Rabu, 29 Februari 2012

Pahlawan Iman Abad Pertengahan

Jesse  Vawter lahir di keluarga Anglican tanggal 1 Desember 1755 di Virginia dan ia dibaptis ketika masih bayi. Ketika ia berumur  19 tahun, ia bekerja sebagai tukang kayu jauh dari rumah. Ia lalu mendengar khotbah dari seorang pengkhotbah Baptist, Rev. Thomas Ammon, untuk pertama kalinya. Rev. Ammon adalah salah satu pengkhotbah Baptis di Virginia yang pernah dipenjara karena memberita kan Injil. Jesse  Vawter pun  akhirnya menyerah pada Roh Kudus dan mulai mencari keselamatan dari Allah. Setelah bergumul dengan kebenaran  mengenai baptisan  selam, tahun 1774 ia mengakui baptisan seharusnya adalah bagi orang  yang telah bertobat dan percaya dan baptisan bayi adalah sebuah kesalahan. Ia pun menyerahkan diri dibaptis dengan cara yang benar yaitu di selam dan menjadi anggota jemaat Baptist.

Pada 29 Maret 1781 ia menikah dengan Miss Elizabeth Watts dan tanggal 8 Januari 1782 anak laki-laki pertama mereka lahir dan diberi nama John. John lalu diikuti tiga anak laki-laki, William, Archilles, dan James, dan 5 anak perempuan. Tahun 1800, Jesse Vawter mempunyai beban untuk berkhotbah. Ia mengajarkan bahwa  semua manusia berdosa, keilahian Yesus Kristus, diselamatkan karena anugerah, penebusan Tuhan Yesus Kristus adalah untuk semua orang berdosa dan siapa yang mau bertobat dan percaya akan diselamatkan. Demikian  juga mengenai pemeliharaan orang percaya oleh Tuhan Yesus Kristus, ia sangat yakin akan hal itu.

Jesse Vawter mempunyai andil dalam mendirikan 12 gereja Baptist dan 3 organisasi pelayanan. Dia melayani hingga kematiannya  pada tahun1838. Pada masa  hidupnya ia mengalami serangan dua bidat yang mempengaruhi jemaat Baptist di Indiana, namun ia dapat bertahan dengan doktrin dasar yang jelas. Alexander Campbell mengajarkan baptisan itu perlu untuk keselamatan  dan Daniel Parker memperjuangkan gerakan anti-misi dan banyak menyesatkan orang Kristen. Pengajaran sesat itu banyak menghancurkan iman orang Kristen, namun Jesse Vawter tetap teguh akan kebenaran firman Tuhan.

Kebenaran  iman Jesse Vawter diteruskan pada dua anaknya yaitu John dan William di pelayanan mereka sebagai pengkhotbah Baptist. John menjadi gembala  di Vernon Baptist Church (1821-1848). Sedangkan William adalah pendiri Sand Creek Assosiation dan melayani dengan setia hingga kematiannya tahun 1868. Keluarga Vawter terus menghasilkan pemimpin-pemimpin Baptist, misalnya Archilles J. Vawter adalah pemimpin seminary Baptist  di Indiana. Wilfred T. Stott, keturunan  Vawter adalah  editor majalah Baptist dan dua saudara perempuannya, Grace dan Edith menikah dengan gembala Baptist. Bahkan sampai generasi kelima keluarga  Vawter terus menghasilkan pelayan-pelayan Baptist. Allah berjanji kepada Israel lewat Musa bahwa Ia akan mendatangkan kesusahan (malapetaka) bagi generasi ketiga  dan keempat bagi orang yang mengabaikanNya. Namun  Ia berjanji menunjukan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu generasi orang yang mengasihi-Nya.

Hari ini mungkin banyak orang yang memegang teguh kebenaran  firman Tuhan dicela, difitnah, dimusuhi, dicacimaki dan bahkan diancam dengan kekerasan. Tuhan berkata “Aku akan menyertaimu sampai akhir zaman.” Setiap orang yang saat ini melayaniNya dengan memegang teguh kebenaran  firman Tuhan tidak akan kehilangan upah, baik di  dunia ini maupun di Surga kelak.

George Blaurock 1491-1529 AD.
Blaurock terlahir dengan nama George Cajacob di desa Bonaduz, Swiss, sekitar tahun 1491. Tahun 1516 ia menjadi seorang imam Katolik di Trins dan dua tahun kemudian mengundurkan diri. Tahun 1524 ia tertarik mempelajari lebih banyak mengenai reformasi Swiss. Blaurock adalah seorang yang pemberani, dialah yang meminta Grebel untuk membaptiskan dia dengan selam dan  setelah  itu  ia  membaptis orang-orang percaya yang lain di Januari 1525. Setelah ia bergabung dengan sekelompok  orang  (Anabaptist)  yang  berani membela kebenaran firman Tuhan, Blaurock dan rekan-rekannya yang lain berulang kali  di penjarakan dan disiksa oleh gereja negara. Tercatat tanggal 30 Januari 1525, Blaurock, Felix Manz, dan 24 orang percaya lain yang baru saja dibaptis  di Zollikon dan satu orang  yang belum dibaptis, ditangkap dan dipenjara di  biara Agustinian di Zurich. Tanggal 16 Maret di tahun yang sama Blaurock  ditangkap lagi dan diberi peringatan dan didenda lalu dibebaskan. Pada masa itu Zwingli  teman John Calvin dan Luther, mengumumkan bahwa ia telah mengalahkan  kelompok Anabaptis, dan pemerintah Zurich mendukungnya untuk menangkap para Anabaptis.

Pada bulan  Juli 1525, Blaurock dan Manz  mendapat masalah lagi karena berkhotbah dan membaptis orang di Chur. Manz dikirim paksa  ke  Zurich  dan Blaurock berhasil dibebaskan  teman-teman mereka. Setelah itu ia berusaha lagi berkhotbah di sebuah desa di Henwil, seperti biasa ia pun ditangkap dan dipenjarakan lagi. Pada tahun 1527 di  bulan Januari rekan sepelayanannya, Felix Manz dibunuh dengan cara ditengelamkan oleh Zwingli. Alasan Zwingli membunuh Felix Manz adalah Manz dituduh memiliki pemahaman yang berbeda dengan gereja negara, ia seorang Anabaptis  yang membaptis  ulang orang, menentang baptisan bayi dan percik, ia memisahkan  diri dan hanya mau  bersekutu dengan orang percaya yang sudah menerima Kristus. Karena doktrinnya dianggap menentang gereja yang diakui pemerintah, akhirnya ia pun dijatuhi hukuman mati.

Sedangkan  George  Blaurock pun mendapatkan hukuman didera tanpa ada proses pengadilan, ia ditelanjangi sebagian dan dipukul punggungnya hingga  berdarah-darah di gerbang Niederdorf. Tanggal 21 April 1529 adalah keempat kalinya ia ditangkap dan diasingkan, akhirnya Blaurock memutuskan untuk meninggalkan Swiss dan tidak kembali  lagi. Blaurock menuju Austria dan di sana ia bertemu dengan sebuah gereja Anabaptis yang telah kehilangan gembalanya, Michael Kurschner yang dihukum mati dengan cara dibakar tanggal 2 Juni 1529. Blaurock diminta jemaat untuk menggembalakan gereja itu, dan Blaurock pun menyetujuinya dan di dalam masa pengembalaannya banyak jiwa yang bertobat dan dibaptis.

Namun pemerintah Innsbruck yang terdiri dari orang Kristen dari gereja yang diakui negara tidak tinggal diam. Tanggal 14 Agustus  1529, Blaurock dan Hans Langegger, seorang pianis gereja dibawa ke pengadilan  dan  disiksa.  Pihak pemerintah meminta nama-nama orang Anabaptis dan menghitung jumlah mereka. Tiga minggu kemudian, tanggal 6 September 1529, Blaurock dan Langegger diikat di  sebuah tiang dan dibakar hidup-hidup di Klausen, Italy. Alasan ia dihukum mati adalah karena ia telah dianggap penghianat iman Katolik dan meninggalkan jabatan sebagai seorang imam. Di buku “Martyr Mirror” tercatat tuduhan-tuduhan gereja Roma Katolik yang menjadi  alasan mereka membakar Blaurock, yaitu: karena ia telah meninggalkan pelayanannya sebagai imam, tidak meneruskan praktek  baptisan  bayi dan berkhotbah tentang  cara pembaptisan selam,  karena menentang misa kudus dan pengakuan dosa  sebagaimana  yang ditentukan  imam, karena tidak mengizinkan orang menyembah  bunda Maria. Oleh karena semua itu, ia  dihukum mati dan menjadi seorang pahlawan iman. Diperjalanannya menuju tempat ia dieksekusi, ia dengan tulus menyapa  orang-orang dan memberitakan Injil pada mereka.

Warisan  yang ia tinggalkan adalah khotbahnya dan dua lagu yang isinya, “aku ingin menyanyikan puji-pujian di hatiku kepada nama-Mu yang kudus dan untuk selamanya  mengumandangkan anugerah yang  telah kuterima. Aku  mohon kepada-Mu, Allahku, demi semua anak-anakMu, jagalah mereka semua selamanya dari musuh-musuh jiwa mereka. Aku tidak membangun dengan daging karena  itu akan berlalu, namun aku meletakan keyakinanku pada firman-Mu… akhir perjalanan telah tiba. Pujilah Tuhan! Mampukan kami untuk memikul salib ke tempat tujuan kami dan berikanlah belas kasihanMu agar kami bisa menyerahkan jiwa-jiwa kami ke dalam tangan-Mu.”

Sekalipun Blaurock bukan seorang theolog  yang  terkenal,  namun  ia memberikan kontribusi yang besar di dalam gerakan Anabaptis  di masa reformasi. Dialah yang pertama kali  meminta Grebel membaptis dirinya, kemudian bergabung dengan Manz dan Grebel dalam membawa berita Injil kebenaran di antara  saudara-saudarnya  di daerah Swiss sampai ke desa-desa yang ada. Blaurock berperan besar  atas terbentuknya jemaat Anabaptis di Zollikon. Tidak dapat disangkal lagi, komitmennya tak tergoyahkan  terhadap iman Anabaptis dan semangatnya membara dalam memberitakan Injil kebenaran.

Masalah baptisan bayi bukanlah hal yang sepele, seperti yang dipahami beberapa kalangan kekristenan. Berapa banyak darah  yang telah  tercurah  demi melawan kesalahan baptisan bayi. Para pahlawan iman sejati dengan  rela mengorbankan keluarga, popularitas, jabatan, dan bahkan nyawanya sendiri. Bagaimana mungkin hari ini kita melakukan kesalahan ini? Apakah demi gengsi, jabatan  dalam gereja, atau masalah perut, kita diam atas masalah yang telah menyebabkan begitu banyak  darah tercurahkan? Untuk bertahan apalagi untuk diteruskan dari generasi ke generasi, kebenaran membutuhkan keberanian. Jika anda hanya memiliki kebenaran namun tidak memiliki keberanian, maka kebenaran akan mati bersama-sama anda.***

ULASAN EDITOR
Sejak zaman Kain dan Habel, orang jahat dan yang tidak benar secara doktrinal, tidak berusaha memakai narasi dan argumentasi untuk membela keyakinannya, melainkan selalu memakai kekerasan. Orang benar selalu menjunjung tinggi akal-budi dan argumentasi, ia akan mengesampingkan bahkan tidak pernah mempertimbangkan pemakaian  kekerasan  untuk mencapai tujuan.

Tercatat dalam sejarah, agama yang tidak benar selalu meminta pemerintah  (pemegang  pedang) untuk memihak kepadanya. Dan pemerintah yang jahat selalu terlibat membela  orang yang tidak benar. Mereka selalu mengulangi kejahatan orang-orang jahat yang tercatat dalam sejarah. Pemerintah yang benar tidak mengurus perkara iman, atau sesuatu yang diyakini dan diajarkan orang sehubungan  dengan imannya. Dan orang Kristen yang alkitabiah tidak  melibatkan pemerintah untuk kemajuan gerejanya. Orang Kristen alkitabiah  memajukan gerejanya melalui argumentasi, bukan intimidasi.***

Kiriman dari Ev. John Sung, S.Th, Gembala GBIA John The Baptist, Pontianak

Tidak ada komentar: