Selasa, 08 Mei 2012

Berita Bulan Maret 2012


PENGETAHUAN AKAN BERTAMBAH
(Berita Mingguan GITS 03 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Penemuan-penemuan baru belakangan ini mencakup: (1) Sebuah kamera di sebuah pesawat tanpa awak militer dengan resolusi 1,8 gigapixel ((“Latest US Military drone,” Digital Trends, 3 Jan. 2012). Kamera tersebut, yang adalah bagian dari paket helikopter-tanpa-awak Argus-IS, memiliki 900 kali lipat resolusi gambar dibandingkan dengan kamera standar yang 2 megapixel. Pesawat otomatis ini dapat mengunci banyak target sekaligus dari ketinggian sampai 20.000 kaki. (2) Sebuah telinga-nano yang mampu mendeteksi suara 6 magnitude di bawah kemampuan telinga manusia mendeteksi suara, sehingga dapat mendengar suara-suara yang terjadi di level bakteri (“The World’s First `Nano-Ear,’” Popular Science, 11 Jan. 2012). Penemuan ini menggunakan sebuah partikel-nano yang secara optik dikurung dengan emas sebagai alat pendengar. Partikel ini berukuran seper-enam-puluh-milyar meter, atau kira-kira seribu kali lebih kecil daripada rambut manusia. (3) Roket-mikro yang dapat bergerak di perut manusia dengan tenaga gelembung hidrogen (“Microrockets,” Popular Science, 18 Jan. 2012). Sebuah tim dari Universitas California, San Diego, telah menciptakan motor-motor kecil yang dapat bergerak sendiri dalam lingkungan asam dan zinc, yang juga merupakan bahan dari motor tersebut. (4) Laser X-Ray yang memanaskan lembaran aluminium secara super hingga 3,6 juta derajat (“World’s Most Powerful X-Ray Laser,” Popular Science, 25 Jan 2012). Ruangan Linac Coherent Light Source SXR di Laboratorium SLAC National Accelerator menciptakan dan mengukur materi dengan suhu 2 juta derajat, yang dapat dipakai untuk memantau molekul-molekul biologis saat mereka bekerja dan untuk mengerti proses-proses fusi nuklir. (5) Kaki bionik yang pertama yang bersatu dengan tubuh dipasang di Australia (“Woman’s Bionic Leg,” Fox News, 13 Feb. 2012). Kaki tersebut, yang dipasang ke seorang wanita yang kehilangan kakinya setelah jatuh ke bawah sebuah kereta di London Underground tahun 1996, bekerja dengan bersatu ke otot dan tulang. Dokter bedah ortopedi, Munjed Al Muderis menggambarkan prosedur tersebut sebagai “masa depan bagi pasien-pasien yang teramputasi.” Sekitar 2500 tahun yang lalu, pada masa pemerintahan Kerajaan Media-Persia, satu malaikat memberitahu nabi Daniel, “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Dan. 12:4). Pemazmur berkata, “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya” (Maz. 119:160).

SWEDIA BERADA DI GARIS DEPAN EKONOMI TANPA UANG
(Berita Mingguan GITS 31 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Swedia berada di garis depan gerakan menuju ekonomi yang tidak memakai uang kertas lagi. “Dalam kebanyakan kota-kota Swedia, bus umum tidak lagi menerima uang kontan; tiket semuanya bersifat pra-bayar atau dibeli melalui pesan handphone. Sejumlah kecil bisnis, yang jumlahnya semakin bertambah, hanya mau dibayar dengan kartu, dan sebagian kantor bank – yang mendapatkan keuntungan dari transaksi elektronik – telah sama sekali berhenti melayani transaksi uang kontan. ‘Ada kota-kota di mana sama sekali tidak mungkin lagi untuk masuk ke bank dan menggunakan uang kontan,’ demikian keluh Curt Persson, ketua dari Organisasi Pensiunan Nasional Swedia. …Menurunnya pemakaian uang kontan dapat terlihat bahkan di tempat-tempat agama, seperti Gereja Carl Gustaf di Karlshamn, Swedia selatan, di mana Vicar Johan Tyrberg baru-baru ini memasang alat gesek kartu supaya umat yang datang lebih mudah memberikan persembahan. …Tidaklah mengherankan bahwa Swedia dan negara-negara sekitarnya ada di garis depan perkembangan ini, mengingat masyarakat mereka sangat menekankan teknologi dan inovasi. Untuk tahun kedua berturut-turut, Swedia masuk urutan pertama dalam Laporan Teknologi Informasi Global yang dikeluarkan oleh Forum Ekonomi Dunia pada bulan Januari (“Sweden Moving Towards,” CBS News, 18 Maret 2012). Panggungnya sudah dipersiapkan bagi Antikritus untuk muncul ketika karya Tuhan bagi zaman gereja ini selesai, dan Dia akan mengizinkan rahasia kedurhakaan untuk melanjutkan kejahatannya, dan alasan Allah masih menunda ini semua adalah karena Ia mengasihi manusia dan terus menawarkan keselamatan. Sobat Kristen, apakah kamu sedang sibuk bekerja bagi Tuhan pada hari penuaian Allah ini? ”Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan” (2 Tes. 2:7). “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:9).

SEORANG KRISTEN DIBUNUH LAGI OLEH ORANG-ORANG MUSLIM
Berikut ini disadur dari “Al Qaeda-linked group claims it killed Americans,” FoxNews, 18 Maret 2012: “Sebuah kelompok yang terkait dengan Al Qaeda mengklaim mereka telah membunuh seorang guru berkebangsaan Amerika di Yemen karena menginjili orang untuk menjadi Kristen. Joel Shrum, seorang guru Inggris berusia 29 tahun, dari Harrisburg, Pa., telah bekerja selama dua tahun di kota pusat Taiz. Para pejabat Yemen mengatakan bahwa Shrum terbunuh di dalam mobilnya pada hari Minggu pagi ketika para penyerang dalam seragam militer melaju ke sampingnya dengan motor, menembakkan senjata api, lalu pergi. Para saksi mengatakan bahwa dia terbunuh seketika. Sebuah pesan sms kepada wartawan berbunyi, “Operasi ini adalah tanggapan terhadap kampanye kristianisasi yang dilancarkan Barat melawan Muslim.” Mereka mengklaim bahwa Shrum adalah ‘salah satu aktivis pengkristenan yang paling besar.’”

RUMAH MODIS BURUNG NAMDUR
Berikut ini dari Creation Moments, 25 Januari 2012, www.creationmoments.com: “Burung Namdur (dikenal juga sebagai burung pintar atau bowerbirds) dari New Guinea dan Australia termasuk burung yang paling mengherankan di seluruh dunia. Kelompok spesies yang dikenal sebagai burung-burung Namdur ini terkenal karena sarang yang mereka buat yang menyerupai semacam gubuk, yang dibangun oleh burung jantan untuk menarik perhatian pasangan. Sarang atau gubuk ini mereka dirikan menggunakan kayu dan ranting-ranting, dengan model seperti payung yaitu memakai sebuah tiang penyangga di tengah. Biasanya sarang yang spesial ini dibangun di atas rumput hijau di permukaan tanah. Kebanyakan sarang mereka berukuran tinggi hampir satu meter dengan diameter mencapai 2 meter. Sarang-sarang mereka dibangun sedemikian baiknya oleh burung-burung ini sehingga memiliki atap yang kedap air atau tahan hujan. Begitu pembangunan selesai, burung namdur akan mencari dekorasi yang berwarna-warni. Ia menggunakan pernak-pernik ini untuk mendekorasi bagian dalam rumahnya sekaligus halaman depannya. Dekorasi yang dia pakai termasuk buah, dedaunan, bunga, sayap kupu-kupu, dan bahkan kumbang yang sudah mati. Semakin berwarna-warni pernak-pernik ini, semakin baik. Ketika merias halaman depan ataupun bagian dalam rumahnya, semua benda yang berwarna sama akan disusun dalam satu kelompok, dan dekorasi ini akan digeser atau dipindah setiap hari. Ini dilakukan dengan harapan akan ada burung betina yang cantik yang akan datang dan tertarik oleh citra rasa desain interior dan ekteriornya. Sungguh menarik bahwa, berlawanan dengan yang sering kita dengar, ada kesepakatan umum dalam diri berbagai makhluk mengenai apa yang indah. Pengaturan burung namdur yang berwarna-warni menarik bagi burung namdur lain maupun bagi manusia. Ini mengindikasikan bahwa kita berbagi suatu kesepakatan umum mengenai keindahan dengan makhluk-makhluk lain karena Pencipta kita mengapresiasi keindahan.”

MUFTI AGUNG ARAB SAUDI MENYERUKAN PENGHANCURAN GEREJA-GEREJA
(Berita Mingguan GITS 24 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Saudi Grand Mufti Calls for Destruction,” Middle East Forum, 14 Maret 2012: “Menurut beberapa sumber berita Arab, hari Senin yang lalu, Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah, Mufti Agung di Arab Saudi, mendeklarasikan “perlunya menghancurkan semua gereja-gereja di daerah itu.” Sang Mufti Agung membuat pernyataan ini sebagai jawaban terhadap sebuah pertanyaan oleh sekelompok delegasi dari Kuwait. …Jadi, sang Mufti Agung “menekankan bahwa Kuwait adalah bagian dari semenanjung Arab, jadi haruslah menghancurkan semua gereja-gereja di dalamnya.” …Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah bukan sekedar orang Islam sembarangan yang membenci gereja. Dia adalah Mufti Agung dari bangsa yang melahirkan Islam ke dunia. Lebih lanjut lagi, dia adalah Presiden dari Konsil Tertinggi para Ulama dan juga Ketua Komite Riset Ilmiah dan Pengeluaran Fatwa. Jadi, berkaitan dengan apa yang diajarkan oleh Islam, kata-katanya sangatlah berotoritas. Bandingkan dengan histeria yang muncul ketika di negara-negara barat ada seorang tokoh yang tidak penting yang membuat pernyataan yang menyinggung Islam – misalnya seorang gembala sidang yang tak dikenal di kota kecil – bayangkan apa yang akan terjadi kalau seorang “Kristen” yang punya posisi mirip Mufti Agung ini, misalnya Paus, menyerukan bahwa semua mesjid di Italia harus dihancurkan; bayangkan kehebohan yang akan muncul di segala media massa, semua teriakan “tidak toleran” dan “kebencian” dan tuntutan untuk meminta maaf atau mundur dari jabatan, dan berbagai politisi yang akan mencak-mencak, atau lebih parah lagi kerusuhan dan kekerasan di mana-mana. Namun demikian seorang Mufti Agung – otoritas hukum Islam tertinggi di Arab Saudi – dibiarkan saja ketika dia membakar orang-orang Islam untuk menghancurkan gereja-gereja, padahal tidak perlu dibakar sekalipun hampir tidak ada bulan yang berlalu tanpa ada gereja yang dibom atau dihancurkan di negara-negara Islam.”

PENEMU MESIN MRI MENGATAKAN BAHWA EVOLUSI ADALAH FIKSI ILIMIAH (SCI-FI)
Berikut ini disadur dari wawancara dengan Dr. Raymond Damadian, yang dilakukan pada bulan Januari 2012 oleh Shem Dharampaul di Alberta, Kanada. Dr. Dharampaul adalah seorang Fellow di College of Physicians di Kanada dan terdidik dalam bidang kedokteran nuklir. Dr. Damadian, seorang biofisikawan, adalah penerima hadiah Lemelson-MIT Achievement Award sebagai “orang yang menemukan mesin pemindai MRI.” (Editor: Mesin MRI adalah salah satu alat pemeriksaan radiologi dalam kedokteran, agar dokter dapat melihat bagian dalam tubuh manusia). Pada tahun 1988 dia diberi hadiah National Medal of Technology, hadiah tertinggi di Amerika dalam bidang ilmu pengetahuan teraplikasi, dan setahun kemudian dia dimasukkan ke dalam Hall of Fame Penemu, suatu kehormatan yang juga didapatkan orang-orang seperti Thomas Edison, Samuel Morse, dan Wright bersaudara. Mesin pemindai MRI pertama yang dibangun oleh Dr. Damadian dan kolega-koleganya pada tahun 1977, yang diberi nama “The Indomitable,” kini berada di Smithsonian Institution di Washington, D.C. “PERTANYAAN: Mengapa anda percaya Alkitab itu benar? DAMADIAN: Jika anda berusaha untuk mempelajari bukti-bukti yang mendukung catatan Alkitab dan teori-teori lain yang bertentangan dengannya, dari persepsi saya, bukti-bukti sangat berat sekali mendukung Alkitab, dan menentang pemikiran-pemikiran alternatif seperti evolusi. Tidak ada bukti sama sekali bagi evolusi. Menurut saya, evolusi adalah fiksi ilmiah. PERTANYAAN: Apakah kisah Alkitab tentang penciptaan bertentangan dengan fakta ilmu pengetahuan yang telah diketahui manapun? DAMADIAN: Tidak. Sama sekali tidak. Menurut saya, justru evolusi bertentangan dengan fakta-fakta itu.”

MARK DRISCOLL MEMUJI GERAKAN BARU DALAM KEKRISTENAN
Mark Driscoll, gembala sidang senior di mega-gereja Mars Hill di Seattle, dan sesama pendiri dari jaringan Kisah Rasul 29 (suatu jaringan pendirian gereja), percaya bahwa “kita sedang berada di tepi suatu jurang” atau “suatu gerakan baru, dengan potensi akan melihat suatu kebangkitan rohani dalam generasi kita” (Driscoll, “It’s Time to Move from Minutia to Movement,” Acts29network.org, 8 Maret 2012). Driscoll bergairah bahwa gerakan ini “bertumpah ruah melewati batas-batas tradisional yang secara historis memisah-misahkan orang-orang” dan menggambarkannya sebagai “sejumlah cabang sungai yang bersatu menjadi sungai besar.” Dia berbicara mengenai bagaimana dia belajar dari berbagai macam pemimpin-pemimpin Kristen, dan walaupun berbeda secara doktrinal dari mereka, “tujuannya adalah memiliki hubungan kerja dengan mereka.” Dia mengatakan, “Saya beruntung memiliki persahabatan dekat dengan pemimpin-pemimpin Kristen dari seluruh dunia dan dari seluruh spektrum theologi.” Persatuan yang Driscoll puji terjadi melalui “berpindah dari hal-hal detil (minutia),” yang didefinisikan sebagai “detil-detil yang kecil, dan tepat tentang sesuatu.” Ini adalah kesesatan yang sudah kuno yang mengajarkan “bersatu dalam hal-hal esensial, bebas dalam hal-hal yang tidak esensial.” Moto ini menjadi inti dari program ekumene tetapi adalah pemberontakan terhadap perintah-perintah yang jelas dalam Firman Allah. Anda tidak akan menemukan doktrin “bebas dalam hal-hal non-esensial” dalam tulisan Kristus dan para Rasul. Yesus memerintahkan agar gereja-gereja “mengajarkan segala sesuatu” (Mat. 28:20) dan Paulus menyampaikan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Kita harus menuruti perintah-perintah rasuli dengan “tidak bercacat dan tidak bercela” (1 Tim. 6:13-14). Tidak ada pengajaran yang “tidak esensial” dalam Kitab Suci. Walaupun tidak semua pengajaran sama pentingnya, tetapi tidak ada yang tidak penting sehingga boleh diabaikan demi mencapai persatuan yang lebih luas. Driscoll memang sedang menggambarkan suatu gerakan, tetapi ini bukan gerakan yang baru atau yang ilahi. Ini adalah gerakan kesesatan rohani akhir zaman. Ini adalah “gereja” yang korup yang tumbuh menjadi pohon yang besar yang cabang-cabangnya dipenuhi burung-burung di udara (Mat. 13:31-32). Ini adalah “gereja” yang menuju kepada pengkhamiran total oleh kesesatan kuno maupun baru, sambil semuanya menari-nari kepada lagu tema rock & roll (Mat. 13:33). Sudah dapat diprediksi, Driscoll membuat kesimpulan dengan cara melontarkan serangan murahan terhadap mereka yang menolak untuk ikut lompat ke sungai gerakan baru ini tetapi sebaliknya “menembaki” dan “menyerang” para pemimpin gerakan baru ini dengan menguji mereka melalui Firman Allah. Driscoll adalah seseorang yang mudah berteman, dan secara pribadi enak diajak bicara, tetapi dia sungguh tidak tahu apa yang dia sedang lakukan.

MARANATHA BAPTIST BIBLE COLLEGE MENJADI SANGAT “COOL”
(Berita Mingguan GITS 17 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Maranatha Baptist Bible College (MBBC di Wisconsin) mengeluarkan iklan pendaftaran mahasiswa baru yang dibuat dalam style rap Southern Gospel. Temanya adalah bahwa Maranatha itu “fun” dan “cool” dan akan memastikan sukses supaya kamu bisa tamat dan menjadi seorang yang penting “big cheese” dengan gelarmu yang “terakreditasi.” Dalam perjalanan, kamu bisa menikmati es krim pisang dan bahkan belajar sedikit “theologi” dan bertemu dengan seorang pasangan hidup yang “cool.” Penyanyi utama lelakinya berdandan lengkap dengan T-shirt dan topi baseball yang dimiringkan dalam gaya yang sangat “cool,” dan teman-teman rap-nya juga sangat “cool” dalam baju mereka dan gerakan-gerakan rap tangan mereka. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah fakta bahwa beberapa anggota dewan dosen laki-laki muncul dalam video itu, “bergoyang” mengikuti musiknya. Bahkan ada kata kotor yang diucapkan, dan tidak ada yang lebih “cool” atau emerging selain kebebasan untuk mengucapkan kata-kata kotor. Dibandingkan dengan Christian rock, tentu video ini masih relatif “bersih,” tetapi iklan ini jelas mengikuti pola video musik dunia dan merefleksikan suatu pendekatan Sekolah Theologi yang sangat cetek dan kedagingan. Gembala sidang Dave Sorenson berkomentar: “Yang sangat mengganggu bagi saya bukan hanya usaha anak-anak muda dalam video ini untuk berpenampilan “punk,” tetapi terlebih lagi para dewan dosen yang ikut “bergoyang” dan secara literal berdansa mengikuti musik tersebut. Satu hal bagi anak-anak kuliah untuk menghasilkan sesuatu seperti ini dari diri mereka sendiri, bahkan di sebuah sekolah tinggi fundamental. Tetapi hal lain lagi bagi para pengurus sekolah tinggi tersebut untuk secara resmi memberikan dukungan mereka, yang jelas dilakukan oleh para pemimpin MBBC. Saya kenal dengan keluarga Cedarholm (Editor: Pendiri Maranatha Baptist Bible College) secara pribadi. Mereka pasti “tidak tenang” dalam kubur mereka kalau mereka melihat video ini.” MBBC sedang bermain dengan api. Ini adalah lereng licin, dan keduniawian tidak akan berhenti sampai di sana. Ini sangat sedih, dan adalah contoh lain bahwa separatisme sedang ditinggalkan oleh banyak sekali Baptis fundamental. Video-nya dapat dilihat di http://vimeo.com/37974789. Bisa saja video ini dicabut kapan saja, karena saya dengar pemimpin Maranatha tidak senang. Tetapi, ketika suatu institusi tidak memilliki kesatuan arah dan visi, dan satu dalam hal-hal yang penting, maka institusi itu akan hancur. Mengingat kesesatan akhir zaman yang bagaikan topan dahsyat, rumah tangga yang terpecah belah tidak akan dapat bertahan.
EDITOR: Maranatha Baptist Bible College adalah sekolah yang didirikan oleh Cedarholm, dan sangat fundamental pada waktu didirikan. Dr. Thomas Strouse adalah salah satu tamatan dari MBBC, dan dia juga pernah mengajar di sana. Tetapi setelah Dr. Cedarholm meninggal, sekolah ini juga meninggalkan posisinya. Dr. Strouse meninggalkan Maranatha puluhan tahun lalu karena MBBC tidak lagi mengajarkan doktrin gereja lokal saja, melainkan turut mengajarkan gereja universal. Buah dari semua itu bisa terlihat sekarang dari kemerosotan yang semakin terjadi. Hal ini menjadi peringatan kepada semua gereja atau Sekolah Alkitab hari ini, bahwa jika sedikit saja mereka tidak berhati-hati, maka kompromi dapat muncul.

SEPULUH HUKUM ALLAH MENJADI “JUST10″ (HANYA 10)
Merefleksikan dengan sempurna situasi zaman ini, yaitu tidak adanya takut akan Allah bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen, seorang pengkhotbah dan penulis yang terkenal dari Inggris, J. John, telah mengubah perintah-perintah negatif dalam Sepuluh Hukum menjadi suatu pendekatan positif yang diberi nama “Just10″ (“Hundreds of Churches Using `New’ Ten Commandments,” Christian Post, 9 Maret 2012). John, yang materi-nya dipakai oleh 600 gereja, mengubah perintah Allah “Janganlah mencuri,” menjadi “Jadilah makmur dengan hati nurani yang bersih;” “Janganlah berzinah” menjadi “Jadikan hubungan-mu kebal perselingkuhan;” “Hormatilah ayahmu dan ibumu” menjadi “Jagalah damai dengan orang tuamu.” Tujuannya, kita diberitahu, adalah untuk membuat Firman Allah “lebih pribadi” dan menjadi sesuatu yang “dapat menyentuh orang-orang hari ini.” Dua prinsip utama filosofi Injili yang telah menyapu kekristenan setengah abad terakhir ini adalah untuk memberitakan yang positif saja, dengan tempo yang riang, dan mencoba membuat kekristenan “keren” bagi generasi yang kecanduan “keren” ini. J. John telah sangat sukses melanjutkan prinsip yang sangat salah ini, tetapi dia belum melampuai Kenneth Caine, yang pada tahun 1998 mempublikasikan “Alkitab Positif” dengan tujuan menghilangkan semua pernyataan “negatif” dalam Kitab Suci. Hasilnya adalah Alkitab yang sangat tipis! Dalam Alkitab ada pernyataan positif dan ada pernyataan negatif, dan tugas pengkhotbah adalah menyatakan semuanya. Khotbah yang alkitabiah mengandung elemen peringatan dan peneguran yang kuat. Kita diperintahkan untuk “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah” (2 Tim. 4:2) dan “nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu” (Tit. 2:15). Pengkhotbah harus memberitakan semua yang Kristus ajarkan (Mat. 28:20). Dia harus memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Adalah “kenegatifan” dan “ketajaman” Firman Allah yang Roh Allah pakai untuk menusuk hati manusia; adalah “galah rangsang” itu yang Allah pakai untuk membawa manusia kepada pertobatan (Kis. 26:14). “…teguran yang mendidik itu jalan kehidupan” (Ams. 6:23). Hukum Allah seharusnyalah mengandung pernyataan-pernyataan yang negatif dan ditakuti! Mengingat peringatan Allah untuk tidak mengubah-ubah FirmanNya, lebih baik tangan saya terpotong dari pada melakukan apa yang telah J. John lakukan. “Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu” (Rom. 3:18).

SANGKAR CAHAYA
Berikut ini dari Creation Moments, 22 Februari 2012, www.creationmoments.com: “Tanya saja kepada evolusionis manapun, dan mereka akan berkata bahwa Venus Flower Basket adalah salah satu binatang yang paling terbelakang tingkat evolusinya. Binatang ini sebenarnya adalah semacam spons yang terbuat dari suatu koloni makhluk hidup, dan mereka melakuan hal-hal yang luar biasa. Venus Flower Basket membangun suatu rangka yang mirip keranjang (makanya namanya “basket”) yang terbuat dari silika yang mirip gelas, yang ditutupi hanya oleh suatu lapisan sel yang tipis. Struktur internal yang rapuh dari rangka ini diperkuat untuk mendapatkan kekuatan yang terbesar dengan jumlah material yang paling sedikit. Hasilnya adalah suatu rangka yang ternyata adalah suatu jaringan fiber optik yang kerumitannya dapat dibandingkan dengan fiber optik modern yang dipakai untuk jaringan-jaringan telekomunikasi. Mikroorganisme yang memancarkan terang dan yang bersifat simbiotik membuat rumah di dalam dasar spons ini, menyalurkan cahaya mereka ke seluruh rangka fiber optik si Flower Venus Basket. Si Flower Basket ini memerangkap udang-udang kecil di dalam rangka, dan udang-udang itu akan menjalani hidup dalam rangka tersebut. Makanan yang mereka jatuhkan akan menjadi nutrisi bagi mikroorganisme berpendar yang ada di bagian dasar keranjang. Tujuan dari denyutan cahaya itu adalah untuk menarik perhatian mangsa bagi udang-udang, yang lalu menyediakan makanan bagi sumber denyutan cahaya tersebut! Semua ini lebih mencengangkan lagi mengingat bahwa Flower Basket tidak memiliki sistem saraf apapun. Bahwa makhluk yang indah ini, yang tidak memiliki sistem saraf, didesain dan bekerja dengan cara yang sedemikian hebat adalah kesaksian yang kuat bagi Pencipta kita, satu-satunya yang dapat mendesain hal ini.”

ADVENT HARI KETUJUH MASIH MEMPROMOSIKAN ELLEN WHITE
(Berita Mingguan GITS 10 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Para pengikut Advent Hari Ketujuh sedang mempromosikan tulisan-tulisan Ellen White dalam sebuah kampanye baru untuk tahun 2012. Kampanye tersebut, yang diberi nama “The Great Controversy Countdown,” mengajak semua gereja Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist atau disingkat SDA) untuk mempelajari buku White The Great Controversy, yang menurut White diberikan kepadanya dalam penglihatan. Konferensi Umum SDA mengatakan, “Adalah visi kami bahwa dalam 12 bulan mendatang, setiap orang Advent akan mempelajari pesan yang sangat pas waktunya ini, dan akan terinspirasi untuk membagikannya kepada teman-teman dan tetangga-tetangga mereka.” Ellen White, seorang yang mengaku nabiah, mendirikan Advent Hari Ketujuh bersama dengan suaminya. Dia menyebut buku The Great Controversy sebagai “pesan peringatan yang terakhir kepada dunia.” Dia bukan hanya mengambil posisi kepemimpinan dan mengajar, yang bertentangan dengan Firman Tuhan, dia juga mengajarkan banyak sekali kesesatan. Termasuk di dalamnya adalah doktrin soul-sleep, annihilation (bahwa manusia tidak akan masuk neraka, tetapi lenyap), memelihara Sabat, kebaktian di hari Minggu sebagai tanda dari antikristus, Lucifer sebagai penebus dosa (SDA percaya bahwa ujung-ujungnya Setan-lah yang harus menanggung semua dosa), dan investigative judgment (suatu doktrin Advent bahwa penghakiman atas orang yang mengaku Kristen sudah dimulai sejak tahun 1844). Ellen White juga memberitakan suatu “injil” kasih karunia plus melakukan hukum yang dia definisikan ulang sebagai “hanya kasih karunia.” Ketika saya [Dr. Cloud] seorang Kristen muda, saya sempat ikut tiga pelajaran SDA jarak jauh dan mempelajari banyak buku-buku mereka. Saya sudah mendokumentasikan kesalahan mereka dalam buku Avoiding the Snare of Seventh-day Adventism.

DAFTAR DOA PENGINJILAN
(Berita Mingguan GITS 10 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini adalah kutipan dari eBook yang gratis “Ide-Ide Penginjilan,” yang dapat diunduh dari website Way of Life: “Doa adalah bagian yang diperlukan dalam penginjilan, dan salah satu alat yang sangat baik adalah membuat daftar doa penginjilan. Setiap anggota gereja perlu diajak untuk membuat daftar semacam ini. Daftar ini mengandung nama-nama orang-orang yang belum selamat yang saya doakan secara reguler sambil saya berusaha menjangkau mereka bagi Kristus. Jika saya tidak rela berdoa bagi orang itu dan mencoba memenangkannya, saya sebaiknya tidak menambahkan namanya ke daftar ini. Daftar doa ini tentunya secara alami mulai dari keluarga dan saudara, lalu teman-teman, kolega kerja, dan kenalan-kenalan. Tetapi cara kerjanya adalah bahwa sambil saya mendapatkan kontak baru dengan orang tidak percaya dalam aktivitas sehari-hari, atau pembagian traktat, saya menambahkan nama-nama tertentu ke daftar tersebut. Bisa saja daftar ini dibuat di handphone, sehingga mudah diakses dan mudah dimodifikasi. USULAN PENGGUNAAN DAFTAR INI: Doakan orang-orang di daftar ini setiap hari atau minimal secara reguler, dan mintalah Tuhan membuka hati mereka dan memberikan saya hikmat dalam menjangkau mereka. Telepon orang-orang ini dari waktu ke waktu dan beritahu mereka bahwa saya berdoa bagi mereka dan tanyakan apakah ada permintaan doa khusus yang dapat saya doakan. Undanglah mereka ke berbagai event pekabaran Injil. Tidak cukup untuk hanya berdoa untuk keselamatan orang-orang. Mereka perlu mendengar Injil dan mengertinya. Kunjungi mereka yang menunjukkan ketertarikan. Jika saya bertemu dengan seseorang dari luar kota dan menambahkannya ke daftar ini, saya mencoba untuk menemukan gereja yang baik dekat dia, yang dapat menjangkaunya.

THEOLOG YANG MEMIMPIN GERAKAN “ALLAH SUDAH MATI” MATI
(Berita Mingguan GITS 10 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
William Hamilton, yang memimpin gerakan “Kematian Allah” pada tahun 1960an, mati minggu ini pada usia 87 tahun. Theologi-nya yang liberal menjadi populer karena masuk sebagai artikel utama di majalah Time dengan judul “Apakah Allah Mati” pada tanggal 8 April 1966. Artikel tersebut dilandaskan kepada ulasan buku Hamilton, yang dia tulis bersama dengan Thomas Altizer, berjudul Radical Theology and the Death of God. Hamilton menolak Allah karena penderitaan yang dia saksikan di dunia, seperti penderitaan di kamp-kamp kematian Nazi. Dia berargumen bahwa hanya ada dua pilihan. “Allah tidak berada di balik kejahatan-kejahatan radikal seperti itu, sehingga pastilah Ia tidak seperti Allah yang digambarkan secara tradisional, atau Allah ada dibalik segala sesuatu, termasuk kamp-kamp kematian – dan oleh karena itu Ia adalah pembunuh.” Sebenarnya, ada pilihan ketiga, yang adalah pilihan Alkitabiah. Jawaban Alkitab terhadap masalah penderitaan adalah bahwa manusia telah memberontak melawan Allah dan kejatuhan manusia adalah hal yang menyebabkan dunia menjadi kacau. Allah tidak dapat dipersalahkan atas kejahatan-kejahatan manusia, karena manusia melakukan semua itu atas kehendak bebasnya, tanpa Allah tentukan. Manusia telah memberontak melawan Allah di taman Eden, mempercayai kebohongan Iblis, “Kamu akan menjadi seperti Allah,” dan menolak Allah Pencipta dan hukum-hukumNya yang kudus dan baik. Adalah konyol dan bodoh bagi manusia untuk mengusir Allah dari hidupnya dan membangun dunia tanpa hukum-hukum Allah, lalu berbalik dan mempersalahkan Allah ketika kekacauan terjadi. Tetapi itulah yang manusia lakukan! Tidak heran bahwa Alkitab dua kali mengatakan bahwa sang atheis adalah seorang yang bodoh (Maz. 14:1; 53:1). Hamilton sudah mati, tetapi Allah sangatlah hidup, dan bukti-bukti eksistensiNya begitu banyak dan tak dapat dibantah bagi mereka yang tidak membutakan diri. Allah tidak menelantarkan ciptaanNya, Dia dengan sabar mengerjakan rencana penyelamatanNya yang kekal. Saat ini, dalam suatu tindakan kasih yang tak dapat terselami, Dia menawarkan keselamatan yang kekal bagi setiap orang berdosa yang bertobat dan menaruh iman kepada Kristus. Satu hari Kristus akan kembali, sesuai janjiNya, untuk mendirikan kerajaanNya dan membenarkan semua hal yang salah di dunia ini.

EVOLUSIONIS MENGATAKAN DARWINISME ADALAH SUATU AGAMA
(Berita Mingguan GITS 03 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Filsuf ilmu pengetahuan, Michael Ruse, menulis: “Evolusi dipromosikan oleh para pendukungnya sebagai sesuatu yang lebih dari ilmu pengetahuan semata. Evolusi dikedepankan sebagai suatu ideologi, suatu agama sekuler – suatu alternatif penuh terhadap kekristenan, dengan arti dan moralitasnya. Saya adalah seorang evolusionis keras, dan mantan Kristen, tetapi saya harus mengakui bahwa dalam satu komplain ini …para literalis memang benar sekali. Evolusi adalah suatu agama. Ini benar sejak awal evolusi, dan masih benar tentang evolusi hingga hari ini” (“How Evolution Became a Religion,” National Post, 13 Mei 2000).

KEPINTARAN LEBAH
(Berita Mingguan GITS 03 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 3 Agustus 2011, www.creationmoments.com: “Sebelum kita memiliki pengetahuan yang mendetil tentang kehidupan banyak binatang, mudah bagi para ilmuwan untuk mengecilkan tanda-tanda intelijensi pada binatang sebagai sekedar insting. Karena, bagi seorang evolusionis, intelijensi hanya dapat berkembang di makhluk-makhluk tertinggi, seperti manusia. Namun dalam beberapa dekade terakhir, intelijensi binatang telah menjadi suatu ladang penelitiang yang sibuk. Para peneliti mulai belajar bahwa binatang bisa sepintar manusia dalam bidang spesialisasinya. Dalam satu eksperimen, para peneliti memindahkan suatu sumber air gula agar sumber itu semakin jauh 25% dari sarang lebah setiap harinya. Para lebah dengan cepat menyadari apa yang sedang terjadi dan mulai mengantisipasi di mana sumber air gula itu akan berada pada hari berikutnya. Dalam eksperimen lainnya, para peneliti menaruh air gula di sebuah perahu yang dijangkarkan di tengah suatu danau kecil. Ketika lebah pemandu kembali ke sarang untuk melaporkan hasil temuan mereka, lebah-lebah lain tidak mau ikut dengan para pemandu itu, karena mereka tahu bahwa tidak normal bagi lebah untuk menemukan makanan di tengah danau. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa lebah memikirkan tentang berbagai peristiwa untuk menentukan apakah masuk akal atau tidak. Orang-orang yang percaya Penciptaan, tahu bahwa intelijensi tidaklah berevolusi. Intelijensi adalah karunia dari Pencipta yang dengan murah hati membagikan kepada tiap makhluk apa yang ia butuhkan. Kita juga tahu bahwa intelijensi bukanlah faktor yang membedakan kita dengan binatang. Hanya manusia yang diciptakan dapat menjalin hubungan yang intim dan terus menerus dengan Pencipta. Itu juga berarti bahwa setiap kita harus bertanggung jawab kepada Pencipta kita. Allah memiliki hikmat, bukan hanya intelijensi, dan Dia mau membagikan hikmat itu dalam kasihNya yang mengampuni melalui Yesus Kristus dengan kita!”

Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

Tidak ada komentar: