Sabtu, 30 November 2013

GEREJA YANG EKSIS KARENA DIPICU WAHYU LIAR

Munculnya Gereja Mormon
Joseph Smith, Jr., pada tahun 1820-an, berkata bahwa dirinya mendapat penglihatan, dan dalam penglihatan itu seorang malaikat, namanya Maroni, memimpinnya kepada lempengan emas yang terkubur yang mengisahkan tentang orang Kristen Amerika di masa lampau sebelum Colombus menemukan benua Amerika. Kemudian pada tahun 1830 dia mempublikasikan yang disebutnya terjemahan dari lempengan emas ke dalam bahasa Inggris, yang kemudian disebut kitab Mormon. Anggota jemaatnya kemudian disebut Latter Day Saints (orang kudus akhir zaman), atau Mormon.

Tahun 1831, Smith dan pengikutnya pindah ke bagian Barat untuk membangun yang katanya communalistic American Zion. Mereka kemudian berkumpul di Kirtland, Ohio, dan membangun outpost di Independence, Missouri, dengan maksud menjadi pusat Zion. Sepanjang tahun 1830-an, Smith mengirim banyak missionari, mempublikasi wahyu-wahyu, dan mendirikan gedung yang megah. Kemudian seturut dengan bangkrutnya bank yang disponsori gereja Mormon dan pertempuran kecil dengan orang Missouri yang marah, mimpi Smith tentang Zion di Missouri dan Ohio gagal total.

Sabtu, 23 November 2013

Iman Pemberian Allah atau Respon Manusia?

Orang Kristen yang percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan, bahwa “keselamatan” adalah “oleh iman kepada Kristus Yesus” (2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan, tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.

Dalam artikel pendek ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.

Kalvinisme mengusung konsep bahwa keselamatan seseorang sebenarnya ditentukan oleh Allah dalam kekekalan melalui dekrit rahasia. Penentuan Allah atas keselamatan seseorang ini bersifat tidak bersyarat (unconditional election). Jadi, dalam Kalvinisme, seseorang yang dipilih untuk diselamatkan, akan dilahirbarukan (tanpa dapat ditolak, irresistible grace), dan kemudian pasti akan menjadi percaya, atau dengan kata lain dibuat menjadi percaya. Dengan demikian, posisi Kalvinis secara alami adalah bahwa iman, atau percayanya seseorang, itu sebenarnya tergantung kepada Allah. Kalau Allah memilih seseorang, maka Allah akan melahirbarukannya, dan ia akan percaya. Percaya atau iman adalah salah satu dari mata rantai tindakan Allah pada diri orang pilihan. Oleh karena itu, Kalvinis mengatakan bahwa iman adalah karunia atau pemberian Allah.

Kamis, 14 November 2013

Persatuan Orang Kristen Yang Sesuai Alkitab

Setiap orang yang cinta Tuhan dan cinta kebenaran pasti bersukacita ketika melihat orang-orang percaya bersatu padu, saling mengasihi, saling membantu, dan saling memperhatikan.Tuhan Yesus mendoakan persatuan murid-muridNya pada saat-saat akhir pelayananNya, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh 17:20-23).

Kepada orang Korintus Rasul Paulus berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (I Kor. 1:10).  Orang yang telah mengaminkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, atau telah dilahirkan kembali, HARUS menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal untuk dididik menjadi murid (Mat.28:19-20). Dan kumpulan murid Tuhan di setiap lokasi disebutNya sebagai tubuhNya. Sesungguhnya kumpulan murid Tuhan di sebuah lokasi adalah representasi Tuhan di lokasi itu, atau mewakili kehadiran Tuhan di lokasi itu. Tuhan berkata bahwa jika ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Ia hadir di situ. Nah, dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus Kristus, itulah jemaat lokal, itulah tubuh Yesus Kristus (Ef.1:23, Kol.1:24).

Rabu, 06 November 2013

Mendapatkan Kepastian Masuk Sorga

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, semua manusia telah berada di bawah kutuk dosa dan tidak mungkin menghampiri Allah yang maha kudus. Dosa manusia harus diselesaikan agar manusia bisa menghampiri Allah dan tinggal di Sorga yang maha kudus. Dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan satu cara saja yaitu dengan penghukuman. Untuk itu Allah segera menjanjikan Juruselamat yang akan datang untuk dihukumkan menggantikan manusia.    Dalam menantikan kedatangan Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan, Adam dan Hawa harus bertobat dan percaya kepada janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Mereka harus melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan proses penyelamatan yang direncanakan Allah dengan menyembelih seekor binatang korban di atas mezbah. Domba yang tak bercacat atau binatang korban untuk menyimbolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan di atas kayu salib. Selanjutnya simbol ini selalu diperjelas. Nuh, sekeluar dari bahteranya hal pertama yang dilakukannya adalah mempersembahkan seekor binatang korban. Anak sulung Yahudi diselamatkan pada malam Paskah oleh darah anak domba yang disembelih.

Minggu, 03 November 2013

Ayah yang Sengaja Menelantarkan Anak

Bayangkan,  jika  ada  seorang  ayah yang  tersusupi  nasehat  teman-temannya  yang  jahat,  bahwa  anak-anaknya  sesungguhnya  bukan  anak  kandungnya  dan  sebaiknya  ia  tidak  menyekolahkan  mereka. Teman-teman  pemaboknya menasehatinya  demikian  agar  anak-anaknya tetap  bodoh  dan  tidak  bisa  mengritik  ayah mereka  yang  hidupnya  berantakan  dan tercela.

Karena  filosofi  hidupnya  yang  salah, dan cara hidupnya  yang  buruk,  ia  terjebak dalam  nasehat  tersebut.  Ia  tidak  mengajarkan kepada anak-anaknya, yang sebenarnya adalah  anak  kandungnya,  filosofi  kehidupan yang  baik  dan  sikap  moral  yang  terpuji. Akibat  jangka  panjangnya  ialah  mereka akan  turun-temurun  hidup  terbelakang  dan tak  bermoral.

Ayah  yang  memanipulasi anak-anaknya ini memberi mereka makan permen dan kue tar  tanpa  makanan  padat.  Anak-anaknya senang  tanpa  mengerti  bahwa  itu  bukan makanan  yang  sehat.  Mereka  akan  terus menerus  bertingkah  dan  bersikap  seperti anak-anak.

Rabu, 30 Oktober 2013

Berita Bulan SEPTEMBER 2013

PAUS MENGATAKAN BAHWA ATHEIS YANG TULUS AKAN MASUK SORGA
(Berita Mingguan GITS 21 September 2013, sumber: www.wayoflife.org dan christiannews.net)
Dalam sebuah surat terbuka kepada seorang editor koran, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang-orang atheis yang tulus akan diterima oleh Allah. Menulis kepada Eugenio Scalfari, pendiri dari koran La Republicca, sang paus mengatakan: “Kamu menanyai saya apakah Allah orang Krristen mengampuni mereka yang tidak percaya dan mereka yang tidak mencari iman. Saya akan mulai dengan mengatakan – dan inilah hal yang mendasarnya – bahwa kemurahan Allah tidak terbatas jika kamu pergi kepadaNya dengan hati yang tulus dan rendah hati. Isu bagi mereka yang tidak percaya Allah adalah agar mereka menaati hati nurani mereka” (“Pope to Atheists: See You Upstairs,"National Post, Kanada, 12 Sept. 2013). Pernyataan ini menjadi berita besar, tetapi sebenarnya semuanya yang dikatakan ini telah dikatakan juga oleh berbagai orang Injili selama puluhan tahun. Bahkan, ini adalah cara lain Roma Katolik dan Injili “bergabung.” Ini adalah aspek lain dari pembangunan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Buku More Than One Way, yang diterbitkan 1996 oleh Zondervan, menawarkan “empat pandangan tentang keselamatan di dunia yang pluralistik,” dan tiga pandangan dari antaranya menawarkan harapan bagi mereka yang tidak secara pribadi percaya kepada Yesus Kristus. Dalam bukunya, Love Wins, tahun 2011, “Injili” Rob Bell mengajarkan bahwa atheis bisa diselamatkan tanpa lahir kembali. Richard Mouw, Presiden dari Fuller Theological Seminary, memberitahu USA Today bahwa “Rob Bell punya Love Wins adalah buku yang bagus dan saya pada dasarnya setuju dengan theologinya” ("The Orthodoxy of Rob Bell," Christian Post, 20 Maret 2011). Selama puluhan tahun Billy Graham terus mengatakan bahwa dimungkinkan bagi seseorang untuk selamat tanpa iman pribadi kepada Yesus Kristus, dan selama itu tidak ada seruan kaget dari pada Injili, termasuk dari denominasi Billy Graham itu sendiri, yaitu Southern Baptist Convention. Dalam sebuah wawancara dengan majalah McCall, Januari 1978, yang berjudul “I Can't Play God Any More,” Graham mengatakan: “Saya pernah percaya bahwa orang-orang kafir di negara-negara jauh itu terhilang – sedang menuju neraka – jika Inijl Yesus Kristus tidak diberitakan kepada mereka. Saya tidak percaya itu lagi. ...Saya percaya bahwa ada cara-cara lain untuk menyadari eksistensi Allah – melalui alam, misalnya – jadi banyak kesempatan lain, untuk mengatakan 'ya' kepada Allah.” Graham mengulangi sentimen ini dalam berbagai wawancara di tahun 1985, 1993, dan 1997.

Minggu, 27 Oktober 2013

Berita Bulan AGUSTUS 2013

Prinsip-Prinsip Hidup yang Berguna
Berikut ini ditulis oleh Gembala Sidang Terry Coomer, dari Hope Baptist Church, Arkansas.
Tuhan telah memberikan saya beberapa kesempatan yang unik dalam hidup saya ini, dan saya akan selalu mengucap syukur atas itu semua. Saya juga memiliki berbagai kesempatan unik dalam hidup untuk mempelajari sejumlah pelajaran hidup. Saya punya kesempatan untuk mengatur orang (manajer), menjadi seorang atlit, menjadi Direktur Utama dari sebuah perusahaan, menjadi seorang Konselor Alkitab, dan menjadi seorang Gembala Sidang selama 34 tahun sekarang ini. Saya juga telah memiliki kesempatan berbicara kepada banyak kelompok yang berbeda, baik sebagai gembala sidang, sebagai Direktur dari Pelayanan For the Love of the Family, sebagai pemain Bisbol profesional, dan sebagai Penerbit dan Direktur Utama dari koran nasional yang bertumbuh paling cepat. Saya pernah berbicara kepada banyak jenis kelompok dari berbagai latar belakang. Saya juga pernah mengambil banyak kelas dan seminar tentang kepemimpinan selama tahun-tahun yang saya jalani, dan lulus dari suatu Akademi Kepemimpinan. Saya menerima penghargaan khusus dari Fakultas Jurnalisme sebuah universitas besar karena pekerjaan saya dalam bidang jurnalisme. Saya memiliki kesempatan untuk menulis buku, buku kecil, artikel, dan bahkan koran saya sendiri. Beberapa hal yang saya pelajari sungguh berharga, yang lainnya kurang berharga.

Sabtu, 26 Oktober 2013

MENURUT ALKITAB BABI ITU HARAM

Ditulis oleh : Dr. Suhento Liauw, DRE, Th.D

Diterbitkan oleh : GBIA GRAPHE

Alkitab Perjanjian Lama Melarang Memakan Daging Babi
Suatau hari, pada saat saya surfing internet, dan tanpa sengaja saya melihat video cuplikan yang mempertontonkan sesuatu yang sangat mengerikan. Ketika seiris daging babi mentah disiram dengan cocacola, cacing-cacing menggeliat keluar dari daging tersebut. Bulu kuduk saya berdiri dan langsung terasa mual diperut saya. Terlebih ketika saya membayangkan seandainya cacing-cacing itu masuk ke dalam perut saya. Terasa mau muntah, sehingga saya segera berpindah ke situs lain.

Sejak saat itu saya bertekad menjelaskan tentang perintah Tuhan mengenai mengkonsumsi daging babi. Ada banyak pertanyaan muncul di pikiran saya sehubungan dengan daging babi. Rasa ingin tahu itu mendorong saya menyelidiki perintah Tuhan sehubungan dengan daging babi.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Seperti Apa Sorga Menurut Alkitab?

Tidak diragukan lagi, topik yang paling disukai banyak orang adalah tentang sorga. Juga merupakan salah satu topik yang banyak disesatkan. Dewasa ini beberapa orang mengaku telah melihat sorga, berjalan-jalan di sorga, bahkan bertemu dengan beberapa tokoh Alkitab di sorga. Dapat dipastikan sebagian besar kesaksian mereka mengenai sorga bertentangan dengan Alkitab. Kesaksian mereka mengenai sorga adalah serangan serius terhadap Alkitab. Satu-satunya sumber yang harus kita percayai mengenai sorga adalah perkataan Tuhan melalui Alkitab.

Sorga! Kata ini mempunyai kesamaan makna dengan keindahan, kenyamanan, kepuasan, dan kepenuhan. Bentuk kata sifat ini sering dipergunakan untuk melukiskan sesuatu yang menakjubkan, seperti “Pemandangan Pulau Raja Empat menakjubkan (heavenly). Namun, sorga jauh melebihi daripada sekedar sebuah kata sifat. Sorga adalah sebuah tempat, benar-benar tempat, yang dituju oleh umat-umat Tuhan setelah mereka mati.

Minggu, 13 Oktober 2013

Bagaimana Seorang Istri Tunduk Kepada Suaminya?

”Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala  jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana  jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu (Efesus 5: 22-24).
Ketundukkan Istri kepada Suaminya adalah perintah Tuhan yang mutlak dituruti oleh setiap istri-istri Kristen. Sebagaimana jemaat / gereja harus taat dan tunduk kepada kepalanya, yaitu Yesus Kristus, maka seorang Istri pun diperintahkan melakukan hal yang sama kepada kepalanya, yaitu suaminya(Efesus 5:22-24).
Demikianlah bagaimana cara seorang isteri tunduk kepada suami mereka :
  1. Seorang isteri harus membantu suaminya (Kej 2:18).
Untuk dapat memahami betapa pentingnya peranan kita sebagai penolong, kita perlu mengerti bahwa laki-laki diciptakan terlebih dahulu, oleh Allah, untuk menguasai segala yang hidup di bumi  ini. Hal Ini berarti pria memerlukan teman, penolong, seorang untuk melengkapi dirinya. Di samping itu, panggllan mulia Allah bagi Anda para isteri adalah untuk membantu suami Anda dengan tanggung jawabnya, tugas-tugasnya, peranannya, pekerjaannya, dan pelayanannya dalam jemaat lokal.

Jumat, 10 Mei 2013

DIVINE MYSTERY FROM EVERLASTING TO EVERLASTING



The above chart conveys to the reader the main message of the Bible. Readers will understand God’s salvation program for man. Apostle Paul called it the mystery which from the beginning of the world has been hidden in God (Eph.3:9)

The Apostle Paul called his teaching “the mystery, which from the beginning of the world hath been hidden in God” (Eph. 3:9). Therefore, I have called this series of explanation as The Divine Mystery from Everlasting to Everlasting. This is the conclusion of all the verses in the Bible coupled with reason. God created our minds, and He also gave us the Bible as His Word. The religion (faith) which makes the most sense is the true way, and the most biblical expression of Christianity must make the best sense. Investigate this, and if you run into trouble, please contact GITS. The explanation has been given in order of numbers to make it systematic and neat and easy to understang. This is the essence of the Bible, which in turn is the essence of Christianity. First is a time line or an age-line. We see the passage of time and symbolize it by drawing a straight horizontal line.

Selasa, 30 April 2013

Does God Really Exist?


The above question is actually quite unreasonable. It is very much like someone who uses the Windows Operating System in his computer, asking whether Bill Gates really exist; or, a person who uses Apple products asking whether Steve Jobs really exist. Most people would agree that such would be foolish or ignorant questions. The products that these men have produced prove their existence.

Imagine if we are to question the existence of the person who created something exceedingly more advanced than Windows or Apple products. Even a gecko is more complex than any iPad or iPhone. If we magnify its feet thousands of times, we can see tiny suction cups that enable the gecko to walk upside down on the ceiling without falling. Man breathes with his lungs, and fish can absorb oxygen through its gills.

Irrefutably, the existence of heaven and earth proves the existence of a person of super genius and all-powerful, and He is the One who laid the foundation and created everything. Else, from where did this beautiful and complex universe come? None of the planets encircling the sun, or any other planet, has condition anything like the Earth. Astronomers have searched far and wide through their telescopes, to other galaxies, for a place like Earth. They have not found any.

Selasa, 16 April 2013

Early Revelation Among Men Before the Scriptures

The following is excerpted from the 2012 edition of the Advanced Bible Studies Series course “Bible Geography and History” by D.W. Cloud:

In Genesis we learn that man has had revelation from God since the very dawn of his history. Luke 1:70 and Acts 3:21 say that God has spoken “by the mouth of his holy prophets, which have been since the world began.”

1. The details of the revelation God has given man from the beginning
a. Adam and Eve walked and talked with God directly in the Garden of Eden. After they sinned, God personally taught them about the coming Saviour through direct prophecy (Genesis 3:15) and through the typology of clothing them in the skins that were required through the slaying of innocent animals (Gen. 3:21).

b. Abel, Adam’s second son, was a prophet who preached salvation by grace without works through the death of an innocent substitute (Lk. 11:50-51). Abel offered by faith (Heb. 11:4), meaning he offered according to God’s Word, because “faith cometh by hearing, and hearing by the Word of God” (Rom. 10:17).

c. Enoch was a prophet who proclaimed the Second Coming of Christ and the end-time judgment of mankind (Jude 14-15). He was Noah’s great grandfather (Gen. 5:21-32).

d. Noah was a preacher of righteousness and probably preached for 120 years as he was building the Ark (2 Peter 2:5).

Selasa, 09 April 2013

WHICH BOOK IS TRULY THE WORD OF GOD?

The wisest path in a man’s life is acknowledging the existence of the Creator God. This realization, however, will not lead to anything useful if it is not followed by finding His Word. Knowing that the Creator exists, but not finding His instructions and directions for life and the way to heaven, is an achievement without any conclusion.

Solomon said in Proverbs 14:12, “There is a way which seemeth right unto a man, but the end thereof are the ways of death.” The statement is very true because we know that more than one book claims to be the Word of God, while their contents are directly opposite one to another. By applying just a little logic, a person can immediately conclude that the one Creator cannot give out many conflicting words. Logically, one of them is the Word of God. Because if none of them is the Word of God, then God has not spoken and cannot speak, which results in the conclusion that there is no God. On the other hand, if all of them are the Word of God, and they all contradict each other, such an option is impossible either. There is only one alternative left, that one of them is the Word of God.

Then how would a person determine that a book is the only Word of God? Quite simple and logical. First, if God, who is truth and righteousness, truly speaks, then His Word necessarily cannot have mistakes or errors. After reading many books that claim to be God’s Word, this writer has found that the Bible is the only book to fulfill this criteria. For example, there is another book besides the Bible that wrote about Abraham sacrificing his son. The Bible records that Abraham sacrificed Isaac, while the other book wrote that Abraham sacrificed Ishmael.