Sabtu, 19 Oktober 2013

Seperti Apa Sorga Menurut Alkitab?

Tidak diragukan lagi, topik yang paling disukai banyak orang adalah tentang sorga. Juga merupakan salah satu topik yang banyak disesatkan. Dewasa ini beberapa orang mengaku telah melihat sorga, berjalan-jalan di sorga, bahkan bertemu dengan beberapa tokoh Alkitab di sorga. Dapat dipastikan sebagian besar kesaksian mereka mengenai sorga bertentangan dengan Alkitab. Kesaksian mereka mengenai sorga adalah serangan serius terhadap Alkitab. Satu-satunya sumber yang harus kita percayai mengenai sorga adalah perkataan Tuhan melalui Alkitab.

Sorga! Kata ini mempunyai kesamaan makna dengan keindahan, kenyamanan, kepuasan, dan kepenuhan. Bentuk kata sifat ini sering dipergunakan untuk melukiskan sesuatu yang menakjubkan, seperti “Pemandangan Pulau Raja Empat menakjubkan (heavenly). Namun, sorga jauh melebihi daripada sekedar sebuah kata sifat. Sorga adalah sebuah tempat, benar-benar tempat, yang dituju oleh umat-umat Tuhan setelah mereka mati.

Alkitab versi King James (KJV) menggunakan 582 kali dalam 550 ayat yang berbeda. Kata Ibrani untuk sorga ialah “shamayim” yang berarti “puncak” atau “awan” (the heights). Sedangkan kata Yunani untuk sorga adalah “auranos” yang artinya mulia. Baik shamayim maupun auranos digunakan secara beragam di dalam Alkitab  untuk menunjuk pada tiga tempat yang berbeda-beda: 1) Sorga atmosfir. Ini adalah langit atau troposfir – daerah atmosfir yang di mana kita bisa bernafas, yang menyelimuti bumi (Kej. 7: 11-12; Maz. 147:8; Yes. 55:9-11). Inilah sorga pertama. 2) Sorga planetari. Sorga kedua ini adalah tempat di mana bintang-bintang, bulan, dan planet-planet berada (Kej. 1:14-17). 3) Sorga kediaman Allah. Sorga ketiga, yang Paulus bicarakan dalam 2 Korintus 12 dan Yesaya 57:15 adalah sorga di mana Allah berdiam dengan para malaikat-nya yang kudus dan para orang kudus yang telah mati. Sorga yang ketiga ini adalah rumah kekal untuk semua orang yang berada di dalam Yesus Kristus. (John MacArthur, The Glory of Heaven).

Seperti Apa Sorga itu ?
  1. Sorga adalah tempat yang dijanjikan
Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyaklah tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediahkan tempat bagimu” (Yohanes 4:1-2).

Hal pertama yang perlu kita ketahui tentang sorga adalah itu tempat yang dijanjikan. Kekuatan sebuah janji tergantung pada integritas orang yang membuatnya dan kemampuannya untuk menepati janji itu. Itu kabar baik bagi kita, karena janji Yesus mengenai rumah sorgawi berdasarkan karakter Allah. Dengan kata lain, kita bisa tenang karena Dia yang membuat janji ini.

Janji sorga berdiri di atas pilar kokoh lain, Firman dari Allah yang tidak mungkin salah dan bisa kita percayai. Alkitab berkata bahwa kita adalah warga kerajaan sorga (Filipi 3:20). Di sanalah sebenarnya tempat kita. Kita hanyalah orang asing yang numpang lewat di dunia. Menurut 1 Petrus 1:4 dan Roma 8:17, kita adalah pewaris harta sorgawi.
Karena kewargaan dan warisan kita sebagai orang percaya adalah di sorga, masuk akal jika di sorgalah seharusnya kita mengumpulkan harta. Yesus berkata, “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga (Matius 6:20). Jadi, identitas dan nilai total kita sebagai orang Kristen berhubungan dengan sorga, tempat yang dijanjikan.

2. Sorga adalah rumah Bapa
Konsep Sorga sebagai tempat tinggal Allah disebutkan secara implisit di dalam Alkitab (Yesaya 57:15; Matius 5:16, 34, 45). Sorga adalah rumah Bapa disebutkan pada awal doa Bapa kami (Matius 6:9). Yesus menyebut sorga sebagai rumah Bapa – tempat kediaman Allah Bapa (Yoh. 14:2). Allah Bapa adalah Bapa sorgawi kita, karena kita yang telah diselamatkan adalah anak-anak Bapa. Sorga adalah rumah keluarga-keluarga Allah. Setiap orang percaya akan tinggal bersama Bapa di Rumah Sorgawi. Karena itu semakin baik kita mengenal Bapa sekarang, semakin kita bisa memahami dan mengapresiasi sorga.

3. Sorga Adalah tempat berpenghuni
Orang-orang percaya tidak akan kesepian di sorga. Mengapa? Karena sorga adalah tempat yang berpenghuni. Alkitab dalam Ibrani 12:22-23 berkata, “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna.
Ayat di atas memberitahukan kepada kita bahwa pertama-tama, kota sorgawi dihuni oleh ribuan malaikat. Kalau saat ini kita tidak dapat melihat Malaikat yang mengawal kita, nanti di sorga se,ua orang percaya akan melihat malaikat dengan mata dan hidup bersama-sama dalam kekekalan. Kedua, kota sorgawi  akan dihuni oleh semua orang-orang yang telah bertobat dan percaya (lahir baru) kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita akan bertemu dengan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kita. Dan ketiga, kita akan bertemu dengan pemilik sorga, yaitu Allah Tritunggal – Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

4. Sorga Adalah Tempat yang Disiapkan
Menakjubkan! Ketika Yesus Kristus naik ke sorga, Ia berjanji untuk menyiapkan tempat bagi kita (Yoh. 14:2-3). Tempat kita di sorga disiapkan dengan memikirkan tentang Anda. Walaupun sorga akan penuh orang, tidak semua orang berada di tempat yang sama. Bahkan kita akan membantu menentukan sebagus apa dekorasi tempat tinggal kita di sorga berdasarkan jumlah upah rohani yang kita kirimkan sebelum kedatangan kita.
1 Korintus 3:10-15 bahwa kendati semua orang percaya akan masuk sorga, upah atau pahala yang mereka terima tidaklah sama. Beberapa akan menerima emas, perak, dan batu-batu permata untuk dipersembahkan kepada Kristus, sementara lainnya hanya mempunyai kayu, jerami, dan rumput kering, yang akan habis terbakar.

5. Sorga Adalah Tempat Dengan Keindahan Sempurna
Alkitab menggambarkan kota sorgawi sebagai “berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Wahyu 21:2). Itu analogi yang sangat bagus, karena ketika seorang mempelai wanita berjalan diupacara pernikahannya, semua orang berdiri dan memandanginya dengan terpesona. Ia melakukan persiapan yang sangat detail untuk hari pernikahannya, dan kecantikannya tanpa cacat.
Ketika ibu kota sorgawi ini turun dari Tuhan, semua mata akan terbelalak dalam rasa takjub akan keindahannya dan kemuliaannya. Kita tidak akan punya kata untuk mengungkapkan keindahannya (Dr. Tony Evans, Speaks out on Heaven end Hell).
Bayangkan rumah sorgawi kita itu sepenuhnya terbuat dari permata dan emas murni. Keindahan yang akan kita lihat di sorga sungguh tak terbayangkan (Why. 21:18-21).

6. Sorga adalah Tempat Kenikmatan Sempurna
Semua hal yang membuat kehidupan di bumi berat akan dihapuskan di sorga. Ini bisa terjadi karena Tuhan berkata, “Lihatlah, aku menjadikan segala sesuatu baru” (Why. 21:5). Tidak ada lagi kematian, tidak ada tangisan, tidak ada duka,  tidak ada dosa, tidak ada sakit, tidak ada susah, tidak ada malam, dan tidak ada yang najis di sorga (Why. 21:4-27).
Di sorga, orang-orang percaya akan beristirahat dari jeri lelah mereka. Wahyu 14:13 berkata, “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jeri lelah mereka, karena segala perbuatan mereka meyertai mereka.” Sungguh menakjubkan bahwa orang-orang percaya akan hidup dalam sukacita sempurna.

7. Sorga Adalah tempat kehidupan yang sempurna
Kenyataan bahwa tidak ada kematian, kutuk, penderitaan, dukacita, dan dosa di sorga memberitahukan kita bahwa sorga adalah tempat kehidupan yang sempurna. Kehidupan sempurnah di sorga juga digambarkan dalam Wahyu 22:1-2, di sana ada “sungai air kehidupan dan pohon kehidupan.”
Satu hal lagi yang menjadikan sorga sebagai temat hidup yang sempurna adalah karena di sorga, kita akan memiliki tubuh rohani yang sempurna – tubuh bebas hambatan ke mana saja kita mau pergi (Filipi 3:20-21). Menakjubkan!

8. Sorga adalah tempat pelayanan dan penyembahan yang sempurna
Betapa indahnya kombinasi antara melayani dan menyembah Tuhan di sorga. Kehidupan di sorga mungkin membosankan adalah pikiran yang sesat! Di sorga kita akan bekerja bagi Tuhan (Why. 19:1). Pelayanan di dunia ini adalah kosep Tuhan untuk pelayanan di sorga nanti. Bedanya kita melayani dalam kesempurnaan dan kemuliaan Tuhan. Kita tidak akan pernah letih dan lelah karena semuanya indah, mulia dan sempurna.

Tidak ada komentar: