Senin, 30 Mei 2011

Berita Bulan MARET 2011

Sungai Besar Kesesatan
Di zaman kita ini, kejahatan berkuasa, kesesatan sangat agresif, dan kompromi ada di mana-mana di udara. Kita berada di dunia yang jahat ini dan di zaman yang sesat ini entah kita suka atau tidak, dan kita harus mengalahkannya atau hal-hal itu akan mengalahkan kita. Kesesatan akhir zaman adalah seperti sungai besar yang deras menyapu segala sesuatu di dalam arusnya, dan gereja-gereja Perjanjian Baru yang Alkitabiah adalah seperti sebuah perahu. Jika kita tidak dengan usaha keras mendayung ke hulu – melalui hal-hal seperti pertobatan yang sejati, hidup Kristiani yang serius dan terpisah dari dunia, dan khotbah-khotbah yang tidak berkompromi – kita akan terbawa oleh arus. Tidak ada netralitas, tidak ada relaksasi, tidak ada pensiun. Jika kamu capek bekerja dan menurunkan dayung separasi dan nasihat-nasihat saleh, kamu akan segera bergerak sesuai dengan arus. Selama 20 tahun terakhir, banyak gereja-gereja Baptis fundamental telah berhenti mendayung. Ketika hal itu terjadi pertama kali, semua orang senang. Tentu ada beberapa jiwa yang khawatir tentang perubahan yang terjadi dan mereka membuat semua orang tidak nyaman pada awalnya dengan keluhan-keluhan mereka, tetapi karena gembala sidang tidak khawatir dan menekankan bahwa “tidak ada yang berubah,” semua orang rileks dan orang-orang kuno yang masih mau mendayung diperingatkan agar tidak memiliki “mata yang kritis” atau untuk tidak “menembaki” pelayan Tuhan.

Sabtu, 21 Mei 2011

Penyelesaian Masalah

Baca: Kisah Para Rasul 15:36-41; 1 Korintus 9:1-6
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah. —Kisah Para Rasul 15:39
 
Pada bulan Mei 1884, sepasang orangtua muda tidak bisa sepakat tentang nama tengah yang cocok untuk bayi laki-laki mereka yang baru lahir. Si ibu suka nama Solomon; si ayah lebih suka nama Shippe—nama keluarga masing-masing. Karena tidak mencapai kesepakatan, John dan Martha berkompromi untuk membubuhkan huruf “S” sebagai nama tengah. Harry S. Truman kemudian menjadi satu-satunya presiden AS yang memakai inisial untuk nama tengahnya.
 
Lebih dari 120 tahun kemudian, kita masih tahu soal konflik ini—tetapi, kita juga tahu penyelesaian masalah yang masuk akal telah dicapai.