Rabu, 06 November 2013

Mendapatkan Kepastian Masuk Sorga

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, semua manusia telah berada di bawah kutuk dosa dan tidak mungkin menghampiri Allah yang maha kudus. Dosa manusia harus diselesaikan agar manusia bisa menghampiri Allah dan tinggal di Sorga yang maha kudus. Dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan satu cara saja yaitu dengan penghukuman. Untuk itu Allah segera menjanjikan Juruselamat yang akan datang untuk dihukumkan menggantikan manusia.    Dalam menantikan kedatangan Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan, Adam dan Hawa harus bertobat dan percaya kepada janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Mereka harus melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan proses penyelamatan yang direncanakan Allah dengan menyembelih seekor binatang korban di atas mezbah. Domba yang tak bercacat atau binatang korban untuk menyimbolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan di atas kayu salib. Selanjutnya simbol ini selalu diperjelas. Nuh, sekeluar dari bahteranya hal pertama yang dilakukannya adalah mempersembahkan seekor binatang korban. Anak sulung Yahudi diselamatkan pada malam Paskah oleh darah anak domba yang disembelih.


Semua orang yang hidup pada zaman sebelum penyaliban Yesus Kristus, jika ingin mendapatkan kepastian masuk Sorga, harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang. KemudianYohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus Kristus dan berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Yesus Kristus disalibkan untuk menghapus dosa dunia, yaitu dari dosa Adam hingga dosa manusia yang terakhir. Dosa yang disebabkan oleh Adam telah dibereskan oleh Yesus Kristus (Rom.5:18-19). Oleh sebab itu bayi yang meninggal, dan yang lahir cacat mental, mereka pasti masuk Sorga. Tuhan katakan merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Namun setiap orang yang sehat mental, dan tidak meninggal saat bayi melainkan mencapai umur akil-balik, serta melakukan dosa, ia menjadi orang berdosa bukan karena Adam dan Hawa, melainkan karena kesadaran dirinya sendiri telah melakukan dosa. Jika ia ingin mendapatkan kepastian masuk Sorga, dosanya harus diselesaikan. Ia memerlukan Juruselamat untuk menanggung dosanya atau dirinya sendiri yang akan menanggungnya di Neraka. Kelompok Saksi Jehovah sengaja mengajarkan bahwa tidak ada Neraka agar manusia tidak perlu takut dan tidak berniat untuk menyelesaikan masalah dosanya.

Orang-orang yang hidup sebelum penyaliban Kristus harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN DATANG untuk menanggung dosa mereka. Sedangkan kita yang hidup sesudah penyaliban Kristus, juga harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang SUDAH DATANG untuk menanggung dosa kita. Jadi, tidak ada satu orang pun yang bisa masuk Sorga tanpa melalui Yesus Kristus. Itulah sebabnya Yesus Kristus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6).

Iman yang seperti apakah yang dapat memastikan seseorang masuk Sorga? Pertama adalah bertobat, artinya mengaku diri adalah orang berdosa dan menyesali dosa yang telah dilakukan. Kemudian percaya bahwa Yesus Kristus telah dihukumkan menggantikannya, dan setuju bahwa sekarang ia akan hidup menggantikan Yesus. Jadi, tiap-tiap hari ia menghayati bahwa Yesus Kristus telah menggantikannya menerima hukuman yang sepatutnya diterimanya. Yesus telah disalibkan dan telah turun ke alam maut, menggantikannya. Kemudian Dia bangkit, dan memberi garansi bahwa setiap orang yang mengaminkan bahwa Yesus telah menggantikan dirinya dihukumkan dan mengamin-kan bahwa ia akan hidup bagi Yesus maka di hadapan Allah Bapa orang tersebut tidak berdosa lagi karena ia telah mengenakan kekudusan Yesus Kristus. Yesus telah menjadi orang berdosa menggantikannya, dan ia selalu sadar bahwa ia sedang hidup menggantikan Yesus Kristus.

Kalau ia jatuh ke dalam dosa lagi, maka sejauh ia tidak menyangkali Yesus Kristus, di hadapan Allah Bapa ia tetap orang kudus. Ia akan menghadap tahta pengadilan Kristus. Ia tidak akan dihukum oleh Allah Bapa yang akan menghukum setiap orang yang di luar Yesus Kristus di dalam Neraka. Orang yang telah  di dalam Kristus akan menghadap pengadilan Kristus dan akan menerima penghukuman dari Kristus.

Barangsiapa yang tidak berani yakin akan masuk Sorga, maka akan pasti masuk Neraka, karena sangat mungkin yang bersangkutan tidak tahu jalan ke Sorga. Tetapi setiap orang yang berani pasti masuk Sorga harus tahu alasan kepastiannya. Ia harus tahu bahwa kepastiannya bukan karena perbuatan, dan berbagai kegiatan ibadah, melainkan karena Yesus Kristus telah menggantikannya dihukumkan. Selama ia tetap di dalam iman kepada Yesus Kristus, ia tidak akan dihukumkan karena Yesus Kristus TELAH dihukumkan menggantikannya. Adam, Nuh, Abraham, Musa, semuanya telah bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang AKAN menggantikan mereka dihukumkan. Kita yang hidup sesudah penyaliban Yesus Kristus, harus berto-bat dan percaya kepada Juruselamat yang SUDAH menggantikan kita dihukumkan.

Jika pembaca ingin tahu lebih banyak tentang kepastian keselamatan, atau ingin agar orang-orang yang Anda kasihi diberitakan Injil yang menyelamatkan, hubungilah alamat yang tercantum di halaman pertama. Kami akan dengan senang hati menjelaskan kebenaran yang sangat penting ini kepadanya. “Karena Ia (Allah) menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (II Pet 3:9). Tuhan kiranya menerangi hati Anda.***

Oleh: Dr. Suhento Liauw,
Jakarta, 30 Mei 2013

Tidak ada komentar: