Rabu, 28 September 2011

Peran Wanita Dalam Jemaat

Dalam filosofi Yunani, Plato dan Aristoteles mewakili pandangan kuno yang memandang wanita sebagai makhluk yang tidak setara dengan laki-laki, yang tidak dianggap lebih baik dari benda atau harta yang dapat dipakai oleh laki-laki.

Dan bukan hanya kebudayaan Yunani, tetapi banyak kebudayaan yang menganggap derajatnya lebih rendah dari laki-laki. Namun itu semua merupakan kebudayaan yang tidak takut akan Allah dan tidak mengenal Hukum-Nya. Hal demikian adalah hal yang paling bertentangan dengan pengajaran Alkitab.

Alkitab tidak pernah menganggap wanita sebagai kaum yang lebih rendah, sebaliknya, Alkitablah yang paling dahulu menempatkan posisi wanita pada derajatnya yang sebenarnya, yang tertinggi, yaitu sama dengan laki-laki, yang adalah gambar dan rupa Allah.

Jikalau banyak kebudayaan yang merendahkan perempuan, Allah justru mengasihi perempuan. Allahlah yang pertama kali menumbuhkan cinta dalam Adam ketika Ia membawa Hawa kepada suaminya. Allah memperhatikan kesejahteraan wanita dengan memerintahkan suami untuk mengasihi isterinya, bahkan seperti dirinya sendiri (Ef. 5:33).

Minggu, 25 September 2011

Meruntuhkan Jembatan Dosa: PORNOGRAFI

Tetapi Aku berkata kepadamu bahwa siapa saja yang memandang seorang perempuan dan bernafsu kepadanya, sudahlah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Matius 5:28 KJI=King James Indonesia, Diglot Wasiat Baru KJV-KJI)

Sekarang perbuatan-perbuatan daging telah nyata, yaitu: perzinaan, percabulan, kecemaran, hawa nafsu (Galatia 5:19, KJI)

I. DEFINISI.

Definisi yang umum, hampir semua orang sudah tahu. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Pornografi ialah 1. penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; 2. bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.

Selasa, 20 September 2011

Ikatan Istri Tunduk Suami

Para Istri di Dunia Islam
Seputar Indonesia, Kamis 16 Juni 2011, memuat artikel yang berjudul Ikatan Istri Taat Suami, Rambah Singapura, Buka di Indonesia. Artikel tersebut mengulas kelompok Muslim yang didirikan oleh Global Ikhwan -yang juga membentuk klub Poligami dua tahun lalu. Klub ini berniat mendirikan OWC (Obedience Wives Club) di Singapura.

“Tak seperti Johor Baru, yang menolak keberadaan klub itu. Di Singapura ada beberapa pihak yang sepakat dengan pendirian klub itu dalam mempromosikan pernikahan yang bahagia, dengan menyarankan agar para istri beraksi seperti pelacur kelas satu di ranjang.

Sabtu, 10 September 2011

Perempuan Eropa dan Amerika Membuang Mutiara

Penafsiran Alkitab Membawa Pengaruh
Kelompok Kristen Liberal menafsirkan I Timotius 2:11-13 sebagai kebenaran yang kondisioner dan tidak berlaku lagi sekarang. Mereka melihat larangan bagi perempuan untuk mengajar dan memerintah laki-laki dikarenakan kondisi perempuan saat itu yang belum berpendidikan. Setelah perempuan mengecap pendidikan, maka perintah itu tidak berlaku lagi.

Bahkan ada kelompok yang lebih tidak berhikmat dimana mereka menafsirkan bahwa perintah itu dikarenakan Rasul Paulus sentimen kepada perempuan. Mereka menunjuk status Paulus yang tidak menikah sebagai bukti sikap negatifnya terhadap perempuan. Efek dari penafsiran kelompok Liberal ini maka gereja mengijinkan perempuan bukan hanya berkhotbah dan memimpin acara kebaktian, bahkan mengijinkan perempuan menjabat Gembala Jemaat.

Sikap ini merembes ke kelompok Injili yang prakmatis dan kelompok Kharismatik yang memang tidak mementingkan keteraturan. Dengan sangat cepat sikap ini diadopsi oleh berbagai kelompok dan menjalar secara cepat ke seluruh dunia.

Senin, 05 September 2011

Wanita Lajang Boleh Berkhotbah?

Prosedur Dasar Dari Tuhan
Ketika Tuhan memberi perintah agar istri tunduk kepada suami dan suami mengasihi istri, serta anak taat orang tua, orang tua tidak menyakiti hati anak (Efesus 5:22,25, Kolose 3:18-21), Tuhan tahu persis prinsip utama yang harus dimiliki sebuah keluarga.

Dalam sebuah pesawat tidak boleh ada co-pilot yang mau ikut pegang setir dan tidak mau tunduk kepada pilot dengan crew yang tidak mau taat kepada kapten yang misalnya mau seenaknya membuka pintu darurat. Baik pesawat maupun kapal laut, semuanya memiliki standar dasar management operasinya.

Demikian juga dengan sebuah keluarga dan sebuah jemaat. Tuhan menetapkan seorang ayah sebagai kapten/kepala keluarga dan istrinya adalah wakil dengan sejumlah anak-anak sebagai anggota keluarga. Ini adalah standar operasi dasar yang Tuhan tetapkan bagi keluarga. Dan bagi jemaat, Tuhan menetapkan Gembala yang adalah seorang suami dari satu istri dan seorang kepala keluarga yang dihormati (I Timotius 3:2-4). Dalam situasi normal prosedur yang telah ditetapkan Tuhan harus menjadi patokan operasi. Penyimpangan hanya diperbolehkan jika dalam situasi abnormal.