Kamis, 27 Oktober 2011

Yesus Lahir Sekitar Bulan Juli

Mengenai saat kelahiran Yesus Kristus kedunia, sudah jelas bahwa itu tidak terjadi pada tanggal 25 Desember.  Dari fakta pada saat itu ada gembala di padang sudah jelas bahwa  itu bukan bulan Desember. Demikian juga bahwa menjelang kelahiran Yusuf dan Maria  harus  berjalan  (bukan naik  mobil)  dari  Nazaret  ke Betlehem  juga  jelas  bukan bulan Desember. Sesinting-sintingnya kaisar  Agustus tidak mungkin memerintahkan sensus, yang mengharuskan setiap orang kembali ke kota kelahirannya, pada bulan Desember.

Berbagai  Encyclopedia, misalnya  The New Book of Knowledge volume 3, halaman 289,  dengan  terang-terangan menyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari penyembahan dewa matahari masyarakat Eropa yang dipungut oleh gereja (Katolik) untuk merayakan hari lahir  Yesus. Gereja  pada  saat  itu  bukan hanya  menetapkan  hari  kelahiran Yesus pada tanggal  25 Desember bahkan  juta menetapkan hari kematian Yesus pada hari Jumat yang sesungguhnya pada hari Rabu. (Jika pembaca tertarik, telah ditulis buku tentang hari kematian Yesus Kristus yang alkitabiah. Anda bisa mendapatkannya di STT GRAPHE)

Senin, 24 Oktober 2011

Berita Bulan SEPTEMBER 2011

EUGENE NIDA, BAPA DYNAMIC EQUIVALENCY, MENINGGAL USIA 96 TAHUN
(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Eugene Nida, bapa dari metode dynamic equivalency penerjemahan Alkitab, meninggal tanggal 25 Agustus pada usia 96 tahun. Awalnya bersama dengan Wycliffe Bible Translators, Nida lalu berasosiasi dengan American Bible Society dan United Bible Societies sejak tahun 1943. Melalui tulisan-tulisan dan konsultasi yang dia berikan, Nida memegang pengaruh yang luas dalam bidang teks dan penerjemahan Alkitab. Dia mengunjungi 90 negara untuk berdiskusi dengan para penerjemah yang bekerja dalam lebih dari 200 bahasa yang berbeda. Nida memiliki peran yang penting dalam terbentuknya United Bible Societies (UBS) yang sangat liberal dan “memulai, mengorganisir, dan mengadministrasikan” Perjanjian Baru Yunani UBS (kata pengantar untuk edisi pertama, 1965). Adalah Nida yang bersikukuh harus ada evaluasi bertingkat untuk setiap variasi tekstual (Aland, The Text of the New Testament, hal. 44). Di bawah skema ini, variasi teks diberi nilai A, B, C, atau D, bergantung kepada seberapa yakin para editor akan suatu bagian teks. Namun demikian, pengaruh Nida yang paling hebat adaah sebagai bapa dari teori penerjemahan Alkitab dengan metode dynamic equivalency, dimulai pada tahun 1947 dengan diterbitkannya buku Bible Translating. Dia mempromosikan metode penerjemahan “pikiran untuk pikiran.” Nida mengajar bahwa penerjemah memiliki kebebasan untuk mengubah bentuk Kitab Suci dan bahkan untuk mengkontekstualisasikan Kitab Suci ke dalam budaya modern, seperti mengubah kata “salju” menjadi “kelapa” jika salju tidak dikenal di budaya tertentu. Ia dapat melakukan ini karena ia tidak percaya dalam inspirasi Kitab Suci yang tanpa salah. Nida mengolok doktrin bahwa Alkitab “ditulis dalam bahasa Roh Kudus” (Language Structure and Translation, 1975, hal. 259). Dia menulis: “Pewahyuan Alkitab tidaklah absolut dan semua pewahyuan ilahi secara esensi bersifat inkarnasi. …Kata-katanya, dalam pengertian tertentu, tidaklah ada arti apa-apa dalam diri mereka sendiri….Kata-kata adalah kosong kecuali jika berhubungan dengan pengalaman” (Nida, Message and Mission, 1960, hal. 222-226). Ini adalah kesesatan Neo-ortodoks. Di seluruh Kitab Suci, adalah kata-kata Alkitab yang disebut sebagai penting, bukan hanya artinya. Tiga kali kita diberitahu bahwa “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari SETIAP FIRMAN yang keluar dari mulut Allah.” (Ul. 8:3; Mat. 4:4; Luk. 4:4). Nida berpendapat bahwa kisah-kisah tentang malaikat dan mujizat-mujizat tidak perlu ditafsirkan secara literal (Message and Mission, hal. 41). Dan dia menolak pengorbanan darah Yesus Kristus yang bersifat menggantikan (Theory and Practice, 1969, hal. 53), dia mengklaim bahwa darah Kristus dalam Roma 3:25 dan perikop-perikop lain adalah simbol dari kematian karena kekerasan (A Translator’s Handbook on Paul’s Letter to the Romans), sementara Roma 5:8-10 mengajar kita bahwa keselamatan memerlukan BAIK darah MAUPUN kematian Kristus. Darah dibutuhkan untuk pendamaian (Im. 17:11; Ibr. 9:22). 100 tahun terakhir ini, bidang penerjemahan Alkitab telah terkorupkan secara mendalam. Kita telah mendokumentasikan ini daam buku The Modern Version Hall of Shame, yang dapat dibeli di Way of Life Literature.

Kamis, 20 Oktober 2011

Berita Bulan AGUSTUS 2011

HEAVEN IS FOR REAL: SEBUAH BUKU YANG BERBAHAYA BAGI ZAMAN YANG SESAT
(Berita Mingguan GITS 06 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Heaven Is For Real (Surga Itu Nyata), sebuah buku tentang seorang anak lelaki berusia empat tahun yang katanya mengunjungi Surga, telah terjual 1,5 juta eksemplar dan saat ini sedang menduduki peringkat #6 di daftar bestseller Amazon. Buku ini juga telah memecahkan rekor penjualan penerbit Thomas Nelson dan sangat populer bahkan di kalangan Baptis Independen. Seorang gembala sidang memberitahu saya bahwa buku ini “sedang beredar di banyak kelompok Baptis Independen; banyak yang merekomendasikannya.” Buku ini ditenggarai sebagai kisah nyata dari Colton Burpo, putra dari seorang gembala sidang Metodis yang katanya mengunjungi Surga saat menjalani sebuah operasi darurat. Di sana dia bertemu dengan seorang saudari perempuannya yang telah meninggal dan kakek buyutnya, melihat Yesus dan Allah Bapa dan Roh Kudus dan Setan, dan mempelajari berbagai hal yang tidak dinyatakan dalam Kitab Suci. Kita tidak meragukan bahwa anak kecil itu benar-benar merasa yakin bahwa dia mengunjungi Surga, tetapi kita tidak percaya sedikitpun bahwa itu benar-benar terjadi. Pertama, buku ini bertentangan dengan kesaksian Rasul Paulus, yang mengatakan bahwa dia adalah yang terakhir untuk melihat Kristus yang telah bangkit (1 Korintus 15:8). Pengalaman Paulus ini digambarkan di Kisah Para Rasul dan tidak ada insiden lain lagi Kristus menampakkan diri kepada orang lain [Editor: Rasul Yohanes melihat Yesus dalam kitab Wahyu, tetapi rasul Yohanes sudah pernah menyaksikan kebangkitan Yesus sebelum Paulus, jadi Paulus tetap adalah orang yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus].

Senin, 17 Oktober 2011

PEREMPUAN BOLEH KHOTBAH DI GRAPHE

Banyak orang telah salah memahami GRAPHE. Mereka tanpa mendengar langsung pengajaran kebenaran yang dikumandangkan oleh GBIA GRAPHE, sering menuduh GRAPHE tidak mengijinkan wanita untuk melayani Tuhan. Sangat mungkin sebagian orang sengaja membesar-besarkan masalah bahkan sengaja memfitnah GRAPHE untuk membohongi anggota jemaat mereka. Semua ini dilakukan mereka karena sikap ketakutan terhadap reaksi anggota jemaat mereka terhadap kebenaran. Mereka takut anggota jemaat mereka mengejar kebenaran dan berpindah ke gereja yang mereka anggap lebih benar.

MEMIMPIN DEMI KEBENARAN ATAU UANG?
Penulis dapatkan memang banyak pemimpin gereja pada dasarnya bukan memimpin anggota jemaat mereka kepada kebenaran, melainkan hanya mau mengeruk uang mereka saja. Penulis sering berkata kepada anggota jemaat Graphe dari mimbar bahwa jika mereka menemukan gereja yang lebih benar dari GRAPHE, silakan mereka pindah ke gereja tersebut.

Jumat, 14 Oktober 2011

IKATAN ISTRI TUNDUK SUAMI

Para Istri di Dunia Islam
Seputar Indonesia, Kamis 16 Juni 2011, memuat artikel yang berjudul Ikatan Istri Taat Suami, Rambah Singapura, Buka di Indonesia. Artikel tersebut mengulas kelompok Muslim yang didirikan oleh Global Ikhwan -yang juga membentuk klub Poligami dua tahun lalu. Klub ini berniat mendirikan OWC (Obedience Wives Club) di Singapura.

“Tak seperti Johor Baru, yang menolak keberadaan klub itu. Di Singapura ada beberapa pihak yang sepakat dengan pendirian klub itu dalam mempromosikan pernikahan yang bahagia, dengan menyarankan agar para istri beraksi seperti pelacur kelas satu di ranjang.

Menurut laporan The New Paper, Dalam Zaini (70 th), dosen sastra di Singapura, berencana mendirikan cabang OWC dan akan bekerja dengan dua pria lain yang akan menjadi wakil klub itu. Sejauh ini sudah ada 10 keluarga yang mengungkapkan ingin bergabung. Para anggota baru tidak akan sendirian berjuang untuk membuat istri mereka menurut dan mewujudkan keluarga yang harmoni. OWC malaysia sudah punya sekitar 800 anggota, di Yordania kub ini mendapatkan 200 anggota. CNNGO melaporkan, di Indonesia cabang OWC Jakarta akan diluncurkan pada 19 Juni 2011.”