Jumat, 14 Oktober 2011

IKATAN ISTRI TUNDUK SUAMI

Para Istri di Dunia Islam
Seputar Indonesia, Kamis 16 Juni 2011, memuat artikel yang berjudul Ikatan Istri Taat Suami, Rambah Singapura, Buka di Indonesia. Artikel tersebut mengulas kelompok Muslim yang didirikan oleh Global Ikhwan -yang juga membentuk klub Poligami dua tahun lalu. Klub ini berniat mendirikan OWC (Obedience Wives Club) di Singapura.

“Tak seperti Johor Baru, yang menolak keberadaan klub itu. Di Singapura ada beberapa pihak yang sepakat dengan pendirian klub itu dalam mempromosikan pernikahan yang bahagia, dengan menyarankan agar para istri beraksi seperti pelacur kelas satu di ranjang.

Menurut laporan The New Paper, Dalam Zaini (70 th), dosen sastra di Singapura, berencana mendirikan cabang OWC dan akan bekerja dengan dua pria lain yang akan menjadi wakil klub itu. Sejauh ini sudah ada 10 keluarga yang mengungkapkan ingin bergabung. Para anggota baru tidak akan sendirian berjuang untuk membuat istri mereka menurut dan mewujudkan keluarga yang harmoni. OWC malaysia sudah punya sekitar 800 anggota, di Yordania kub ini mendapatkan 200 anggota. CNNGO melaporkan, di Indonesia cabang OWC Jakarta akan diluncurkan pada 19 Juni 2011.”

Di Website mereka bahkan didahului slogan mereka “Obey Your Husbands at All Times, Sex is a Duty.” Dan mereka terang-terangan mempromosikan di Website mereka, “The ‘Obedience Wives Club’ Teaches ‘How To Obey & Be A Whore For Your Husband’.

Apakah Yang Diajarkan Alkitab?
Surat Efesus 5:22, mengajarkan, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.” Perintah inilah yang telah ditinggalkan oleh kelompok Liberal, Injili, Kharismatik dan lain-lain.

Dan dalam masalah seks sesungguhnya Rasul Paulus sudah menuliskannya dengan cara yang sangat halus, dengan makna yang sangat dalam. “Baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajiban-nya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (1 Korintus 7:2-4). Ungkapan “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya” tidak perlu dijelaskan lagi, karena yang waras pasti sudah tahu maksudnya. Selanjutnya ungkapan “Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya,” mungkin ada yang masih bingung bahwa apa yang dimaksud-kan oleh Paulus. Sebenarnya maksud Paulus, yang berkuasa dan berhak atas tubuh istri itu sang suami bukan istri, demikian juga dengan tubuh sang suami.

Artinya, tidak ada istri yang menolak suaminya, demikian juga tidak ada suami yang menolak istrinya dalam seks. Tentu dengan pengertian dalam keadaan sehat. Banyak suami yang beralasan bahwa baju di dalam lemari tidak siap pakai maka mereka terpaksa beli baju di mall.

Kalimat tersebut sesungguhnya juga termasuk seorang suami tidak boleh mempunyai lebih dari satu istri karena tubuhnya adalah milik istrinya. Ia tidak boleh memakai tubuhnya untuk perempuan lain, termasuk tidak boleh dipakai untuk berzinah. Dan tentu tubuh sang istri juga tidak boleh dimiliki oleh laki-laki lain.

Di dalam pelaksanaannya, istri hampir tidak memerlukan kondisi untuk menyediakan tubuhnya, sementara itu perlengkapan laki-laki tidak bisa berfungsi tanpa kondisi tertentu. Ketika seorang wanita dan pria mengikat janji sebagai suami istri dan berjanji untuk mematuhi Alkitab, ayat-ayat ini termasuk bagian Alkitab yang harus dipatuhi.

Ajaran Alkitab Yang Tidak Dimiliki Agama Lain.
Hanya di dalam Alkitab terdapat perintah kepada suami, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25). Agama lain hanya memerintahkan istri tunduk habis kepada suaminya. Ada yang mengajarkan sang suami boleh menikah hingga empat istri. Bahkan ada yang tidak dibatasi sehingga kalau mampu boleh punya istri sebanyak-banyaknya. Hanya kekristenan yang mengajarkan secara tegas bahwa suami hanya boleh punya satu istri dan istri hanya boleh punya satu suami.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa dari semula menciptakan laki-laki ( a;rsen -dengan bentuk SINGULAR) dan perempuan(qh/lujuga dalam bentuk singular). Allah tidak menciptakan satu laki-laki dengan tiga perempuan, melainkan satu laki dan satu perempuan.

Mungkin ada pihak yang menunjuk kepada status poligami tokoh-tokoh Perjanjian Lama seperti Daud dan lain-lain. Tentu tindakan poligami Daud bukan kehendak Tuhan. Perkenanan Tuhan terhadap diri Daud bukan atas tindakan poligaminya melainkan karena iman dan kesetiaannya kepada kehendak Tuhan dalam menegakkan sistem ibadah simbolik yang Tuhan perintahkan.

Supaya menjadi clear maka Rasul Paulus menuliskan tentang syarat satu istri pada pemimpin-pemimpin jemaat Perjanjian Baru (I Tim.3:2, 12, Tit.1:6). Dengan demikian maka terbukti bahwa kekristenan adalah pengajaran dari Allah yang hanya menciptakan satu laki-laki dan satu perempuan. Dan bahwa kekristenan adalah pengajaran yang paling bermoral, dan tentu paling menguntungkan bagi kehidupan sosial. Aneh, bahkan demonic jika ada pihak yang melarang apalagi memusuhi kekristenan.

Pilihan Hikmat
Sekarang, semua pihak sebaiknya duduk tenang merenungkan ayat-ayat firman Tuhan sambil mengamati fenomena yang terjadi di dunia sekeliling kita. Terutama seorang wanita, lebih baikkah seorang wanita tunduk kepada suami yang diperintahkan Allah untuk mengasihinya dan yang hanya boleh memilikinya sebagai istri satu-satunya atau tunduk kepada suami yang tidak diperintahkan untuk mengasihinya dan yang boleh mengawini istri lebih dari satu?

Dan kalau wanita tak berhikmat terangsang oleh hasutan iblis untuk tidak mematuhi Alkitab, menyebabkan terjadi pengikisan iman kekristenan bahkan kehancuran kekristenan, bukankah ujungnya nanti wanitalah yang akan paling menderita? Kekristenan telah mengangkat harkat martabat wanita di setiap kebudayaan yang dimasukinya. Banyak wanita Eropa dan Amerika bahkan terdorong hingga lewat batas.

Oleh sebab itu, bukankah sepatutnya wanita melihat jauh ke depan, dan sungguh-sungguh memahami kebenaran Alkitab dan berjuang agar para laki-laki mengasihi Tuhan serta mematuhi firman Tuhan? Dengan semakin banyak laki-laki yang kerohaniannya sehat, cinta kebenaran dan dengan hati yang penuh takut akan Tuhan, maka wanita akan menerima efek positifnya. Tuhan sangat mengasihi wanita, sehingga Ia telah memerintahkan agar laki-laki mengasihi wanita bahkan rela mati bagi wanita seperti Kristus mati bagi jemaatnya.

Tetapi laki-laki demikian hanya bisa ditemukan di dalam gereja yang pengajarannya alkitabiah. Dan wanita yang berhikmat akan mengajak, mendorong laki-laki ke gereja alkitabiah. Ini yang disebut berhikmat.***

Tidak ada komentar: