Senin, 17 Januari 2011

MENJUAL SELURUH MILIKNYA

Bernilai
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu" (Mat.13:44-46)

Karena ada kata-kata yang persis sama dari kedua perumpamaan ini yaitu “menjual seluruh miliknya” maka penulis memberi judul artikel ini Menjual Seluruh Miliknya. Mengapa menjual seluruh miliknya? Orang pertama yang melakukannya karena mendapatkan ladang yang di dalamnya ada harta yang terpendam yang tentu jauh lebih mahal dari seluruh miliknya sehingga cukup pantas (worthy) bagi yang bersangkutan untuk menjual seluruh miliknya dan membeli ladang tersebut karena akan mendapatkan untung yang berlipat ganda. Orang kedua menjual seluruh miliknya karena menemukan mutiara yang sangat berharga yang tentu jauh lebih berharga dari seluruh miliknya sehingga ia membeli mutiara itu dan pasti ia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda juga.

Sesungguhnya tujuh perumpamaan Tuhan Yesus dalam Injil Matius pasal 13 ini adalah mengenai “Rahasia Kerajaan Sorga” (ayat 11). Apakah yang dimaksudkan Tuhan dengan Rahasia Kerajaan Sorga? Tentu bukan Kerajaan Sorganya melainkan rahasianya. Apakah di Kerajaan Sorga ada acara tabur-menabur benih? Tentu tidak. Dan dalam hal membangun apakah yang dilakukan dengan tabur-menabur benih? Kalau orang mendengar firman Tuhan yang ditaburkan, dan menerima dengan hatinya serta berbuah seratus kali lipat, apakah yang terjadi? Jawabannya ialah Jemaat Lokal Perjanjian Baru segera berdiri pada saat ada orang bagaikan tanah yang subur menerima firman Tuhan. Itulah sebabnya kita menafsirkan Rahasia Kerajaan Sorga sesungguhnya adalah Jemaat Lokal Perjanjian Baru.

Sesungguhnya tujuh perumpamaan di pasal 13 ini seluruhnya mengenai jemaat lokal karena jemaat lokal adalah rahasia Kerajaan Sorga atau hal Kerajaan Sorga. Pertama, Tuhan mengumpamakan pendirian jemaat lokal atau hal Kerajaan Sorga dengan perumpamaan penaburan benih untuk menggambarkan bagaimana sebuah jemaat lokal dimulai. Kedua, diikuti perumpamaan tentang lalang dan gandum untuk menggambarkan tentang akan munculnya gereja-gereja sesat yang digambarkan dengan lalang. Dan Tuhan tidak mau memerintahkan tindakan pencabutan lalang karena akan terkena gandumnya. Jadi jangan ada yang mencoba menutup atau mengusulkan untuk membungkam pihak lain dengan kekuasaan.

Sesudah itu diikuti perumpamaan ketiga tentang biji sesawi yang menjadi pohon besar untuk menggambarkan akan ada gereja yang terjadi perubahan genetika dari biji sesawi menjadi pohon beringin sehingga banyak burung-burung, yaitu orang-orang yang mencari makan bertengger di sana.

Kemudian perumpamaan keempat yaitu tentang perempuan dan ragi untuk menggambarkan dari sisi negatif gereja-gereja sesat dengan proses penyesatannya yaitu kemasukan ragi penyesatan yang dimasukkan oleh seorang perempuan. Tentu yang dimaksudkan dengan ragi ialah pengajaran sesat yang sangat cepat mengkhamirkan seluruh adonan.

Nah, selanjutnya perumpamaan kelima dan keenam adalah yang kita akan bahas secara khusus dalam artikel ini. Sedangkan perumpamaan ketujuh atau yang terakhir adalah tentang pukat yang ditarik untuk menggambarkan tentang jemaat lokal yang akan ditarik pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali. Di dalamnya ada yang berisi sampah dan ikan. Jadi semuanya, ketujuh-tujuhnya adalah tentang jemaat lokal.

Ladang Dengan Harta Terpendam
Pertama, yang kita akan lihat adalah harta apakah yang terpendam yang melebihi seluruh harta seseorang sehingga ia patut menjual seluruh miliknya dan membeli ladang itu. Tidak ada harta yang lebih bernilai dari harta milik tiap-tiap orang selain harta rohani yang di dalamnya termasuk Injil Keselamatan yang bisa menyelamatkannya dari Neraka. Tuhan Yesus berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat.16:26).

Apalah artinya jika seseorang memperoleh seluruh dunia, menjadi manusia terkaya di muka bumi tetapi kemudian ia pergi ke Neraka? Apalah arti semua kenikmatan dunia yang sangat sementara jika seseorang menuju Neraka? Kepada Yudas Iskariot Tuhan katakan,  “Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan" (Mark.14:21). Betul! Daripada lahir dan menikmati dunia sekian puluh tahun dan kemudian berakhir di Neraka, lebih baik tidak dilahirkan. Harta rohani yang melimpah, mulai dari Injil Keselamatan, dan pengenalan yang melimpah akan Allah yang maha besar, itu adalah harta yang tidak ada bandingannya di muka bumi.

Jika seseorang bisa mendapatkan berita Injil Keselamatan, dan bisa dapatkan kepastian masuk Sorga, serta mendapatkan harta rohani berupa pengenalan akan Allah yang maha besar, serta mengetahui rahasia-rahasia sorgawi, maka tidak ada harta yang lebih bernilai dari itu. Jadi, seberapa bernilaikah harta rohani yang di dalam sebuah jemaat lokal yang ada Injil yang dapat menyelamatkan jiwa dari api Neraka? Melebihi nilai seluruh dunia, sudah tentu melebihi seluruh milik kita. Pantas sekali jika seorang bijak yang menemukan ladang yang di dalamnya terdapat harta rohani ini mau menjual seluruh miliknya.

Ladang apakah yang di dalamnya terdapat harta sedemikian ini? Tidak lain adalah jemaat lokal yang pengajaran doktrinalnya alkitabiah. Gereja yang bernilai bukan yang gedungnya megah, atau lux, dan bukan juga yang ramai pengunjungnya, apalagi yang musiknya tidak dapat dibedakan dari musik duniawi. Gereja yang bernilai adalah yang pengajaran doktrin keselamatannya benar-benar alkitabiah, dan semua pengajaran doktrinnya harmonis alkitabiah. Siapapun di muka bumi ini yang menemukan gereja yang demikian patut baginya untuk menjual seluruh miliknya dan pindah ke lokasi gereja tersebut. Tinggalkan semua yang dimiliki di gereja yang salah dan pindahlah ke gereja yang alkitabiah. Termasuk meninggalkan kemegahan gedungnya, kehebohan musiknya apalagi konsep-konsep keduniawiannya. Ajaklah teman-teman untuk pindah ke ladang baru yang ada harta terpendam di dalamnya.

Perumpamaan ini khusus Tuhan sampaikan untuk menghimbau orang orang percaya agar mencari ladang yang ada harta terpendam di dalamnya. Hal nomor satu penting dalam kehidupan manusia adalah mendapatkan bertia Injil. Setelah diselamatkan hal nomor satu penting berikutnya ialah mendapatkan gereja yang alkitabiah agar pasangan hidup, anak-anak, orang tua dan semua sanak-famili bisa diselamatkan. Dan kalau sudah mendapatkannya maka juallah semua yang ada serta belilah ladang yang di dalamnya ada harta yang terpendam itu.

Jika anda pindah tempat tinggal, hal nomor satu yang harus anda perhatikan bukanlah apakah di lokasi tersebut ada mall atau tidak, dan juga bukan apakah di lokasi tersebut ada pasar atau tidak, bahkan bukan apakah di dekatnya ada sekolah atau tidak, sekalipun semua itu penting. Tetapi yang terpenting adalah apakah di situ ada gereja yang alkitabiah atau tidak. Karena apalah artinya mall, pasar bahkan sekolah bagi anak-anak kalau mereka nanti akan berakhir ke Neraka? Bisakah mall menolong keluarga seseorang masuk Sorga? Bahkan banyak anak yang telah dirusak oleh kehadiran mall di lingkungannya. Dan banyak anak juga yang tadinya pengikut Tuhan namun setelah bersekolah semakin tinggi akhirnya semakin sombong dan menyangkali Tuhan.

Mutiara Yang Sangat Berharga
Selanjutnya apakah yang Tuhan maksudkan dengan mutiara yang sangat berharga? Kita dapat pastikan bukan mutiara yang biasa didapatkan dari lautan karena Tuhan tidak pernah memberi nilai pada materi. Mutiara yang sangat berharga tentu adalah kebenaran firman-Nya yang dapat memberi kehidupan. Tidak ada yang lebih bernilai daripada firman yang memberi hidup yang dipancarkan oleh jemaat lokal. Harta rohani itu perlu diketahui oleh para malaikat di Sorga (I Pet. 1:12, Ef. 3:10).

Lalu siapakah yang Tuhan maksudkan dengan pedagang? Dalam banyak hal pemberita Injil memiliki kesamaan dengan pedagang, antara lain membawa sesuatu dan menawarkan sesuatu kepada orang-orang. Tetapi dalam pengertian yang lebih luas pedagang di sini bisa berarti setiap pencari kebenaran, siapa saja yang mencari kebenaran.

Menjual semua yang dimiliki dan membeli serta membawa pulang adalah tindakan membayar harga yang diperlukan serta membawa pengajaran alkitabiah kembali ke tempatnya. Tuhan ingin mengajarkan bahwa jika di tempatmu tidak ada gereja yang alkitabiah, hanya ada dua pilihan saja, yaitu menjual segala yang anda miliki dan pindah ke daerah dimana ada gereja alkitabiah, atau anda membayar harga untuk memindahkan gereja alkitabiah ke tempat anda dengan membantu berdirinya gereja alkitabiah di daerah anda.

Berapakah harga yang perlu dibayar untuk kedua tindakan tersebut? Jawabannya, bisa mencapai harga seluruh milik anda. Tetapi jika anda tidak berani membayar harganya, bisa jadi anda akan kehilangan jiwa, dan seisi rumah anda juga akan kehilangan jiwa karena dengan tidak adanya gereja alkitabiah di dekat anda anggota keluarga anda tidak mungkin mendapatkan Injil Keselamatan.

Banyak orang anggap remeh tentang pindah menjadi anggota gereja alkitabiah. Sebagian bahkan berpikir tidak apa-apa tetap bertahan di gereja yang tidak alkitabiah. Mereka tidak tahu bahwa ketika hati mereka tentram dengan pengajaran dan praktek gereja yang salah, maka itu suatu pertanda kepekaan mereka terhadap kebenaran sudah memudar dan menuju kehilangan kepekaan sama sekali. Orang yang kehilangan kepekaan terhadapkebenaran itu sama kasihannya dengan orang yang tidak bisa menemukan kebenaran.

Ketika Tuhan menuntun hidup seseorang dengan mempertemukannya pada kebenaran, namun ia menganggap remeh dan tidak berani membayar harga untuk kebenaran itu, maka selanjutnya kalau Tuhan menganggap kasih karunia-Nya sudah cukup untuk orang tersebut, sangat mungkin Tuhan tidak akan menuntunnya kepada kebenaran lagi, karena sudah pernah menuntunnya kepada kebenaran namun ia tidak menghargai dan tidak berani membayar harganya. Orang demikian bisa Tuhan biarkan tenggelam di dalam satu persatu kesesatan sehingga semakin jauh dari kebenaran.

Penulis sudah melihat banyak contoh, ada orang yang ketika pertama kali mendengarkan kebenaran hatinya sangat tertarik. Tetapi karena pertimbangan teman, lokasi dan berbagai faktor lain, ia bahkan putuskan tetap bertahan di gerejanya yang ia yakini tidak alkitabiah. Seturut dengan berjalannya waktu kepekaannya terhadap kebenaran semakin berkurang, akhirnya ia betah berada di dalam gereja yang sesat, dan kebenaran semakin tidak berarti baginya lagi.

Di dalam Roma pasal satu, kepada orang-orang durhaka Tuhan sampai empat kali menyatakan bahwa Ia menyerahkan mereka kepada kehendak mereka sendiri. Artinya setelah ditegur namun tidak mendapatkan respon positif, maka selanjutnya Tuhan membiarkan mereka. Jadi, ketika Tuhan memakai suatu kesempatan menyatakan kebenaran kepada seseorang (bisa berupa seminar, Pedang Roh, Radio atau apa saja) namun jika orang tersebut menanggapinya dingin, maka selanjutnya Tuhan bisa membiarkan orang tersebut di dalam kesesatannya.

Namun dalam perumpamaan mutiara yang sangat berharga, Tuhan ingin jika keadaan seseorang tidak mungkin pindah menjadi anggota gereja yang alkitabiah karena jaraknya terlalu jauh, maka Tuhan mau orang tersebut memindahkan gereja alkitabiah ke tempatnya. Hal ini bisa terjadi tentu jika ada orang yang sangat cinta kebenaran namun ia tinggal terlalu jauh dari gereja yang benar. Ia harus berusaha memindahkan (membeli mutiara) gereja alkitabiah ke lingkungannya melalui memfasilitasi pendirian gereja alkitabiah di lingkungannya.

Tindakan seseorang meninggalkan gereja yang salah berpindah ke gereja yang lebih benar adalah hal yang sangat amat menyenangkan hati Tuhan. Sebaliknya meninggalkan gereja yang benar dan berpindah ke gereja yang salah adalah hal yang amat menyedihkan hati Tuhan. Ketika seseorang berpindah dari gereja yang salah ke gereja yang benar, siapakah yang untung dan siapakah yang rugi? Yang nomor satu untung tentu adalah orang yang bersangkutan, ia bagaikan orang yang mendapatkan ladang yang di dalamnya ada harta yang terpendam. Dan yang kedua adalah orang-orang yang bersama-sama menjunjung tinggi dan mencintai kebenaran karena bertambah teman. Dan tentu Tuhan sangat senang karena berarti gereja yang benar akan bertambah jumlahnya, sedangkan gereja yang salah akan berkurang. Sedangkan pihak yang rugi adalah orang-orang yang mencari makan melalui “bisnis rohani” yaitu mereka yang menjadikan urusan bergereja sebagai mata dan pencaharian.

Jika seorang pelayan Tuhan sungguh-sungguh melayani Tuhan dan sungguh mencintai kebenaran, dan ketika ia mengetahui bahwa anggota jemaatnya menemukan mutiara yang sangat berharga, sepatutnya ia turut serta mengusahakan pembelian mutiara tersebut. Ia sepatutnya yang memprakarsai dan memfasilitasi acara seminar tentang doktrin yang alkitabiah. Tetapi jika ia mensinyalir doktrin tersebut salah, tentu ia harus dapat memberi penjelasan tentang letak kesalahan doktrin itu. Namun penulis mendengar banyak cerita tentang usaha-usaha yang dilakukan oleh para gembala yangmengetahui anggota jemaatnya menemukan mutiara yang sangat berharga. Mereka bereaksi kurang intelek dan kurang tulus. Anggota jemaat yang menemukan mutiara ditakut-takuti bahwa nanti kalau anggota keluarganya meninggal tidak ada orang yang datang, kalau keluarganya suatu hari ada kesusahan tidak akan ditolong, yang intinya bukan memeriksa kebenaran doktrinnya melainkan memakai hal-hal duniawi untuk menakut-nakuti orang yang menemukan mutiara yang sangat berharga itu.

Seandainya semakin banyak orang mengerti perumpamaan Tuhan Yesus tentang Ladang Yang Ada Harta Terpendamnya dan Mutiara Yang Sangat Berharga, dan berani bertindak untuk membayar harga, maka niscaya gereja yang sesat akan semakin berkurang, dan gereja yang benar akan semakin bertambah. Cahaya kekristenan pasti akan semakin terang benderang, dan Tuhan akan semakin bahagia. ***

Tidak ada komentar: