Selasa, 14 Juni 2011

Keluarga yang Mengecewakan

KJV—“Although my house be not so with God; yet he hath made with me an everlasting covenant, ordered in all things, and sure: for this is all my salvation, and all my desire, although he make it not to grow.” (2Sam. 23:5)

Ayat di atas menunjukkan kekecewaan Daud pada kehidupan keluarganya. Dia dapat merasakan pedihnya saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
 
I.          KEHIDUPAN DAUD
A.    Daud adalah sosok yang berkenan di hati Tuhan (1Sam. 16:7); dia adalah biji Allah (Mzm. 17:8); dia membenci pikiran yang sia-sia dan mengasihi hukum-hukum Allah (Mzm. 119:20). Dia berdoa pada pagi-pagi hari (Mzm. 119:147); dia saat teduh di tengah malam (Mzm. 119:62), 7 kali sehari dia memuji Tuhan (Mzm. 119:164).
B.  Namun, Daud tetap tidak sempurna. Saat berdosa, dia bertobat dengan segera dan sungguh-sungguh (Mzm. 32, 51).

C.   Kesetiaannya kepada Tuhan bukanlah sementara tetapi kebiasaan seumur hidup (Kis. 13:36)
D.    Keluarga yang diharapkan Daud (Mzm. 128:1-6)—isteri yang mengagumkan, anak-anak yang taat, rumah yang penuh dengan nyanyian, pujian, kerendahan hati, dan kasih.
 
II.        KEADAAN KELUARGA DAUD YANG SESUNGGUHNYA
A.   Isteri pertamanya adalah anak perempuan Saul, Mikhal—dia semula mencintai Daud, bahkan rela ambil risiko untuk menyelamatkan Daud. Namun, dia kemudian mengalami kepahitan dan berubah mengolok suaminya (2Sam. 6:20) karena Daud mengasihi Tuhan dan menari di hadapan Tuhan dengan segenap tenaga (2Sam. 6:14)
B.     Isterinya banyak—Mikhal (1Sam. 19:11); Abigail (1Sam. 25:42); Ahinoam (1Sam. 30:5); Maakha (2Sam. 3:3); Hagit (2Sam. 3:4); Abital (2Sam. 3:4); Egla (2Sam. 3:5); Batsyeba (2Sam. 12:24) (Yak. 3:16)
C.    Jika isterinya buruk, anak-anaknya lebih buruk—mereka tumbuh dan menyakiti hatinya—Amnon memperkosa saudaranya (2Sam. 13); Absalom membunuh saudaranya dan memberontak terhadap ayahnya (2Sam. 13; 15-18); Adonia menginginkan takhta saudaranya (1Raj. 1:5), dst. Apakah itu muncul dengan sendirinya? Tidak! (Ams. 20:11)
 
III.     KESALAHAN DAUD
A.    Apakah Daud bertanggung jawab akan hal itu?—Hosea punya isteri yang sangat jahat, namun bukan kesalahannya. Bukan jika sungguh-sungguh (Ef. 6:4)—nurture
B.     Apakah Daud berperan dalam kekacauan keluarganya? Ya. Lihat kasus Adonia (1Raj. 1:6; 2Sam. 3:4)—karena elok—bukankah demikian dengan Absalom? (2Sam. 14:25); Salomo?—Daud ayah yang toleran (kompromis; longgar) (Ams. 22:15; 29:15)
C.       Poligami bukan rencana Allah (1Tes. 4:4)
D.       Perzinaan dan pembunuhannya tentunya menjadi teladan buruk buat anak-anak (2Sam. 11)
 
IV.     PENGAKUAN DAUD (ay. 5b)
A.   Menjelang akhir hidupnya—dikatakan dengan iman—Allah tetap dapat memakai keluarga yang tidak sempurna sebagai jalan kedatangan Mesias ke dunia.
B.      Penerapan bagi kita: Masalah-masalah keluarga tidak memisahkan kita dari kasih Kristus (Rm. 8:38-39):
-       Tidak dengan suami/isteri yang tidak setia
-       Tidak dengan isteri yang selalu mengkritik
-       Tidak dengan anak-anak yang tidak taat
-       Tidak dengan orangtua yang menganiaya anak-anak
-       Tidak pula dengan gabungan semua masalah itu
 
C.  Di tangan Tuhan, semua masalah itu bekerja sama untuk kebaikan kita (Rm. 8:28), Bagaimana mungkin (1Ptr. 3:7):
1.   Mengungkapkan kepada kita hal yang perlu kita ketahui, tetapi tidak dapat kita ketahui tanpa adanya masalah. Ayub berkata bahwa dia tidak bersalah, hingga kesulitan hidup dialaminya, saat itulah, dia bertobat (Ayb. 42:6)
2.    Berbagai macam pergumulan itu mengingatkan kita betapa tergantungnya kita kepada Allah. Simson membutuhkan Tuhan setiap saat. Namun, dia tidak mengetahuinya hingga dia mengalami hal yang berat. Dikhianati isterinya, dibutakan, dicambuk, dibelenggu, dan bekerja bersama lembu dan keledai. Saat itulah dia berseru pada Tuhan. (Hak. 16:28)
Bagaimana seorang isteri dapat membuat suaminya setia? Bagaimana orangtua membuat anak-anaknya saling mengasihi? Kita tidak bisa melakukannya. Namun, bagi Tuhan semuanya mungkin,
3.        Kesulitan melatih kita dan menguatkan kita (Yak. 1:3)—kita dilatih untuk lebih sabar, menguasai diri, rendah hati, banyak berdoa, dan penuh pengharapan.
4.     Itu memberikan kita kerinduan akan surga (Why. 14:13). Bagi orang percaya, masalah apapun itu tidak kekal.
 
Renungan
·Jika keluarga Anda seperti keluarga Daud, bertobatlah pada Tuhan. Masalah sekecil apapun hendaknya menjadi sinyal bagi kita untuk berdiam, membuka pedoman kita, dan kembali ke jalan yang dikehendaki Tuhan (Mzm. 119:105)
·Kristus mengasihi Anda apa adanya dan apapun yang Anda alami. Jika suami Anda tidak setia, Juruselamat Anda setia. Jika orangtua Anda tidak peduli pada Anda, Bapa di surga tetap mengasihi Anda. Jika anak-anak Anda membuat Anda menangis saat mungkin Anda berbaring, hadapilah bersama Tuhan (2Kor. 4:17)

Tidak ada komentar: