Jumat, 21 Januari 2011

ENGKAU SUAM-SUAM KUKU

Pada tanggal 13 September 2010, sekitar jam 15.00 sore, penulis istirahat dari menulis Pedang Roh duduk sejenak menonton Travel and Living Channel (TLC). Kebetulan sedang ditayangkan tentang keadaan di Turkey, menyusur satu-persatu kota-kota bersejarah di Asia Kecil. Penulis langsung membayangkan kota-kota yang pernah dikunjungi Rasul Paulus, dan menyaksikan keadaannya kini yang penuh dengan perempuan berkerudung.

Betapa sedih hati rasanya ketika membayangkan bahwa kota Efesus tadinya adalah kota dimana Sekolah Theologi pertama didirikan, dan melalui mahasiswanya seluruh Asia Kecil berhasil mendengar Injil (Kis. 19:9-10). Namun kini hampir tidak ditemukan satu pun gereja yang benar-benar alkitabiah. Mengapa bisa begitu?

Penganiayaan Pemurni Iman
Pada zaman Rasul-rasul sekalipun sudah muncul ajaran-ajaran sesat seperti kaum Gnostic dan kaum Ebionit, namun dengan tulisan para Rasul yang hari ini di tangan kita, bagi jemaat yang memegang teguh pengajaran Rasul masih tetap terjaga dari penyesatan.

Senin, 17 Januari 2011

MENJUAL SELURUH MILIKNYA

Bernilai
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu" (Mat.13:44-46)

Kamis, 13 Januari 2011

SEPULUH GADIS

Quantcast
5 Gadis Bijaksana
5 Gadis Bodoh
“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat. 25:1-13)

Senin, 10 Januari 2011

BELILAH KEBENARAN

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian (Amsal 23:23).

Ayat ini terdengar agak mengejutkan. Dan pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan di benak pembaca. Kebenaran apakah yang Salomo suruh beli? Bagaimanakah cara membeli kebenaran? Dan berbagai-bagai pertanyaan lain lagi.

Kebenaran yang dimaksudkan oleh Salomo tentu bukan sembarangan kebenaran. Pada dasarnya hakekat kebenaran itu sendiri adalah Allah sendiri karena Dia adalah Allah yang benar. Tuhan Yesus berkata bahwa Dirinya adalah kebenaran (Yoh. 14:6). The ultimate-end dari semua usaha pencarian kebenaran seharusnya berakhir pada Allah yang benar. Rasul Yohanes menulis, “akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (I Yoh. 5:20).

Sabtu, 08 Januari 2011

Peringatan 400 Tahun ALKITAB KING JAMES VERSION (KJV), dibacakan di Radio BBC

Perisai.net - KELOMPOK sekuler di Inggris memprotes stasiun radio BBC atas rencana stasiun radio tersebut untuk meniadakan sejumlah program rutin pada bulan Januari karena akan digantikan sementara dengan pembacaan Alkitab.
Tahun 2011 merupakan peringatan 400 tahun Alkitab King James Version (KJV). Karena itu, mulai 9 Januari, BBC Radio 4, yang merupakan stasiun radio utama milik BBC, akan mengadakan program pembacaan Alkitab dari pagi hingga malam hari.

Setiap 15 menit, radio BBC akan memperdengarkan suara-suara dari orang-orang terkenal, termasuk aktor Samuel West, Hugh Bonneville dan Emilia Fox, serta sejarahwan Simon Schama dan penulis Will Self.
Hanya siaran-siaran yang sudah populer yang akan tetap disiarkan sesuai jadual normalnya. Akibatnya, kelompok sekuler merasa terganggu dengan hal itu.

Presiden Masyarakat Sekuler Nasional Inggris, Terry Sanderson, kepada Daily Telegraph mengatakan bahwa ia tidak keberatan dengan rencana adanya program khusus dari BBC dalam peringatan 400 tahun KJV. Namun, jika durasi program itu sudah terlalu lama, maka hal itu dianggap berlebihan.

"BBC seharusnya merupakan milik semua orang, bukan hanya orang-orang Kristen, jadi mencurahkan satu hari untuk sebuah kelompok minoritas, yaitu orang-orang Kristen sekarang, merupakan bentuk ketidakadilan bagi pendengar yang lain yang mungkin saja mengharapkan sesuatu yang berbeda," kata Sanderson.

Sementara itu, juru bicara BBC mengatakan bahwa Alkitab King James secara umum diterima sebagai kitab yang memiliki dampak signifikan terhadap bahasa, seni dan musik Inggris. Karena itu, sudah tepat BBC menyisihkan satu hari untuk mengisi peringatan 400 tahun kitab tersebut. [] Digital Journal

Rabu, 05 Januari 2011

Berita Bulanan Desember 2010

GEMBALA SIDANG EMERGING CHUIRCH MENGATAKAN BAHWA ORANG MUDA MEMERLUKAN PANGGILAN, BUKAN PERATURAN
Steven Furtick dari Gereja Elevation di Charlotte, North Carolina, mengatakan bahwa yang diperlukan generasi ini bukanlah lebih banyak lagi aturan mengenai bagaimana menjalani hidup, tetapi suatu panggilan yang menjadi tujuan hidup ("Charlotte Pastor," The Christian Post, 26 Nov. 2010). Ini adalah filosofi yang khas emerging church. Pada kenyataannya, yang diperlukan orang muda adalah peraturan SEKALIGUS suatu panggilan kepada pemuridan yang sejati. Dalam Firman Tuhan, pemuridan berarti juga melaksanakan peraturan-peraturan ilahi. Yesus menginstruksikan gereja-gereja untuk mengajarkan petobat-petobat melakukan "segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat. 28:19-20), dan "segala sesuatu" yang dimaksud ada dalam Alkitab. Perhatikan misalnya surat Efesus. Surat ini memberitahu kita bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia Allah tanpa usaha, tetapi surat ini juga mengandung tiga pasal yang penuh dengan aturan-aturan yang harus ditaati oleh orang percaya, peraturan yang meliputi segala aspek kehidupan, pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Karena sudah kecanduan dengan kebudayaan pop, generasi ini telah menolak peraturan demi suatu gaya hidup dan filosofi "aku duluan," dan emerging church sedang mengkhotbahkan apa yang diinginkan oleh kekristenan sesat yang penuh hawa nafsu (2 Tim. 4:3-4). Mengambil sikap semangat emerging, Furtick mengklaim bahwa ini adalah "generasi yang paling terdorong, paling berkesempatan, paling mungkin dalam sejarah untuk membawa Injil Yesus Kristus ke seluruh dunia."