Sabtu, 21 Mei 2011

Penyelesaian Masalah

Baca: Kisah Para Rasul 15:36-41; 1 Korintus 9:1-6
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah. —Kisah Para Rasul 15:39
 
Pada bulan Mei 1884, sepasang orangtua muda tidak bisa sepakat tentang nama tengah yang cocok untuk bayi laki-laki mereka yang baru lahir. Si ibu suka nama Solomon; si ayah lebih suka nama Shippe—nama keluarga masing-masing. Karena tidak mencapai kesepakatan, John dan Martha berkompromi untuk membubuhkan huruf “S” sebagai nama tengah. Harry S. Truman kemudian menjadi satu-satunya presiden AS yang memakai inisial untuk nama tengahnya.
 
Lebih dari 120 tahun kemudian, kita masih tahu soal konflik ini—tetapi, kita juga tahu penyelesaian masalah yang masuk akal telah dicapai.

Dalam Perjanjian Baru, kita membaca tentang ketidaksepakatan lain yang pernah terjadi dalam sejarah di antara dua penginjil: Paulus dan Barnabas (Kis. 15). Barnabas ingin mengajak Markus ikut bersama mereka dalam perjalanan mengunjungi beberapa gereja yang telah mereka bantu (ay.37). Namun, Paulus tidak mempercayai Markus karena suatu peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya (ay.38). Paulus dan Barnabas begitu tajamnya berbeda pendapat sehingga mereka berpisah jalan (ay.39).
 
Kita masih membaca tentang perdebatan ini 2.000 tahun kemudian. Yang penting bukan bahwa perdebatan itu tercatat dalam sejarah, tetapi bahwa hal itu tidak membekaskan luka permanen dalam hubungan mereka. Paulus rupanya berdamai kembali dengan Barnabas, dan pada hari-hari terakhir hidup Paulus, ia meminta Markus datang kepadanya karena “pelayanannya penting bagi [Paulus]” (2 Tim. 4:11).
 
Perdebatan dapat terjadi. Namun, pastikan untuk menyelesaikannya. Sakit hati adalah beban yang terlalu berat untuk dibawa-bawa. —JDB
                                                         Perdebatan bisa mengarah pada sakit hati,
                                                         Bila dibiarkan, akan meretakkan hubungan;
                                                Namun, bila kita menemukan pemecahan masalahnya,
                                                           Hubungan kita tak akan rusak. —Sper

             
               Jangan biarkan rasa sakit hati bertumbuh dengan memupuk dan memeliharanya.

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=193313580703129

Tidak ada komentar: