Rabu, 17 Februari 2010

MICROCHIP untuk Penduduk Indonesia

Segalanya sudah siap bagi pemberian chip seluruh penduduk. Tinggal satu tahap lagi menuju "body chip". Pada saat itu genaplah nubuatan Wahyu 13:16,27 - "Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya."

* * * * *



2010, PEMERINTAH LUNCURKAN KTP ELEKTRONIK 
Selasa, 29 Desember 2009
Dhoni Setiawan


JAKARTA, KOMPAS.com - Memanfaatkan teknologi yang makin canggih, pemerintah berencana memberlakukan kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

Berbeda dengan KTP yang berlaku saat ini, di dalam KTP elektronik terdapat sebuah cip yang memuat biometrik atau sidik jari dari tiap orang yang memilikinya. Keberadaan KTP elektronik tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah proses-proses pendataan kependudukan yang dilakukan untuk menunjang program-program pemerintah seperti pilkada atau pemilu.

KTP elektronik akan mulai diimplementasikan tahun 2010. Namun, hal ini diperkirakan baru akan selesai (menjangkau semua wilayah Indonesia) pada tahun 2012. Untuk menangani proyek E-KTP ini, pemerintah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Departemen Dalam Negeri serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang dibantu oleh beberapa instansi pemerintah lainnya.


 
Program ini adalah proyek Depdagri, dan BPPT diminta membantu dari sisi kesiapan teknologi
Namun, sebelum merealisasikan program E-KTP tersebut, pemerintah  terlebih dahulu mengimplementasikan program nomor induk kependudukan (NIK). Program ini mewajibkan kepemilikan NIK bagi seluruh masyarakat Indonesia.

NIK ini nantinya akan mempunyai banyak fungsi, salah satunya dapat digunakan masyarakat untuk melakukan electronic-voting yang rencananya akan diselenggarakan pada Pilkada dan Pemilu 2014.

Menurut Kepala BPPT Marzan A Iskandar, Selasa (29/12/2009), program NIK ini sudah mulai dijalankan oleh pemerintah. Sebagai tahap awal, saat ini program NIK sedang diujicobakan di beberapa daerah di Indonesia.

"Program ini adalah proyek Depdagri, dan BPPT diminta membantu dari sisi kesiapan teknologi. Sebelum program E-KTP jalan, program NIK dulu yang diimplementasikan. Saat ini sedang diujicobakan di beberapa daerah, yaitu Padang, Denpasar, Makassar, dan Yogyakarta. Diperkirakan baru akan serius berjalan pada 2010, dan selesai 2011," papar Marzan di hadapan para wartawan saat konferensi pers di Kantor 

* * * * *



RIBUAN WARGA MANFAATKAN E-KTP
Senin, 4 Januari 2010


KOMPAS - Sedikitnya 4.232 warga Denpasar Barat memanfaatkan layanan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (E-KTP) sejak diujikan 16 Desember 2009 di Kantor Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Bali. Di Bali, layanan E-KTP baru diujikan di Denpasar dan Jembrana. 

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Minggu (3/1), mengatakan, pihaknya mengupayakan sebelum tahun 2012 semua warga sudah terlayani dengan pelayanan serupa mengingat target nasional, layanan KTP jenis ini menyeluruh tahun 2012. 

E-KTP adalah KTP yang dilengkapi dengan chip dan sidik jari yang terintegrasi ke pusat. Ini mempermudah pencegahan penduduk beridentitas ganda yang biasa digunakan teroris dan pelaku kriminal. (AYS)

* * * * *



MULAI 1 JANUARI 2010, DILARANG GESEK KARTU KREDIT
Selasa, 29 Desember 2009
Kompas/Lucky Pransiska


JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda para pengguna kartu kredit, mulai tanggal 1 Januari 2010 jangan lagi coba-coba menggesek kartu kredit Anda untuk melakukan transaksi pembayaran. Mengapa? Karena mulai 1 Januari 2010 nanti, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan baru yang tidak memungkinkan hal tersebut dilakukan. 

Mulai 1 Januari 2010, BI mulai menerapkan kartu kredit menggunakan chip secara menyeluruh untuk menggantikan kartu kredit magnetik yang dipakai selama ini. Berbeda dengan kartu kredit biasa yang digunakan dengan cara digesekkan ke mesin pembayaran, kartu kredit ber-chip digunakan dengan cara memasukkan bagian chip yang terdapat pada kartu ke dalam lubang chip yang nantinya akan tersedia pada tiap mesin pembayaran yang ada. 

Oleh karena itu, mulai 1 Januari nanti dapat dipastikan Anda para pengguna kartu kredit sudah tidak bisa lagi bertransaksi dengan cara menggesek. Hal ini juga ditegaskan oleh Deputi Direktur Direktorat Akunting d an Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Y.F. Sri Suparni di hadapan para wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Bank Indonesia, hari ini, Selasa (29/12/2009). 

"Kartu kredit ber-chip akan mulai diimplementasikan pada 1 Januari 2010 besok. Jadi, perlu diingatkan bagi para pengguna kartu kredit mulai 1 Januari nanti sistem transaksi pembayaran sudah tidak lagi di-swipe atau digesek seperti sebelumnya, tetapi di-dip. Kalau masih ada transaksi yang dilakukan dengan cara digesek tentu sudah tidak bisa, mesinnya tidak mungkin berjalan," ujarnya. 

Untuk mengimplementasikan kebijakan baru tersebut pada awal 2010, BI sudah mempersiapkan sejak lama. BI sudah mengkoordinasikan sejumlah prinsipal atau penerbit kartu yang ada di Indonesia untuk memproduksi kartu kredit ber-chip dan dapat dipastikan taun depan tiap nasabah sudah bisa memiliki kartu kredit keluaran baru tersebut. Dengan adanya kartu kredit ber-chip ini diharapkan setiap nasabah 

* * * * *



MASIH PULUHAN RIBU KARTU KREDIT TANPA "CHIP"
Selasa, 29 Desember 2009


JAKARTA, KOMPAS.com - Tenggat waktu penerapan teknologi chip untuk kartu kredit tinggal tersisa dua hari. Per 1 Januari 2010 semua kartu kredit di Indonesia harus sudah dilengkapi dengan chip sesuai aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. 

Namun, sampai saat ini masih ada sebanyak 41.177 kartu kredit yang belum dilengkapi dengan chip. Sesuai PBI No 11/11/PBI/2009 tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), batas waktu yang diberikan BI untuk para penerbit kartu kredit adalah sampai 31 Desember 2009. 

"Yang belum ada chip ini karena masalah teknis, masih dalam proses pengiriman," ungkap Deputi Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran BI Sri Suparni di Jakarta, Selasa (29/12/2009). 
Ia optimistis per 1 Januari 2010 nanti 100 persen kartu kredit yang beredar di Indonesia sudah akan dilengkapi chip. Jika sampai tenggat yang ditentu kan belum dipenuhi, BI sudah menyiapkan sanksi. "Akan ada teguran," ujarnya. Paling keras, BI akan mencabut izin si penerbit kartu kredit. 

Selama belum dilengkapi chip, kartu kredit tidak akan bisa digunakan untuk pembayaran. Sampai saat ini, kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai 10.262.331 kartu. Adapun yang sudah dilengkapi chip sebanyak 10.221.154 kartu. Jumlah penerbit kartu kredit di Indonesia sampai saat ini sejumlah 20 penerbit. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

Tidak ada komentar: