Minggu, 30 September 2012

Penebusan Yesus Kristus

oleh Dr. Steven E. Liauw
Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus?
Kalvinis memegang doktrin yang disebut Limited Atonement, atau Penebusan yang Terbatas. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus menebus hanya sebagian manusia saja, yaitu orang-orang pilihan. Orang-orang pilihan menurut definisi Kalvinis, adalah orang-orang yang sejak kekekalan sudah ditentukan untuk masuk Surga, ditentukan tanpa syarat (Unconditional Election), tanpa melihat apapun dari diri orang tersebut. Tentu sebaliknya juga benar, yaitu orang-orang yang tersisa ditentukan untuk masuk neraka, juga tanpa melihat apapun dalam diri orang-orang tersebut (Unconditional Reprobation). Kebanyakan Kalvinis tidak suka untuk banyak berbicara mengenai Unconditional Reprobation, mereka lebih suka melupakan itu dan berfokus kepada Unconditional Election. Namun Unconditional Reprobation adalah konsekuensi logis dari Unconditional Reprobation,1 karena tidak ada pilihan ketiga bagi manusia: kalau bukan masuk Surga, pasti masuk neraka.
Dengan pemahaman Unconditional Election dan Unconditional Reprobation, maka konsep Limited Atonement (Penebusan Terbatas) secara logis mengikuti. Kalau memang sebagian orang ditentukan masuk Surga tanpa syarat, dan sebagian ditentukan masuk neraka tanpa syarat, maka tidak ada gunanya Yesus mati bagi semua manusia. Kematian Yesus di atas kayu salib pastilah hanya ditujukan kepada orang-orang yang dipilih masuk Surga tersebut. Inilah yang menjadi dasar utama doktrin Limited Atonement. Doktrin Limited Atonement tidak memiliki dasar Alkitab sama sekali (tidak ada ayat Alkitab yang mengatakan Yesus mati HANYA bagi sebagian orang), tetapi merupakan konsekuensi logis dari Unconditional Election.