Sabtu, 13 Maret 2010

Berita Mingguan 13 Maret 2010

SADDLEBACK NGE-ROCK UNTUK PASKAH
Rick Warren telah mengumumkan bahwa grup rock The Jonas Brothers akan tampil di perayaan Paskah Gereja Saddleback di Stadium Angel tanggal 4 April ini. Tanggal itu juga adalah ulang tahun ke-30 gereja besar tersebut. The Jonas Brothers adalah sebuah band laki-laki yang digandrungi oleh ribuan fans perempuan yang berpikiran kedagingan. Anggota-anggota band ini adalah orang-orang yang mengaku Kristen, tetapi musik mereka duniawi. Lagu mereka yang berjudul "Burnin' Up" berbunyi demikian: "Baby, who turned the temperature hotter? Cause I'm burnin up, burnin up for you baby. ... I fell so fast/ Can't hold myself back/ High heels, red dress/ All by yourself, gotta catch my breath." Tidak ada yang alkitabiah atau bagus mengenai hal-hal seperti ini. Alkitab melarang umat Allah untuk sama dengan dunia ini (Roma 12:2) dan memperingatkan bahwa "persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah" dan "barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah" (Yakobus 4:4).

Kata-kata yang sangat kuat ini diabaikan oleh rata-rata gereja hari ini. Ledakan modern gereja-gereja yang semakin serupa dengan dunia berbarengan dengan majunya musik kontemporer Kristen, yang mulai tahun 1960an. Pada tahun-tahun itulah A.W. Tozer menyatakan: "Selama berabad-abad gereja telah berdiri teguh melawan setiap bentuk entertainment duniawi, menyadari sifat sebenarnya dari semua itu. Oleh karena sikap ini gereja telah dianiaya oleh anak-anak dunia ini. Tetapi belakangan ini dia telah capek dianiaya dan telah menyerah dalam pergumulan ini. Jika ia tidak dapat mengalahkan ilah besar dunia Entertainment, maka ia akan bergabung dengannya dan mempergunakan sebisa mungkin kekuatan-kekuatannya. Jadi, hari ini kita melihat hal yang aneh sekali, jutaan dolar dikeluarkan untuk pekerjaan tidak kudus menyediakan entertainment duniawi bagi orang-orang yang katanya adalah anak-anak surga. Orang-orang beragama kini melaksanakan "kebaktian" yang sedemikian karnal (kedagingan), sedemikian kafir, sehingga tidak dapat dibedakan dengan pertunjukan-pertunjukan lawak dunia di masa lampau.

Dan jika seorang pengkhotbah atau penulis menantang kesesatan ini maka ia akan dicemooh dan dianiaya dari segala sudut. Ketika gereja bergabung dengan dunia, maka ia bukan lagi gereja yang sejati tetapi suatu monster gabungan yang menyedihkan, dipandang rendah oleh dunia, dan menjijikkan bagi Tuhan. Kita harus memiliki reformasi yang baru. Harus ada perpisahan yang jelas dengan agama palsu yang tidak bertanggung jawab, gila hiburan, kafir, dan yang mengaku sebagai iman sejati kepada Kristus itu dan yang sedang disebarkan di seluruh dunia oleh orang-orang tidak rohani menggunakan cara-cara yang tidak alkitabiah untuk tujuan mereka sendiri." Jika manusia-manusia rohani mengatakan ini 50 tahun yang lalu, apakah yang harus dikatakan oleh pengkhotbah- pengkhotbah hari ini!

PASANGAN SUAMI ISTRI MEMBIARKAN ANAK MEREKA SENDIRI MATI SEMENTARA MEREKA MEMBESARKAN ANAK VIRTUAL REALITY
Di Korea Selatan, satu pasang suami istri membiarkan bayi mereka yang tiga bulan mati kelaparan sementara mereka membesarkan "anak virtual reality" di web. Bayi tersebut dibiarkan sendirian sementara mereka bermain sebuah game role-playing fantasi yang disebut Prius Online untuk waktu yang lama di sebuah cafe internet ("Baby Dies While Couple Raises Virtual Child," CNN, 7 Maret 2010). Laporan mengatakan bahwa Prius adalah "sebuah game di mana pemain membesarkan suatu teman online, Anima, yaitu seorang perempuan muda dengan kuasa-kuasa misterius yang dapat bertumbuh dan meningkatkan kemampuannya seiring dengan perjalanan game." Korea Selatan adalah negara teknologi tinggi dengan jaringan broadband yang merupakan salah satu tercepat di dunia, dan cafe game internet 24 jam, yang dikenal dengan sebutan PC Bangs, "berjamuran di setiap lingkungan kota." Online gaming sangatlah besar di seluruh Asia, dan orang-orang muda ada yang mati dalam sesi -sesi game marathon. Teknologi sebagai fenomena utama di akhir zaman telah dinubuatkan dalam Daniel 12. Ia dapat digunakan untuk kebaikan atau untuk kejahatan, tetapi karena dunia ini saat ini adalah milik Iblis (ilah zaman ini, 2 Korintus 4:4), dan karena "rahasia kedurhakaan" sedang bekerja dengan kuat hari ini, maka kejahatan adalah bahaya yang selalu mengancam. "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" (1 Pet. 5:8).

MACARTHUR MENYERUKAN "SEPARASI" TETAPI MENGEJEK PARA SEPARATIS Dalam sebuah pesan kepada ribuan gembala sidang di Konferensi Gembala-Gembala baru-baru ini, John MacArthur menyerukan separasi dari dunia tetapi juga memakai kesempatan tersebut untuk menjelekkan fundamentalis. Ia mengatakan, "gereja, jika ia ingin menjadi sesuatu, haruslah sama sekali terpisah dari kultur (budaya), sama sekali terpisah dari dunia, sama sekali terpisah dari orang-orang tidak percaya....Paulus menuntut pemisahan yang total....Kamu tidak bisa menikahkan gereja dengan kebudayaan umum. Jangan berzinah dengan dunia" ("MacArthur Tells Christians: Don't Fornicate with the World," Christian Post, 5 Maret 2010). Ini adalah seruan yang hebat, sejauh ketulusannya. Masalahnya adalah MacArthur melemahkan posisinya sendiri dengan cara menerima musik rock Kristen yang duniawi dan menolak untuk menarik garis yang jelas dalam hal-hal seperti berpakaian dan entertainment, dan dengan cara bersatu kuk dengan orang-orang yang berkompromi. Ia telah sejak dulu berpartisipasi dalam organisasi National Religious Broadcasters yang sangat ekumenis, dan juga telah menjadi pembicara dalam platform yang sama dengan Gereja Roma Katolik. Ia telah menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan bersama dengan Billy Graham dan Luis Palau dan sama sekali tidak menegor kesesatan penginjilan ekumene mereka di mana mereka menyerahkan ribuan "petobat" kepada Gereja Roma Katolik. Dengan kata lain, ia berbicara mengenai separasi tetapi ia menolak untuk mempraktekkannya. Ia sedemikian khawatir bahwa ada orang yang akan mengidentifikasi dirinya sebagai seorang fundamentalis, sehingga ia tidak mengkhotbahkan dan mempraktekkan separasi dengan cara yang ketat. Ia harus bergeser. Dalam khotbah yang sama, ia melabel fundamentalisme sebagai sesuatu yang "kejam dan tidak alkitabiah" karena fundamentalisme membangun "tembok-tembok yang tinggi dalam hal tingkah laku dan hubungan-hubungan" dan menjelekkan mereka yang melangkahi tembok-tembok itu. Membangun tembok dalam hal tingkah laku dan hubungan-hubungan adalah persis apa yang Alkitab tuntut dalam hal seruan untuk separasi (mis. Roma 12:2; 16:17; 2 Kor. 6:14-18; Ef. 5:21; 1 Tim. 6:3-5; 2 Tim. 3:5; 1 Yoh. 2:15-17), tetapi mengenai menjelekkan mereka yang melangkahi tembok-tembok tersebut, ini adalah gambaran yang sangat salah. Sebagai contoh, saya tidak menjelekkan para penginjil ekumene atau para rocker Kristen; saya menegor mereka secara Alkitabiah, dan sama sekali tidak ada yang kejam dalam hal ini! Memperingatkan tentang dosa dan kesalahan tidaklah kejam! MacArthur berkata, "Saya dari sifat saya bukanlah sejenis separatis yang berpikiran sempit dan yang mau mengunyah-gunyah siapapun juga yang melangkahi garis yang telah saya tarik." Bagus, saya juga bukan demikian! Saya telah menjadi seorang fundamentalis selama 36 tahun, dan mayoritas besar pengkhotbah-pengkhotbah fundamentalis yang saya kenal tidak cocok dengan gambaran seperti itu. Ini adalah target palsu yang secara kejam didirikan, dan saya sangat menyayangkannya. Tentu saja, pengkhotbah-pengkhotbah separatis hanyalah manusia dan ada yang lebih rohani dibandingkan yang lainnya, tetapi dari pengalaman saya, mayoritasnya hanyalah mencoba untuk menaati Alkitab dan menyenangkan Tuhan yang telah menyelamatkan mereka, yaitu hal yang sama yang MacArthur klaim dia lakukan. Jika ada pihak yang menjelekkan orang lain, itu adalah MacArthur yang menjelekkan para fundamentalis. Orang ini telah mengambil beberapa sikap yang baik di tengah-tengah komprominya (misalnya, memperingatkan akan gerakan kharismatik dan gerakan emerging church), dan dia seharusnya berhenti menjelekkan para fundamentalis, melainkan justru merendahkan hati dan belajar dari mereka.

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

Tidak ada komentar: