Kamis, 27 Oktober 2011

Yesus Lahir Sekitar Bulan Juli

Mengenai saat kelahiran Yesus Kristus kedunia, sudah jelas bahwa itu tidak terjadi pada tanggal 25 Desember.  Dari fakta pada saat itu ada gembala di padang sudah jelas bahwa  itu bukan bulan Desember. Demikian juga bahwa menjelang kelahiran Yusuf dan Maria  harus  berjalan  (bukan naik  mobil)  dari  Nazaret  ke Betlehem  juga  jelas  bukan bulan Desember. Sesinting-sintingnya kaisar  Agustus tidak mungkin memerintahkan sensus, yang mengharuskan setiap orang kembali ke kota kelahirannya, pada bulan Desember.

Berbagai  Encyclopedia, misalnya  The New Book of Knowledge volume 3, halaman 289,  dengan  terang-terangan menyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari penyembahan dewa matahari masyarakat Eropa yang dipungut oleh gereja (Katolik) untuk merayakan hari lahir  Yesus. Gereja  pada  saat  itu  bukan hanya  menetapkan  hari  kelahiran Yesus pada tanggal  25 Desember bahkan  juta menetapkan hari kematian Yesus pada hari Jumat yang sesungguhnya pada hari Rabu. (Jika pembaca tertarik, telah ditulis buku tentang hari kematian Yesus Kristus yang alkitabiah. Anda bisa mendapatkannya di STT GRAPHE)

Kalau Yesus Kristus  tidak  dilahirkan pada bulan Desember,  lalu pada hari apakah sesungguhnya ia dilahirkan? Ketika gereja Roma  Katolik  berkuasa  pertanyaan  ini haram  untuk  disampaikan. Yang mempertanyakan bisa diinkuisisi (pembunuhan  terhadap  orang  yang bertentangan dengan gereja Roma).  Tetapi kini kita hidup di dunia yang bebas bertanya bahkan bebas mengemukakan pendapat kita. Injil Lukas  1:26-27  berbunyi,  “dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari  keluarga Daud; nama perawan itu  Maria.”  Singkat  cerita, pada  bulan  keenam malaikat memberitahukan Maria bahwa ia akan segera mengandung seorang bayi. Sangatlah gampang untuk mengetahui bulan Yesus lahir karena ia pasti dikandung selama sembilan bulan. Jadi,  tinggal hitung saja  sembilan  bulan  kemudian  dari  bulan keenam  itu, maka kita akan dapatkan  bulan Yesus Kristus lahir. Bulan  keenam  yang ditulis oleh Lukas itu bukan bulan  yang  kita  pakai sekarang, karena bulan yang kita  pakai  sekarang  saat  itu belum  populer.    Tentulah bulan  yang  dipakai  oleh kalangan  Yahudi,  bukan yang  dipakai  oleh  kalangan lain.  Lalu bulan Yahudi itu bulan keenam bandingannya dengan bulan kita sekarang ini bulan apa? Kita lihat  Kel.12:1-2  yang  berbunyi, “Berfirmanlah TUHAN  kepada Musa  dan Harun di  tanah Mesir:  Bulan  inilah  akan menjadi permulaan segala bulan bagimu;  itu akan menjadi bulan pertama bagimu  tiap-tiap  tahun.”  Bulan  apakah,  atau  bulan berapakah jika dibandingkan dengan bulan yang  kita  pakai  sekarang?  Pada  13:4  dan Ul.16:1  memberitahukan kita bahwa bulan pertama itu  adalah  bulan  Abib, sedangkan nama  lain dari bulan  Abib  ialah  bulan Nisan  (Es.3:7).,  yang  jika di sejajarkan   dengan kalender  kita  jatuhnya antara Maret dan April. Jadi, enam bulan dari Maret-April  itu  jatuhnya September-Oktober  pada kalender  kita.  Pada  saat inilah  malaikat  Gabriel datang  ke  kota  Nazar et   untuk memberitahukan  Maria  bahwa  ia  akan mengandung seorang bayi.
 
Kalau Yesus Kristus mulai dikandung sekitar  September-Oktober,  maka  tinggal kita  tambahkan  saja  dengan  masa kandungan yang umumnya sembilan bulan maka segera kita dapatkan perkiraan bulan kelahiran Kristus. Dari  September-oktober hingga  sembilan  bulan  kemudian  tentu jatuhnya pada bulan Juni-Juli.

Yesus Kristus lahir pada sekitar bulan Juni-Juli  adalah  perkiraan  yang  paling alkitabiah  dan  paling  masuk  akal.  Pada bulan-bulan  tersebut  di  wilayah  Palestina sedang dalam akhir musim semi dan sedang beralih  ke  musim  panas.  Pada  masa  ini adalah saat yang paling  tepat bagi masyarakat di sana untuk melakukan perjalanan. Dan  tentu sangat masuk akal kalau kaisar Agustus memerintahkan  sensus  pada  saat itu. Demikian  juga  dengan  kegiatan penggembalaan di padang rumput. Musim semi  adalah  saat  rumput  tumbuh  subur menghampar  di  seluruh  padang.   Mereka biasanya tidur di hamparan rumput sambil memandang  bintang.  Pada  saat  kambing domba di giring berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ke padang rumput, kandang mereka biasanya ditinggal kosong. Masuk akal sekali kalau oleh karena setiap orang kembali  kota  kelahirannya  telah  menyebabkan  kekurangan  tempat  menginap sehingga  terpaksa  Yusuf  dan Maria  yang berjalan lambat tidak kebagian tempat dan harus menggunakan kandang yang kosong. Dan  di  kandang  kosong itulah,  setelah  kelelahan bejalan  berhari-hari, Maria melahirkan Sang Juruselamat ke  dalam  dunia  ciptaanNya yang  tidak  mengenalNya.

Sekali  lagi,  itu  bukan  bulan Desember, melainkan sekitar bulan Juni-Juli.  Merayakan  Natal  itu tidak diperintahkan, dan juga tidak dilarang. Yang merayakan tidak bersalah, dan yang tidak  merayakan  juga tidak bersalah. Tetapi meyakini  bahwa Kristus lahir pada bulan Desember, dan tanggal 25, tentu adalah kesalahan. Karena  tidak  tahu persis  tanggalnya, maka rayakanlah tanggal berapa  saja  serta  bulan  apa  saja. Yang terpenting  adalah Yesus sungguh  lahir di dalam hati kita.***

Tidak ada komentar: