atau suatu bangsa selama kehidupan para pemimpinnya diatur oleh "keinginan daging.".... Saudara, kebutuhan yang sebenarnya pada hari ini bukanlah program tambahan, tetapi kehidupan nyata Kristiani yang kudus. KITA MEMILIKI BANYAK SEKALI BANYAK SEKALI KOMPROMI HARI INI. Gereja kami berprinsip untuk melawan semua hal yang disebutkan di atas dan tidak akan berkompromi. Ini bukan berarti kami menjadi orang-orang tertentu sebagai musuh, namun ada hal-hal yang saya tidak dapat dan tidak boleh ikut serta dalamnya atau mengecilkannya dengan berkata bahwa itu hanyalah masalah beda pendapat. Jika seseorang memiliki keinginan yang nyata untuk berubah dan ia meminta tolong, kami menolong mereka dan menyediakan informasi, tetapi anggapan bahwa saya harus membiarkan para tukang kompromi berkhotbah di gereja saya demi menolong mereka atau sebagai suatu gerakan politik dari pihak saya, itu adalah omong kosong. Banyak yang melakukan hal ini dengan alasan bahwa orang-orang yang mereka undang belum mengerti isu-isu tersebut. Namun tidak, sobat, mereka adalah orang-orang yang berkompromi, dan jika kamu mengundang mereka untuk berkhotbah atau berasosiasi dengan mereka dalam pelayanan, maka kamu ikut serta dalam gaya hidup mereka `dalam keinginan daging.' Ini adalah kesalahan serius yang menghancurkan semangat rohani dalam gereja-gereja kita, dalam jemaat, sekolah Alkitab, dan anak-anak. Kita sedang mengajari mereka bahwa tidak masalah menghidupi keinginan daging dan kehidupan yang berkompromi. Ini adalah pelanggaran Firman Tuhan yang nyata dan memalukan dan adalah dosa ketidaktaatan yang disengaja. Kita perlu ingat bahwa suatu hari, mungkin hari ini, kita akan berdiri di hadapan Allah dan memberikan pertanggungan jawab atas cara kita menjalani hidup ini. Titus 2:11-12 berkata, " Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini."

Tidak ada komentar: