Minggu, 05 Juli 2015

Presiden Obama Merayakan Hari Internasional Melawan Homofobia

Pada hari yang disebut-sebut sebagai Hari Internasional Melawan Homofobia, 17 Mei, Presiden Obama mengeluarkan suatu pernyataan bahwa, “Kami memakai kesempatan ini untuk kembali mengukuhkan bahwa hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (orang ganti kelamin) adalah hak-hak asasi manusia, untuk merayakan kehormatan setiap individu, dan untuk menggarisbawahi bahwa semua orang berhak untuk hidup bebas dari rasa takut, kekerasan, dan diskriminasi, tidak peduli siapa mereka atau siapa yang mereka cintai.” Obama telah menjadi presiden74158 AS yang paling pro-homoseksual dalam sejarah, dan telah membangun fondasi untuk penganiayaan besar-besaran terhadap siapapun yang tidak menerima “hak-hak homoseksual,” karena ketika kaum homoseksual mendapatkan hak untuk hidup semau mereka, maka orang-orang Kristen yang percaya Alkitab kehilangan hak untuk menentang homoseksualitas sebagai dosa. Ini adalah tanda zaman yang penting, karena nubuat Alkitab menyamakan akhir zaman dengan masa Lot (Luk. 17:28-30).

Hari Internasional Melawan Homofobia bermula pada tahun 2005, dan salah satu organisasi pendirinya adalah World Congress of LGBT [Lesbian, Gay, Bisexual, Transexual] Jews. Pada tahun 2009, “transfobia” ditambahkan, dan pada tahun 2015 “bifobia” ditambahkan, sehingga saat ini namanya adalah Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Bifobia. Ini menggambarkan bahwa tidak akan berakhir kekejian moral yang akan ikut masuk bersamaan dijadikan satu dengan dengan hak homoseksual. Departemen AS mengeluarkan suatu pernyataan “mengukuhkan kembali komitmen kami akan kesamaan dan kehormatan semua orang, tidak peduli orientasi seksual mereka atau identitas gender mereka. Diskriminasi melawan orang-orang LGBTI harus berakhir – dan harus berakhir sekarang.” Kedutaan AS di Sarajevo diterangi dengan warna-warni pelangi untuk merayakan peristiwa ini. Hari ini juga secara resmin diakui oleh Parlemen Uni Eropa. (Berita Mingguan GITS 23 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada komentar: