Minggu, 21 Desember 2014

MISI LUAR NEGERI ATAU EVANGELISME GLOBAL

BAB 17 MISI LUAR NEGERI ATAU EVANGELISME GLOBAL

OLEH ROBERT SPEER
Sekretaris Board of Foreign Missions of the Presbytarian Church, U.S.A, New York City

Argumentasi mengenai misi2 luar negeri pada umumnya tak perlu ataupun sia-sia.  Tak diperlukan dalam hal orang yang percaya; sia-sia dengan  orang yang tidak percaya. Namun tidak  seluruhnya demikian; karena seringkali yang percaya dan yang tidak percaya mendapatkan opini mereka dari tangan kedua, dan suatu studi tangan kesatu yang jujur mengenai fakta-fakta dan prinsip2 kegiatan misionari menjadikan golongan yang satu percaya dengan keyakinan yang lebih dalam dan harapan yang lebih teguh, dan menggoyahkan skeptisisme dan penentangan golongan yang lain yang tidak mengetahui baik tujuan maupun motif2 yang mengilhami gerakan tersebut.

Namun, oleh karena misi2 luar negeri  adalah gerakan  religius, dengan sendirinya argumentasi dasarnya adalah argumentasi religius, dan hanya dapat meyakinkan dalam perbandingan dengan pendirian-pendirian yang mendukung penerimaan sisanya. Sisanya pertama-tama ada di tangan Tuhan. Apabila orang percaya kepada Tuhan, mereka harus percaya pada misi-misi luar negeri. Adalah di dalam diri dan karakter Allah sendiri dapat ditemukan dasar yang paling dalam dari gerakan misionari. Kita tidak dapat berpikir tentang Allah melainkan dalam hubungan dengan syarat2 yang mengharuskan adanya ide misionari.

Rabu, 12 Februari 2014

Berita Bulan JANUARI 2014

PROSTITUSI DAN PEDOFILIA OK
(Berita Mingguan GITS 4 Januari 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam serangan akhir zaman yang tidak henti-hentinya, kesesatan dan pemberontakan terhadap hukum-hukum Allah yang kudus, sebagaimana dinubuatkan dalam Mazmur 2, pengadilan-pengadilan di Kanada dan Italia kini mendukung prostitusi dan pedofilia. Di Kanada, Mahkamah Agung mereka mencabut hukum anti-prostitusi di negara tersebut. Keputusan yang bulat tersebut mengatakan bahwa hukum yang sebelumnya “melanggar jaminan terhadap kehidupan, kebebasan, dan keamanan pribadi” (“Canada’s Anti-Prostitution Laws,” Huffington Post, 20 Des. 2013). Dalam sebuah konferensi pers, seorang “pekerja seksual” di Vancouver, meresponi keputusan tersebut dengan berkata, “Saya syok dan senang bahwa hukum seks kita tidak lagi akan merugikan kami.” Sementara di Italia, pengadilan tertinggi di negara tersebut membalikkan keputusan bersalah yang dikenakan kepada seorang berusia 60 tahun karena berhubungan seksual dengan seorang perempuan 11 tahun. Orang tersebut adalah seorang pekerja sosial, yang berhubungan dengan seorang anak perempuan “dari sebuah keluarga miskin yang telah mengenal dan mempercayainya.” Pada tahun 2011, dia diputuskan bersalah dan dihukum lima tahun penjara, tetapi kini dia akan diadili kembali setelah Mahkamah Agung Italia memutuskan bahwa vonis sebelumnya tidak mempertimbangkan “persetujuan [sang anak perempuan], adanya hubungan cinta, tidak adanya kekerasan fisik, dan perasaan cinta sang anak perempuan” (“Court Overturns Pedophile Conviction,” 7 News, Australia, 31 Des. 2013).

Sabtu, 08 Februari 2014

Berita Bulan DESEMBER 2013

KAUM EKUMENIS MENGKLAIM BAHWA MUSIK ROCK MEMBUAT “MENYEMBAH TUHAN MENJADI OTENTIK”(Berita Mingguan GITS 7 Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Kebingungan rohani gerakan ekumenisme menjadi jelas dari sebuah pernyataan dari Mighty Men Conference yang baru-baru ini dilaksanakan di Nashville. Event ini mengundang pemenang American Idol, Scotty McCreery, rocker country Charlie Daniels, dan “sensasi drum” Stikyard.* Konferensi tersebut dimulai oleh penginjil Pantekosta Angus Buchan pada tahun 2004 di Afrika Selatan. Di Amerika, konferensi ini diorganisir oleh gembala Pantekosta G. Allen Jackson dari World Outreach Church di Murfreesboro, Tennessee. Konferensi-konferensi ini mirip dengan yang dilakukan oleh Promise Keeper, dengan fitur pesan-pesan yang khusus bagi laki-laki dicampur dengan dosis ekumenisme yang tinggi, dan dipenuhi oleh kekacauan kharismatik, dan diminyaki oleh musik penyembahan kontemporer. Jackson berkata, “Musik adalah suatu dinamika besar dengan cara membuat menyembah Tuhan menjadi otentik. Para artis musik, yang memiliki hati dan inspirasi mereka sendiri, bersatu langsung dengan musik tersebut, adalah aset lain dari … event ini” (“Mighty Men Conference USA's first time in Nashville,” PRNewswire, 17 Nov. 2013). Mengatakan bahwa penyembahan yang otentik diciptakan melalui peminjaman musik party dunia yang sensual adalah kegilaan rohani dan kesesatan dari Alkitab. Allah mengajarkan kita esensi dari penyembahan sejati melalui gambaran Kemah Suci Perjanjian Lama, dan kemah itu sama sekali tidak bercampur dengan elemen duniawi. Semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan Firman Allah tanpa terkontaminasi pemikiran manusia dan pragmatisme. Semuanya kudus. Minyak dan kemenyan kudus yang dipakai tidak seperti apapun yang lain di dunia ini. Ketulusan penyembah tidak membuat penyembahan yang tidak alkitabiah dapat diterima oleh Tuhan. Ini nyata ketika Allah membunuh Nadab dan Abihu karena mereka mempersembahkan api yang asing (Im. 10:1-3) dan Uza hanya karena ia mau menopang tabut perjanjian dengan tangannya (2 Samuel 6:6-7).

Selasa, 04 Februari 2014

Berita Bulan NOVEMBER 2013

LABA-LABA SEBESAR RUMAH?
(Berita Mingguan GITS 30 November 2013, sumber: www.creationmoments.com, artikel 17 Oktober 2011)
Kumbang paling besar yang diketahui di dunia, secara pantas diberi nama kumbang goliat. Kumbang Afrika ini bisa tumbuh sebesar tikus. Dinosaurus bukanlah binatang terbesar yang pernah hidup. Paus biru adalah binatang yang memegang kehormatan itu. Mamalia terkecil di dunia lebih kecil dari banyak serangga. Satu spesies kelelawar yang baru saja ditemukan di Thailand memiliki berat hanya 0,06 ons. Bahwa ada binatang yang kecil se-ekstrim itu membuat kita bertanya-tanya apakah serangga-serangga raksasa yang kita lihat di film-film benar-benar dapat terjadi. Dapatkah seekor laba-laba tumbuh menjadi sebesar rumah? Untung saja tidak ada laba-laba atau serangga mana pun yang lain yang bisa tumbuh sebesar rumah. Kita bisa pasti akan hal itu karena cara serangga bernafas. Serangga bernafas melalui tuba-tuba kecil di sepanjang tubuh mereka. Tuba-tuba ini menyediakan oksigen langsung ke jaringan. Jika seekor serangga tumbuh terlalu besar, tuba-tuba ini tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan tubuh mereka. Masalahnya, semakin besar suatu organisme, semakin jaringan internalnya memerlukan oksigen. Anda dan saya memiliki paru-paru yang menyediakan luas permukaan setara dengan lapangan tenis. Seekor serangga yang tumbuh menjadi sebesar manusia, juga memerlukan tubuh dengan luas permukaan setara lapangan tenis, dan ini tidak mungkin. Walaupun banyak makhluk yang berbeda memiliki organ tubuh yang berbeda-beda, setiap makhluk memiliki organ yang tepat untuk keperluannnya. Ini adalah tanda dari hikmat sang Pencipta. Fakta ini juga memberitahu kita bahwa makhluk-makhluk hidup tidak berhubungan satu sama lain lewat evolusi. 

Sabtu, 01 Februari 2014

Berita Bulan OKTOBER 2013

ALASAN ALKITABIAH UNTUK TIDAK MEROKOK
(Berita Mingguan GITS 12 Oktober 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari The Fundamentalist Digest: Pertama, rokok tidak bisa dipakai untuk memuliakan Allah (1 Kor. 6:20). Kedua, rokok menghasilkan penyakit jantung dan kanker mulut, dan banyak penyakit lainnya (1 Kor. 3:17). Ketiga, merokok adalah kebiasaan yang menghabiskan uang. Kristus memerintahkan agar roti yang tersisa sekalipun dikkumpulkan agar tidak terbuang (Yohanes 6:12). Keempat, merokok seringkali mempersulit dan membahayakan orang lain. Seharusnya tidak ada orang yang boleh dipaksa untuk mencium bau rokok yang memusingkan dan sangat tidak nyaman (Galatia 5:14). Kelima, merokok adalah teladan yang buruk bagi generasi muda (Matius 5:16; Markus 9:42). Keenam, kebiasaan ini kotor (2 Korintus 7:1). Ketujuh, kebiasaan ini buruk, karena akan memperhamba seseorang (Roma 6:12; 1 Kor. 6:12). Kedelapan, rokok menimbulkan keinginan-keinginan yang tidak wajar, dan menuntun kepada kejahatan-kejahatan lain (Roma 6:16; 8:13). “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Kor. 10:31).